Gadis tersebut meliriknya singkat. “Harus sepulang sekolah, Mister?” Anggukan mantap diberikan oleh Mr. Adrian. “Atau kalau kamu nggak sempat, nanti saya suruh Pak Bian ambil di rumah kamu.” Kania langsung menggeleng. Ia tidak mau lancang dengan menolak permintaan kepala sekolahnya. “Sempat, kok, Mister. Nanti sepulang sekolah saya langsung ke mansion Om Bian.” “Oke. Pastikan barang itu sampai, tanpa ada cacat. Tanpa ada yang kurang. Isinya laporan eksperimen sekolah kita, termasuk olimpiade kamu. Dan, ada beberapa dokumen penting tentang sekolah ini yang bersifat rahasia.” Penjelasan Mr. Adrian terdengar mencekam di telinga Kania. Kalau memang sifatnya rahasia, kenapa Mr. Adrian begitu mudah mempercayakan padanya? “Baik, Mister. Saya akan berusaha menyampaikan amanah Mister ke Om

