Bab 155

3638 Words

Malam hari .... Biantara masih duduk di sisi tempat tidur, menemani Melati yang terbaring lemah. Tangan wanita itu menggenggam jemari suaminya erat, seolah takut ia akan pergi jika dilepas walau hanya sesaat. Sejak sadar dari pingsannya, kondisi Melati justru memburuk. Tubuhnya demam tinggi. Keningnya panas, napasnya berat, dan wajahnya tampak pucat kelelahan. Melati memejamkan mata rapat-rapat. Sesekali ia mengigau pelan, kata-katanya tidak jelas. Setiap kali itu terjadi, genggaman di tangan Biantara langsung mengerat, seolah mencari pegangan agar tidak terlepas dari kesadarannya. Sementara itu, tangan Biantara yang lain berada di atas pangkuannya. Jemarinya sibuk menggulir layar ponsel, membalas beberapa pesan yang masuk ke email. Wajah pria itu tetap datar, meski sesekali pandangann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD