Bab 61

2889 Words

“Lo beneran mau pulang malam ini, Kania?” Entah sudah yang keberapa kali Nala melontarkan pertanyaan serupa. Nada khawatir yang menyelip di ujung suaranya menunjukkan betapa ia tidak tenang membiarkan sahabatnya kembali ke mansion Biantara. Sejak tadi, matanya tak lepas mengamati raut Kania yang muram dan kelelahan. Kania hanya mengangguk pelan. Ia merapikan tali tas ransel yang tergantung di kedua bahunya, seolah itu saja yang mampu menahannya tetap tegak. Sorot matanya berat, seperti menanggung beban yang tidak bisa dititipkan pada siapa pun. Kelopak matanya sembab, jejak tangis yang belum benar-benar hilang. “Aku nggak mau ngrepotin kamu terus, Nal.” Nala berdecak pelan, jelas kesal dengan sifat Kania yang selalu merasa bersalah jika mengandalkan orang lain. Sikap tidak enakan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD