Semesta itu begitu luas. Diisi oleh beragam manusia dengan watak yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, banyak bicara, suka tertawa, bahkan ada pula yang hatinya selembut sutra. Aca tak pernah mengerti bagaimana siklus perubahan watak seseorang. Layaknya sekarang, Aca bersama seorang pria yang terkenal irit berbicara tengah berbincang panjang lebar di ruang tamu. "Sebenernya lo mau ngomong apa?" Felix tampak memainkan jarinya. Pria itu menunduk seolah masih berpikir. Aca tentu saja dibuat geram, pria itu tadi mengajaknya bicara tapi saat sudah diladeni malah diam seribu bahasa. "Be-begini nyonya, apa tuan sudah tahu mengenai anda yang pernah dilecehkan oleh Reza?" Kening Aca mengkerut. Bahkan Felix sudah mengetahui aibnya. "Lo tau dari mana?" Tanya Aca, ia kini tampak menahan emosi. Apa

