“Hueek!” Nora terus merasa mual, padahal perutnya tidak berisi apa pun. Akhirnya, dia merasa lemas. Nora bangkit dari dan berdiri seraya berpegangan ke wastafel. Tiba-tiba wanita itu mengerjap-ngerjapkan mata, lantas langkahnya terhuyung, dan tubuhnya ambruk di lantai. Sementara itu, seseorang masuk ke apartemen Nora. Pria berbaju serba hitam, lengkap dengan topi dan masker. Dia celingukan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. Sejurus, pria itu cekikikan saat melihat Nora terkapar di lantai. Pria bermata cokelat dan memiliki satu alis itu mengeluarkan ponsel, memotret Nora. Lekas, pria itu mengirimkan poto Nora pada Saga. Sementara dirinya bersiap dengan rencana lain untuk mencelakai Saga. Lagi-lagi, dia cekikikan dan beranjak dari dekat Nora. Sepertinya dia tahu, Saga masih

