Plagiat

1192 Words

Ruangan itu terasa temaram dengan cahaya lampu remang-remang. Seorang wanita duduk dengan dua tangan yang terlipat di depan d**a. Wajahnya menampakkan raut wajah datar tanpa ekspresi yang berarti, pandangannya masih saja lurus menatap ke arah white board yang sudah beralih fungsi menjadi papan foto. Senyum seringai terukir jelas di wajahnya saat matanya fokus menatap satu foto diantara banyaknya foto yang ada. Foto seorang wanita yang tengah tersenyum cerah di sebuah taman bunga bersama seorang lelaki yang melihatnya dari kejauhan. “Ternyata kamu masih sama seperti dahulu, ya. Terlalu polos dan munafik. Tapi tidak apa, dengan begitu akan semakin mudah bagiku untuk memanipulasi dan membuatmu seperti boneka untukku,” lirihnya. Tangan panjangnya terangkat, mengambil foto tersebut kemudia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD