Dua Puluh

2007 Words

    Lluvia keluar bar dengan wajah tertunduk dan mata yang merah karena terus berusaha menahan tangis berjam-jam lamanya selama bekerja. Para pria dalam bar menggunjingkan dan mengejeknya sepanjang waktu sebagai w************n dan mata duitan yang hanya ingin tidur dengan pria kaya. Suara tawa yang meluncur dari candaan dan mulut orang-orang itu melukai perasaannya terus menerus. Ia tak tahu apakah masih punya keberanian menunjukkan wajah di sana atau tidak. "Tunggu" Lluvia meringsut kaget ketika seseorang memegang tangannya begitu tiba-tiba di muka pintu keluar. Ia mengangkat pandangan perlahan lalu menemukan sosok pria bermata abu-abu yang tak lain adalah Darwin Martin. Sudah lama ia tak melihat pria itu muncul di sana. Bertemu dengannya hari ini membuat perasaan takutnya yang terpen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD