Bab 16

1050 Words

Clara masih berada di ruangan di mana sang Mama sedang ditangani di dalam sana. Maya tetap setia mendampingi keponakannya itu. Wajah keduanya menyiratkan kekhawatiran yang teramat sangat. "Nyonya Clara!." Dokter sudah keluar dari ruangan dengan peluh yang terlihat di wajahnya. "Bagaimana keadaan Mama saya?." Clara segera bertanya dengan detak jantung yang bertalu cepat. Dokter pria itu tampak menggeleng perlahan. "Kita hanya bisa menunggu keajaiban. Mudah-mudahan saja kondisi pasien akan segera membaik. Tapi kalian semua harus bersiap dengan segala kemungkinan." Jawab dokter pria itu menatap prihatin wajah Clara, sementara Clara sendiri tampak lemas di tempatnya berdiri. Maya bergerak cepat memeganginya. "Bagaimana bisa kondisinya kembali drop?." Dokter Aditya datang dengan cepat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD