Bab 157

3621 Words

Tiga hari kemudian .... “Mas! Kania nggak ada di kamar!” Seruan Melati membuat Biantara menegang seketika. Bahunya mengeras, napasnya keluar berat dan panas dari d**a. Sebenarnya ia sudah menduga kemungkinan ini. Kania pergi lagi—setelah kemarin ia bersikeras membebaskan Adrian. Pria yang semula duduk di kursi ruang kerjanya itu langsung menoleh ke arah Melati yang berdiri tidak jauh dari meja. Dengan gerakan cepat ia menutup layar laptopnya. Namun perhatiannya tertahan pada sesuatu yang menempel di body laptop tersebut. Sebuah sticky note di kertas merah muda. Biantara langsung menariknya. Tulisan tangan Kania terlihat jelas di sana. [“Om tenang aja. Aku nggak kabur, kok. Aku ke rumah Bia. Aku mau minta maaf sama mereka.”] Isi pesan itu langsung mengusik ketenangan Biantara. Dadan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD