Aku Hanya Ingin Tenang, Tolong Biarkan Aku Sendiri

1120 Words

Aku berjalan pelan menuju kamar yang kutempati. Segelas air kutuang ke gelas, lalu kuteguk sampai habis. Dadaku sesak, pikiranku tak tenang. Aku hanya berharap ia… tidak kenapa-kenapa. Tanganku refleks mengelus perut yang masih terasa sakit. Ada gerakan halus yang samar, tapi nyata, di sana. “Tenang sayang , tidak akan terjadi apa-apa, kita berdua kuat,” ucapku mengusapku perut di balik seragamku yang sengaja aku pili ukuran jumbo. Janin yang dulu begitu ingin aku lenyapkan… kini masih bersemayam dengan tegar dalam rahim ini. Ia, si kecil yang paling ajaib. Karena sebesar apa pun keinginanku dulu untuk menggugurkannya, ia tetap bertahan. Tetap hidup. Bahkan malam saat aku melarikan diri dari Arvind empat bulan lalu, ia tetap bertahan. Malam itu, aku kabur dari apartemen Arvind—panik, ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD