Apa yang Aku Lakukan Karena Keadaan Mendesak

1018 Words

Tangan besar itu menggenggam pundakku dengan kuat. Suara beratnya menggema, menggetarkan udara di sekitar kami. “KAMU IKUT AKU PULANG!” Suara tegas, seolah dia ada bosnya dan aku bawahan. Mata itu menatapku dengan tajam, seakan dia ingin menelanku hidup-hidup. 'Ya, Ampun petaka apa lagi ini, jantungku berdetak sangat kuat, lututku beergetar, aku tidak tahu ini karena kaget apa karena takut. Aku menatapnya kaget, berusaha tenang. “Aku masih bekerja, Pak Arvind. Ini jam kerjaku.” Saat aku melirik kiri dan kanan, ternyata kami jadi tontonan. Tamu hotel, pelayan, bahkan resepsionis memperhatikan kami. Malu bukan main. Ya ampun, ini sangat memalukan. Karierku dan kerja sama dengan Pak Bimo bisa dalam masalah besar, batinku. Aku menunduk, tak berani menatap siapapun. “JANGAN MEMANCINGKU L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD