Sagara yang sedang memegang cangkir kopinya sontak menegakkan badan. “Mas tahu dari mana?” tanyanya pelan, nada suaranya kaget sekaligus canggung. Kenan tersenyum tipis, menatap kopi di depannya tanpa benar-benar melihat. “Kamu nggak perlu tahu, Dek. Mas cuma pengin dengar dari kamu sendiri... gimana kisah cinta kalian.” Sagara menghela napas panjang. Dadanya terasa sesak, seperti ada sesuatu yang menekan begitu berat. “Sudahlah, Kak… Sagara udah ikhlas. Ayunda sekarang istri Mas. Aku nggak mau buka-buka masa lalu.” Namun Kenan menggeleng pelan. “Mas pengin dengar langsung dari kamu. Mas harus tahu semuanya.” Sagara menatap wajah kakaknya, wajah yang dulu selalu ia kagumi. Kini terasa asing, tapi juga hangat sekaligus. Akhirnya, dengan suara lirih, ia mulai bercerita. Flashback on

