Bab 18

1199 Words

"Bagaimana keadaan Mama saya bibi?." Clara menghambur bertanya pada Maya yang saat ini tengah berdiri bersama dengan Dion. "Dokter masih di dalam sana! Mereka belum keluar! Kita tunggu saja kabar dari mereka!." Clara bergerak memeluk Dion, kakak beradik Itu tampak menangis terisak. Maya pun memeluk kedua keponakannya itu. Mereka bertiga menangis terisak-isak di sana. "Lebay sekali!." Terdengar suara seseorang dari belakang, Tamara datang lagi dengan kursi roda Alena. "Diam kamu! Semua penderitaan kami bersumber darimu!." Dion menunjuk Alena dengan garang. Namun Clara segera mencegah kakaknya itu. "Tidak usah diladeni! Kakak baru saja keluar, tidak perlu mencari gara-gara dengan manusia seperti mereka!." Dion pun menormalkan nafasnya, dia sadar tak boleh bersikap kasar kepada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD