Lluvia terpikir omongan perempuan itu berulang kali sepanjang hari. Semakin mengingatnya semakin hatinya pilu. Ia mengaitkan alasan kepergian Luce dengan perempuan lain di sisinya. Hal yang tak peduli berapa kali pun coba ia terima, tetap saja tak bisa. Hati dan jiwanya seolah terbakar jadi abu yang membuatnya hancur tersakiti. Ia pun kelimpungan tak mengerti mengapa merasa begitu... Mengapa ingin menangis ketika mengetahui ada orang lain yang dicintai pria itu... Apakah ia sudah mencintai Luce jauh sebelum ia bisa menyadarinya? Jika benar ia sudah kehilangan harapan besar untuk balas dicintai. Lluvia memandang dirinya dengan prasangka. Mungkin benar, alasan Luce meninggalkannya tak lebih karena dia hanya dianggap bahan pemuas sesaat. Ia sendiri yang memutuskan datang padanya menawarkan

