“Argh!” geram Saga, lalu berniat melempar gawai yang ada di tangan, tetapi urung dia lakukan. Bergegas, Saga mencabut kabel tv yang ada di apartemen Nora, lalu dia kembali duduk gelisah menunggu Nora selesai mandi. Tak lama kemudian, Nora pun keluar kamar dan sudah rapi. Dia melihat Saga tampak begitu kesal, wajahnya kembali menunjukkan ekspresi itu. “Kamu kenapa?” tanya Nora, lalu menghampiri suaminya. Saga berdiri dan meminta ponsel Nora. Tanpa basa-basi Nora pun memberikan apa yang dia pinta. Saga pun menonaktikan ponsel Nora, lalu mengembalikannya lagi. “Rivan akan mengantarkan ponsel dan nomor baru, jangan aktifkan ponsel ini untuk sementara, paham!” tegas Saga, wajahnya begitu serius yang artinya dia tidak ingin dibantah atau disanggah. Nora pun tak berani bertanya kenapa, hany

