Clara menunggu dengan tidak sabar kedatangan suaminya. Dia berharap Bryan segera datang dan mengungkapkan segala perasaannya itu secara nyata. Dan dia akan menyambutnya dengan sukacita. Namun setelah menunggu beberapa jam, Bryan tak kunjung muncul. Clara mulai kalut. Makanan yang sudah tersaji di hadapannya Tak disentuhnya sedikitpun. "Nyonya! Ini sudah pukul sebelas malam, kami harus segera tutup." Salah seorang pelayan dari tempat itu mendekati Clara. "Tapi Suami saya belum datang! Dia berjanji akan datang sebentar lagi." Pelayan itu tampak menatap malas wajah Clara. "Anda sudah menunggu di sini berjam-jam, dia tidak mungkin datang. Lagi pula setiap kali, tuan Bryan membooking tempat ini. tidak pernah lewat dari jam sepuluh malam. Sedangkan ini sudah jam sebelas " Clara langsung

