Malam itu, di apartemen mereka, suasana sangat hangat dan damai. Ayunda memasak khusus buat suaminya. Ia membuatkan steak kesukaan Kenan dan sup krim yang hangat. Kenan sudah duduk manis di meja makan. “Wah, chef kesayanganku sudah kembali!” goda Kenan, ia mencium tangan Ayunda. “Masak buat suami sendiri, Mas. Ayo, dimakan. Jangan lupa vitaminnya,” kata Ayunda. Keduanya nampak mesra saling menyuapi. Ayunda menyuapi Kenan steak, dan Kenan menyuapi Ayunda sup. “Gimana, Sayang? Enak?” tanya Ayunda. “Enak banget! Mas enggak tahu, deh, kalau kamu enggak ada, Mas cuma makan martabak sama nasi goreng pake cokelat. Rendy sampai mau resign karena ngidam aneh-aneh Mas,” jawab Kenan, membuat Ayunda tertawa. “Itu kan ngidam kamu, Mas, bukan aku!” ledek Ayunda. “Pokoknya itu ngidam kita,

