Dua Satu (Flashback 9)

1335 Words

Lluvia berlari menuju ruang ganti dengan kelimpungan sambil menahan air mata agar riasan yang ia kenakan tak berantakan. Ia berhenti di ambang pintu masuk yang tertutup, menarik napas dalam beberapa detik untuk membuat dirinya lebih tenang sekaligus menghentikan tangisnya, supaya tak menarik perhatian balerina lain. Memasuki ruangan itu ia mendapati suasana yang lebih lengang, hanya ada satu dua balerina sedang mengobrol sambil memainkan ponsel. Ia berjalan membelakangi mereka lalu terhenti di depan meja rias kemudian duduk dengan lemah. Ketika melihat pantulan wajahnya dari cermin ia teringat ciuman yang membuatnya muak dan mual lalu meraih tisu dan mengusap bibirnya berulang kali hingga luka di bibirnya mengeluarkan banyak darah. Lluvia ketakutan. Dia membelakangi cermin kemudian me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD