Dua Dua

1389 Words

Empat pengawal Luce para pria berbadan besar itu berbaris dalam satu garis lurus di depan meja kerja pirang itu. Wajah mereka yang biasanya tampak galak tak berperasaan kini tampak mengiris ketakutan. Perhatian mereka hanya tertuju pada satu arah -- Luce yang tengah berjalan mondar mandir memegang revolver dengan wajah kusut setengah jengkel. Ia berjalan ke sana kemari sambil sesekali memegang dahinya yang mengerut. Wajahnya jelas menunjukkan ia tengah berpikir keras di selingi rona penuh penyesalan terhadap sesuatu yang membuatnya sesekali menghela napas dengan lesu. Charles yang berada di sana hanya sebatas mengawasi tak berani bersuara sejak tadi. Hentak kaki Luce mendadak terhenti. Ia menatap anak buahnya satu demi satu, memerhati wajah ketakutan dan tak berdaya mereka. "Aku ingi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD