Lavina beranjak menuju mobil penjemput yang sudah stay di tempat biasa.
"Aku balik duluan ya Guys, Bye, Bye Semuanya ..." Pamitnya pada Cika dan Vani seraya melambaikan tangan sembari buka pintu mobilnya.
Arus lalu lintas tidak terlampau padat disiang ini, membuat Lavina tiba dengan cepat di rumahnya. Begitu kendaraan berhenti nan terparkir, Perlahan turun lekas beranjak memasuki rumah.
"Hei, Vin. Udah pulang ..." Sapa Almira dari kursi Sofa.
Lavina beranjak masuk kemudian mendekat, "Eh, iya Tan, Om, disini toh hehe" Penuh senyum keramahan tak ayal saling berjabat penuh kesopanan.
"Iya Vin, Oh iya ini ... Om sama tante bawain oleh-oleh untuk kamu, bisa kamu bawa besok ke perkemahan ya ..." Menyodorkan benda tersebut berupa Bag berwarna coklat.
Lavina meraihnya "Wah ... Apa ini Om, Tante ..."
"Buka aja nanti sayang," Imbuh Almira tak kalah bahagianya melihat sang ponakan tampak ceria.
"Terima kasih banyak Om, Tante ... Oh iya, Papa sama mama Belum pulang kayaknya," Menolah-noleh.
"Tadi papa kamu udah nelpon Om kok Vin, sekarang lagi di jalan mau pulang"
"Oh ... Oh iya,Vina mau ganti dulu ya Tan, Om."
"Iya, kamu berbenah saja dulu, habis itu makan siang ya Nak." - Almira
Lavina mengangguk beranjak ke anak tangga menuju kamarnya. Begitu tiba di ruang kamar, bergegas ganti pakaian selesai itu dia beranjak turun lagi ke lantai bawah hendak makan siang.
__
Begitu tiba di lantai bawah, dia tengok kedua orangtuanya sudah pulang di rumah, dan kini mereka ber-4 sedang berbincang di ruang tengah. Lavina beranjak mendekat mereka hendak berjabat lantaran hal tersebut udah biasa dia lakukan.
"Loh Vin, kamu udah pulang rupanya." Tanya sang ibu Lantaran tidak seperti biasanya Lavina pulang secepat ini.
"Iya Ma, baru aja Vina sampai."
"Sedang gak banyak pelajaran ya? Yaudah kamu makan siang dulu gih." Lanjut sang ibu.
"Baik Ma" Bergegas menuju meja makan untuk santap siang.
__
Sementara disisi ruang tengah empat orangtua itu perbincangan masih berlanjut.
Moses segera mengemukakan suatu kalimat yang hendak ia katakan "Oh Iya Math, maksud kami datang kesini adalah mau sekalian pamit"
"Pamit? Memang kalian berdua mau pergi kemana?" Tanya Mathias tampak sedikit terkejut.
"Kami rencana mau pulang kampung sebentar Math, ada sedikit urusan." Jelas Moses.
"Oh begitu, yaudah kalian hati-hati di jalan, salam buat sanak saudara di kampung ya, kami saat ini belum bisa pulang" Mathias sembari menyeruput secangkir kopi.
"Em ... Memangnya kalian berangkat kapan Mir, Mos?" Sambung Airha.
"Kemungkinan besar besok pagi kak," jelas Almira.
"Oh iya, Lavina kamu pergi kemah besok jam berapa, nak?" Tanya Moses menoleh ke arah meja makan.
"Pagi Om, kurang lebih sekitar jam 06:30 kumpul di lapangan sekolah dulu Om" jelas Lavina.
"Oh Iya, Jangan lupa siapin semua barang dan peralatan yang akan dibutuhkan besok ya Vin," Sambung Airha (Mamanya Lavina)
"Benar kata mama kamu Vin, selesai kamu makan siang ini, langsung berbenah saja ya, supaya tak ada yang tertinggal mumpung waktunya masih longgar" Imbuh Mathias.
"Baik Ma, Pa"
__
Selepas makan siang, Lavina menuruti perintah sang ayah hendak langsung berbenah berapa barang maupun peralatan yang hendak di bawa ke perkemahan esok.
Pertama-tama menyiapkan ransel yang hendak di peruntukkan menampung berbagai kain miliknya, kemudian di susul peralatan pribadi khas wanita, lekas beranjak ke lemari hendak menata beberapa kain yang dirasa belum sempurna.
Ditemukanlah jaket pria berwarna hitam milik pemuda misterius di alam mimpi itu yang terletak didalam kantong kresek. Meski pada paginya Jaket itu basah sewaktu dimasukkan kedalam Kantong, anehnya sekarang sudah tidak basah lagi.
Lavina raih Jaket tersebut sembari bergumam "Ini ... Jaket ini milik siapa ya ..." mencoba mengingat-ingat malah dia sendiri dibuat ling-lung oleh pikirannya lantaran tidak teringat.
"Aiih Masa bodo' akh"
Entah mengapa dia benar-benar sulit mengingat-ingat tentang asal usul jaket itu, mengusap-usap lembut jaket itu dengan telapak tangannya kemudian dia usapkan jua di pipinya.
"Em ... Lembut sekali jaket ini" Tanpa pikir panjang lantaran kain tersebut memang berbahan dasar bagus segera dia masukkan kedalam tasnya hendak dia pakai di area kemah nanti untuk mengurangi rasa dingin di malam hari.
Selepas itu, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Dialah asisten rumahtangga hendak meyampaikan ke dia bahwa Moses dan Almira hendak pulang.
"Baik Bu, aku akn segera turun" Beranjak langsung ke lantai bawah bahkan sebelum asisten rumahtangga tiba di bawah, dia sudah duluan sampai.
__
"Vin, Om sama tante mau pulang dulu, hari besok kami akan pergi kamu jaga diri baik-baik di perkemahan nanti ya Vin" Ucap Moses.
"Baik Om, Om sama tante hati-hati di jalan juga ya" Jawab Lavina,
Moses senyum-mendekat, kemudian meletakkan tangan di kedua bahu Lavina.
"Jangan lupakan pesan om-mu ini Ya Nak, dengarkan baik-baik. Kamu harus jaga sikap dan prilaku, jaga juga bicaramu saat berada di tempat asing ya Nak,"
Lavina tersenyum sembari mengangguk "Baik Om, Vina akan mengingat pesan Om"
"Yaudah Om dan tantemu jalan dulu sekarang ya," Pamitnya lekas keduanya menoleh ke arah Mathias dan Airha "Kami pulang dulu Kak" Imbuh Almira.
"Iya Mos, Mir. Kalian hati-hati di jalan ha" Kata Mathias dan Airha serempak.
Sesudah berpamitan tak ayal mereka menurunkan kaca mobil sejenak hendak melambaikan tangan, di sambut lambai tangan jua oleh keluarga ini.
___
#Next
= Pada malam hari =
Sebelum terlelap dalam tidurnya, seperti biasa Lavina masih memegang telephone genggam sembari rebahan di kasur membalas chat didalam grup bersama teman sekelompoknya.
"Hai, hai Guys ... udah selesai kah kalian berbenah?" Lavina memulai Chat ber @Semua teman sekelompoknya.
Lekas di balas persatu-satu oleh Cika, Vani, Angel dan Rani hingga tak terasa durasi berbincang melalui ketikan-ketikan sampai pukul 00:00
"Oi kunyuk, mau nyampek jam berapa kita chat woi." Chat dari Angel.
"Ah Iya juga yak, Wkwkwkwk" Sambung Vani.
Mereka teramat keasikan bercanda ria seperti biasanya hingga lupa esok pagi mereka harus bangun lebih awal.
"Yaudah kuy, kita molor rame-rame. Jangan ngelonin akoh yak, akoh masih doyan cowok!" Chat Khas Cika yang sering ngawur.
"Hanjirr ...! Loe kira kita-kita Jeruk makan Lemon? Sue loe Cik!" Balas Rani.
"Wkwkwkwk, ya Kali aja mana gua tahuuu, tempe aja belon makan!" Ejek Canda Khas Cika membuat semua teman-teman hanya meluncurkan emoji maupun stiker andalan masing-masing.
Setelahnya saling pamit hendak istirahat.
__
= Pada pagi hari =
Masih melalui media sosial.
"Woi, woi, woi, para Ciwi-ciwi bangun oi" Chat utama dari Rani.
"Berisik oi, Lagi enak-enak mimpi basah jadi ambyar dah ah!" Balas Cika.
"Hanjirrr ...!" -Vani
"Sue, kebanyakan baca Novel yang banyak adegan kikuk-kikuknya loe ye Cik! Otak loe kebawa traveling ngeres!" Chat Angel.
"Nah, kemana nih si Vina" Lanjut Chat Rani.
"Heleh, kagak usah di tanya palingan lagi mimpi basah tuh anak" Balas Ngawur si Cika (ngegibahin Vina)
"Ebuset nih anak, Cebok dulu sana Cik elah ... pagi-pagi dah meshum aje otak lu" Balas Angel.
"Aux tuh, efek Jomblo akut dia tuh" Balas Vani.
"Belicik kau" Balas Cika.
Vani, Angel, Rani : Hahahahaaaa
Didalam sosial media semua teman masih saling bercanda ria, sementara Lavina sendiri masih terlelap dalam tidurnya, bahkan dia jua masuk kedalam mimpi misterius yang sama seperti beberapa hari yang lalu.
Didalam mimpi itu, dia masih berlari menjauhi danau hendak mengejar suara yang berbunyi "Kring ... Kring ... Kring ..." seperti pada mimpi sebelumnya.
Tetapi, semakin dia kejar, suara itu perlahan menghilang, kini dia kehilangan arah dan tujuan hendak kemana langkahnya berjalan. Seluruh area yang dia lihat hanyalah hutan belantara.
Merasa diri masih tersesat, menghela napas dalam-dalam kemudian mendongak kepala ke atas pepohonan besar. "Dimana aku ... kenapa aku disini lagi, Mama ... papa ... Vina ingin pulang Ma ... Pa ..." Teriaknya.
Tiada seorangpun, Lantas melanjutkan langkahnya kemudian mata tertuju ke suatu arah ketika melihat suatu cahaya merah-kebiruan berasal dari pohon besar, segera ia menuju kesana.
Semasih melangkah menuju kesana, tuntunan langkahnya menuju kembali ke alam dunia aslinya, maka sebelum mengetahui dibalik cahaya apa yang dia tuju itu, kini dia sudah terperanjat dari alam mimpi itu.
Perlahan membuka kedua matanya, duduk dan melamun seperti orang ling-lung. Kemudian dia segera tersadar begitu terdengar getar dari telephone genggamnya.
Dreettt ... Drrrrtttt
Menepuk-nepuk kedua pipinya dilanjutkannya mengucek-ucek kedua mata. Lekas dia raih hapenya melihat isi chat dari semua teman-temannya, membuatnya tersenyum begitu membaca Chat ngawur khas Cika yang tak pernah luput membuat gelak tawa semua teman-temannya termasuk dirinya.
"Hadehhh ... ada-ada aja kamu Cik," Senyum dan Menggelengkan kepala. Lekas dia taruh lagi hape di atas meja tanpa ada kalimat apapun yang dia balas didalam chat tersebut.
Berdiam diri sembari menguap-uap teringat bayangan mimpi singkat yang dia alami nyaris persis seperti mimpi misterius beberapa hari yang lalu.
"Aiih, kenapa aku mimpi aneh itu lagi?"