Penyerahan Diri danDendam

687 Words

Aku terdiam membeku di sudut kamar apartemen itu, tubuhku gemetar. Suara bariton penuh kebencian milik Arvind masih menggema di telingaku. "Kalau lo masih keras kepala, gue gak akan ragu nyebarin video itu ke internet. Bahkan ke bokap lo langsung. Lo pikir bokap lo bangga punya anak perempuan kayak lo?" Aku menatapnya dengan mata membara, menahan air mata yang menggenang. Tubuhku menggigil , karena amarah yang membakar d**a. "Jangan suka memaksa kehendak pada orang lain. Sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu!” teriakku. Arvind menyeringai dingin. Ia menyilangkan tangan di d**a, berdiri di hadapanku seperti dewa penghakiman. "Lo, belum sadar ya? Lo tuh perusak. Makanya harus dipaksa. Gara-gara lo, Sony mukulin kakak gue sampai trauma. Lo pikir gue bisa tinggal diam?" Ia melan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD