Untitled Episode

2781 Words

Adrian. Pria itu berdiri dengan tubuh yang masih pincang, ditopang tongkat di tangan kanannya. Sisa lebam di wajah dan luka di lengannya belum sepenuhnya pulih. Namun sorot matanya tetap tajam—dingin dan penuh perhitungan—tertuju lurus pada Biantara. Biarkan saja pria itu hancur. Bagi Adrian, apa yang terjadi sekarang belum sebanding dengan semua penderitaan yang dialami Kania selama ini. Dengan gerakan pelan namun tegas, Adrian membuka berkas yang ia bawa. Kertas-kertas di dalamnya terdengar berdesir saat ia mengeluarkannya satu per satu. Beberapa lembar utama kemudian ia sodorkan kepada Yasmin dan Hans. Pasangan suami istri itu menerimanya dengan tangan yang gemetar. Yasmin membuka lembar pertama dengan napas tertahan. Matanya menelusuri isi dokumen itu perlahan, berpindah dari sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD