Luce menemani Lluvia menangis di taman dekat bioskop. Mereka duduk di bangku taman yang dinaungi pohon sikamor tua pucat. Ia tak mengatakan apapun hanya mendengar tangisnya tiada henti sambil melihat orang lalu lalang di jalan raya. Sesekali ia mengambil ponsel, memeriksa beberapa pesan, membalas sebagian dan menghapus yang lainnya. Saat tangis Lluvia mereda sendirinya karena lelah, ia melirik ke arah pria itu sambil termenung penuh tanya apa yang membuatnya bisa betah mendengar seseorang menangis? Apa ia punya waktu sebanyak itu hanya untuk mendengar tangis seorang wanita yang sedang dibohongi? Saat Lluvia sibuk dengan tanya di kepalanya, sebaliknya pria itu belum sadar kesedihan gadis itu sudah perlahan hilang karena terlalu sibuk dengan ponselnya. "Kau tidak pulang?" tanya Lluvia den

