Suasana di kantor utama Ardana Group siang itu kelihatan adem dari luar, tapi di baliknya lagi-lagi ada drama yang nggak disangka. Di pantry, Andini, sekretaris Kenan, lagi mondar-mandir kayak orang gelisah. Tangannya sibuk, tapi matanya penuh pikiran. Dia ngelirik kanan-kiri, memastikan nggak ada yang lihat, lalu ngeluarin sebotol Coca Cola dari tas kecilnya. Senyum tipis muncul di bibirnya. Senyum yang... jujur aja, kelihatan agak jahat. “Hmm… semoga aja berhasil,” gumamnya pelan sambil menuang cairan dari botol kecil ke dalam Coca Cola itu. Bau alkoholnya sempat kecium, tapi dia cepat-cepat ngaduknya biar ketutup sama aroma soda. Rencana busuk udah disusun sama dia dan Fiona sejak semalam, biar Kenan mabuk dan bikin skandal sendiri. Kalau berhasil, pernikahan Kenan sama Ayunda baka

