Bab 12-3

711 Words

Baunya pasti akan terendus. Semahal apa pun wewangian yang diberi, aib itu akan tetap menjadi sampah di mata banyak orang. Ibarat kata, Kania hanya menunggu waktu. Kali ini ia dalam ambang kebimbangan. Hidup segan, mati tak mau. Di tengah pikiran yang berkecamuk, suara pintu itu terbuka kasar. Seorang wanita dengan pakaian berantakan dan luka robek di bibir membuat Kania menatapnya lama. Ia dan wanita itu saling tatap sebentar. Kania bisa melihat mata basah sosok di depannya. Rambut kusut berantakan, bibir berdarah, baju robek hingga bagian d.a.danya terekspose sempurna. Belum lagi, cara berjalannya pun sedikit goyah. Wanita itu kacau. Sangat kacau. Bahkan, Kania bisa menilainya tanpa mendengar sebuah penjelasan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana liarnya Biantara ketika menggaul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD