Kenan menarik napas panjang, lalu menggenggam tangan Ayunda dengan hangat. “Sayang,” katanya lembut, “aku tahu kamu orang yang bisa jaga diri. Aku percaya sama kamu. Aku tahu kamu nggak akan ngelakuin hal yang bisa ngerusak rumah tangga kita.” Matanya menatap dalam ke arah istrinya. “Lagi pula, kamu lagi hamil. Aku nggak mau kamu kecapekan pindah-pindah tempat. Di rumah ini kamu lebih aman. Fiona masih belum berhenti nyari cara buat ganggu kita.” Ayunda menunduk, matanya mulai berkaca-kaca. “Aku cuma nggak mau masalah, Mas. Aku takut.” Kenan mengusap pipinya dengan lembut. “Nggak usah takut, aku di sini. Aku nggak akan biarin siapa pun nyentuh kamu, apalagi nyakitin kamu.” Keheningan sejenak memenuhi kamar. Ayunda akhirnya mengangguk pelan, dan Kenan menariknya ke dalam pelukannya.

