Bab104-4

710 Words

Dan kali ini, ia memilih tidak mundur. Di sisi lain, Biantara tetap tak memberi sedikit pun ruang bagi Kania untuk bebas. Ia melangkah semakin dekat, memangkas jarak hingga gadis itu terdesak di pinggiran sofa. Aura tubuhnya menekan, membuat udara di sekitarnya terasa semakin sempit. “Tidak akan ada orang yang percaya dengan ucapan gadis munafik seperti kamu!” Ucapan itu meluncur kasar tanpa jeda. Menghantam Kania tepat di d.a.d.a. “Terserah apa kata Om.” Kania membalas dengan suara meninggi. “Aku bicara jujur. Aku nggak sengaja numpahin minyak. Dan aku nggak ada maksud buat celakain Kak Melati. Paham?!” Kania berseru geram. Kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. Urat di lehernya menegang, matanya melotot, merah oleh emosi yang tak lagi bisa ia kendalikan. “Dan kamu pikir sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD