Sekali lagi suara halus itu terdengar. Aksa masih mematung dengan isi kepala yang mendadak kosong. Ia tidak bisa berpikir, bahkan rasanya ia lupa cara untuk bernapas. Keira Anindita. Wanita yang dahulu pernah jadi wanita nomor dua di hati Aksa setelah Ibunya. Ia juga merupakan satu-satunya wanita yang sanggup membuat Aksa bertekuk lutut dan mencintai wanita itu begitu dalam juga hebatnya. Perjalanan kisah mereka bukan terjadi dalam kurun waktu satu dua tahun. Sepuluh tahun keduanya menjalani kisah cinta, berbagi suka dan duka hingga mengalami putus nyambung yang bahkan tak terhitung lagi jumlahnya. Namun baik Aksa maupun Keira, keduanya saling melengkapi. Saling mau belajar juga introspeksi diri saat masalah terjadi. Hubungan keduanya serius, bahkan Keira sendiri sudah akrab dengan

