Hari pertama Lluvia bekerja adalah waktu yang sulit, bukan hanya karena belum terbiasa, namun juga karena tatapan dan rayuan para lelaki peminum yang selalu menemani kemana Lluvia melangkah. Ia tak bisa menunjukkan rasa tidak suka maupun protes karena Jhon Martin hampir sepanjang waktu mengawasi kerja semua pegawai. Mau tak mau ia hanya berusaha menjauhkan tubuhnya dari tangan-tangan pria nakal yang membuatnya frustasi menahan tangis selama hampir sepanjang waktu kerja. Menjelang pukul 2 pagi ketika jalanan mulai lengang dan tak satu pun tamu lain muncul sementara tamu terakhir telah pulang, bar mulai bersiap tutup. Para karyawan mulai berbenah. Melap meja, mencuci piring dan mengepel lantai. Jhon Martin memberlakukan aturan keras, tak seorangpun boleh pulang jika bar masih dalam keadaan

