Bab 60-3

714 Words

Tangannya menyentuh perut Kania yang masih rata. “Dedek laper, ya? Biar Auntie ambilin makanan dulu, ya.” “Duh, sorry ... aku ngrepotin kamu jadinya, Nal.” Ada rasa sungkan ketika berulang kali Kania harus merepotkan sahabatnya. Namun, hanya Nala yang paham situasi dan tahu semuanya. “Santai aja, sih. Gue ambilin makanan dulu.” Kania mengangguk. Ia menampilkan senyuman tipis dambil mengusap perutnya lembut. Hanya beberapa detik, Nala sudah kembali. Gadis tersebut membawa sepiring roti gandum selai kacang dan keju. “Nih, cobain. Buatan nyokap. Baru dibawa ke sini tadi pagi.” Roti itu dibagi menjadi dua. Kania mengambil setengah bagian dan dimakan sedikit demi sedikit. Rasanya enak, pas di lidah Kania yang akhir-akhir ini cukup sensitif dengan makanan yang masuk ke perut. Tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD