Berusaha

1154 Words

Saat itu pukul tujuh malam. Awan mendung menggantung di atas langit gelap, angin semilir membawa kesan dingin hingga menusuk tulang. Aleena berdiri di sana, di atas balkon kamarnya sambil memandang langit malam dan termenung. Pemikirannya menerawang, apa yang dilakukannya kini apakah sudah benar? Dengan ia meninggalkan Aksa dan meminta pria itu untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan segera. Ataukah ia seharusnya mendampingi. Ia tahu tugas istri harusnya mendampingi, tapi hubungan mereka berbeda. Pernikahan yang dijalani mereka juga sama. Keduanya menikah bukan karena rasa cinta, melainkan karena paksaan juga keadaan dan pertanyaan kapan. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini Aleena merasakan hal lain. Ia merasa lebih memperhatikan Aksa meski di sisi lain ia merasa enggan untuk meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD