Telepon Keira

1089 Words

Aleena tidak merespon, pun tidak membalas pelukan Aksa padanya. Wanita itu hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. Aksa melepaskan pelukannya, menangkup pipi Aleena dan mengusapnya dengan lembut. Menempelkan dahi keduanya hingga jarak di antara mereka terkikis sudah. “Aku mohon, jangan pergi,” kata Aksa lirih. “Apa yang jadi alasan kamu menahanku? Sejak awal pernikahan di antara kita aneh, semuanya terasa nggak benar sama sekali. Bahkan setelah rumor itu ada dan kejadian tadi, apalagi alasan aku buat bertahan di sini?” “Anak kita. Kamu bisa bertahan buat anak kita, Aleena. Kamu nggak mau kan kalau dia lahir tanpa seorang Ayah?” Aksa masih saja berusaha. Ia benar-benar tidak ingin kehilangan wanita itu ataupun anak dalam kandungannya. “Itu bukan alasan. Bahkan kamu sendiri nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD