LUKA DAN PENYESALAN

1818 Words

Malam itu, di apartemen mereka, suasana sangat hangat dan damai. Ayunda memasak khusus buat suaminya. Ia membuatkan steak kesukaan Kenan dan sup krim yang hangat. ​Kenan sudah duduk manis di meja makan. “Wah, chef kesayanganku sudah kembali!” goda Kenan, ia mencium tangan Ayunda. ​“Masak buat suami sendiri, Mas. Ayo, dimakan. Jangan lupa vitaminnya,” kata Ayunda. ​Keduanya nampak mesra saling menyuapi. Ayunda menyuapi Kenan steak, dan Kenan menyuapi Ayunda sup. ​“Gimana, Sayang? Enak?” tanya Ayunda. ​“Enak banget! Mas enggak tahu, deh, kalau kamu enggak ada, Mas cuma makan martabak sama nasi goreng pake cokelat. Rendy sampai mau resign karena ngidam aneh-aneh Mas,” jawab Kenan, membuat Ayunda tertawa. ​“Itu kan ngidam kamu, Mas, bukan aku!” ledek Ayunda. ​“Pokoknya itu ngidam kita,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD