“Iya.” Biantara menjawab singkat. Ia meneguk air putihnya dan keluar lebih dulu. Kania mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Uang tunai di dalam amplop yang Kania punya diberikan pada Melati. “Kak, ini sebagai bentuk tanggung jawabku ke Kakak. Maafin aku sekali lagi.” Ia meletakkan ke atas meja, lalu mendorongnya ke arah Melati. Gadis itu tetap tahu diri dan memutuskan untuk bertanggung jawab atas kesalahannya kemarin. “Oke.” Melati mengambil uang itu. “Sebenarnya, Kakak nggak begitu permasalahin kerusakannya. Tapi, kalau memang kamu mau tanggung jawab, itu bagus. Makasih banyak, Kania.” Gadis tersebut mengangguk dan berdiri. “Aku cuma nggak mau jadi bulan-bulanan Om Bian. Aku tau tanggung jawab dan aku cukup tau diri tinggal di sini, Kak.” Melati diam. Ia tidak membalasnya lagi. W

