Hari libur pun tiba waktunya untuk bermalas-malasan bagi pria alis tebal itu Dennis Satrio Pramana di kamarnya anak kedua dari tiga bersaudara Ia mempunyai kakak laki-laki dan adik perempuan,kakak lelakinya bernama Daffa Septian Pramana dan Devana Lestari Pramana
Ia sedang bersama sohibnya bernama lengkap Bobby Herlambang sedang bermain ke rumah pria beralis tebal itu pun memainkan gitar kesayangannya lalu melantunkan syair lagu
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Sambil memainkan gitar dan menyanyikan lagu yang lagi ngetrend saat ini sedang asyik-asyiknya bernyanyi bersama sohibnya itu
Cling..
Cling..
Notifikasi Ponselnya berbunyi Ia pun membuka pesan dari aplikasi w******p messenger yang ada di ponselnya itu seorang pria beralis tebal itu pun membuka dan membaca isi dari pesan itu
Deg...
"Hay Nis aku sekarang sudah punya pacar loh hehehe"Bella mengirimkan pesan dan gambar kebersamaannya dengan pacarnya pada sahabat tampannya itu
"Hay juga,Oh ya selamat,jangan lupa traktir ya?, cakep juga orangnya hehehe"Dennis masih santai menyikapinya saat melihat foto mesra Bella dengan Adam
"Iya dong pacar ku gitu,bisa di atur itu Nis hehehe,hm.Nis enggak apa-apa kalau mulai sekarang aku tidak usah kamu antar jemput lagi ya?"Bella bertanya takut kalau sahabatnya itu akan marah karena dia sudah mempunyai kekasih
"Iya deh yang udah punya pacar,happy terus ya?,jangan mewek kalau nanti sakit hehehe"Dennis yang tau betul kalau sahabatnya itu cengeng
"Ih kamu mah gitu jadi sebal ah sama kamu Nis."Bella menggerutu saat membalas pesan dari temannya itu
Setelah membaca isi dari pesan itu Dennis tidak membalasnya lagi karna saat ini Ia lagi sedang bersama Bobby sohibnya itu
"Balasin pesan dari siapa Nis?,sibuk amat kayanya dari tadi"Bobby yang main ke rumah Dennis memperhatikan sohibnya sedang sibuk dengan mengetik pesan
"Pesan dari Bella,dia bilang sekarang,dia sudah punya pacar yang setia mau antar jemput dia gitu,ini foto mesra mereka Bob."Dennis selesai mengirimkan pesan ke teman cantiknya itu
"Oh gitu ya?,terus lho enggak jealous gitu dia jadian sama orang lain apalagi lihat seperti ini."Bobby masih yakin seratus persen bahwa sohibnya itu memang ada perasaan istimewa dengan Bella
"Iya enggak lah,punya hak apa gue buat jealous sama dia yang sudah gue kenal sejak kecil sampai sekarang,ingat jaga bacot lho,awas kalau sampai keceplosan,gue jitak lho."Dennis masih dengan pendiriannya yang tidak menyukai Bella
Dennis yang sedari tadi memainkan gitar pun langsung kehilangan mood nya saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh sahabatnya yang bernama Bobby
"Bisa aja kali Nis,apa lagi sering apa-apa bareng dari kecil,lagian gue tau hati loe sakit kan ngeliat dia sudah bahagia dengan yang lain, iya-iya mana mau gue di jitak mulu sama lho bisa benjol kaya Shinchan gue."skak Bobby dengan tatapan tajam
"Lah loe sendiri gimana belum berani juga kan nyatain cinta sama Stevania hmm.. Pangeran Pices"Dennis membalas skak sambil tersenyum sinis dan menaikkan alisnya sebelah
Dennis Ia tau selama ini Bobby menyukai Stevania karena Ia pernah lihat isi di note'snya pria plontos itu yang ketinggalan waktu mereka bubaran kampus tak sadar bahwa barang yang Ia bawa terjatuh ke lantai kampus dan di dalam nya bertuliskan nama pemiliknya PENGERAN PICES"(Bobby Herlambang)"
Bobby mendengar ucapan itu pun meneguk ludahnya sendiri,dalam hatinya berkata sohibnya kok bisa tahu kalau pangeran Pices adalah dirinya sedangkan dia tidak pernah bilang kesiapa pun
"Kok dia bisa tau kalo itu aku perasaan semua aku simpan di note's,"Bobby di dalam hati bertanya-tanya tentang hal itu
"Kenapa diam bingung gue bisa tau hal itu ya?,Salah sendiri Kenapa enggak di periksa dulu tuh barang ada di ransel apa enggak,untung yang nemuin itu barang gue,coba kalo anak lain hmm..bisa cepat sampai ke telinga Stevania."Dennis sambil memberikan note's yang di sembunyikannya di belakang badannya
Deg...
Bobby terkejut melihat barang yang Ia cari-cari sejak kemarin Ia pun mulai curiga dengan sohibnya itu membuka note'snya
"Loe temui dimana nih buku?,loe baca semua ya?, rahasia gue di dalam sini?."Bobby takut rahasianya di bongkar oleh Dennis
"Sorry yee gue bukan cewek yang suka mau tau urusan orang, lagian itu buku gue nemuin di saat keadaannya Telungkup terus gue lihat sekilas aja enggak gue baca isi dalamnya,oh punya si gundul setelah itu ya gue tutup lagi itu buku."Dennis jelas tidak mau di salahkan
"Siapa tau kan seperti itu,buktinya tadi loe bilang pangeran Pices itu tulisan kan gue tulis di bagian bawah.''Bobby masih tidak percaya dengan apa yang di katakan sohibnya itu
"Loe lihat deh ya lembaran pertama loe nulis apa disana jadi jangan bilang gue tukang kepo."Dennis yang duduk di kursi santai sambil memetik gitarnya
Bobby mengerenyitkan dahinya dan memperhatikan tulisan nya sendiri memang benar sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal Itu
"Masih mau ngotot loe sama gue ah."Dennis melirik sadis pada sohibnya itu karena Ia yakin sekali bahwa sohibnya itu
"Siapa yang mau ngotot Yee..Suudzon aja jadi orang,gue belum siap aja bilang sama dia."Bobby berpura-pura memainkan ponselnya
"Makanya Karna itu buruan sebelum akhirnya Stevania di ambil sama yang lain kan tau sendiri yang suka sama dia banyak."Dennis memberikan semangat pada sohibnya itu
"Tapi gimana caranya Nis gue aja bingung mau mulai dari mana,loe kan tau ngeliat muka dia aja gue ga bisa apa lagi ngomongin secara langsung mungkin langsung pingsan gue Nis."Bobby masih dengan posisi duduk santai di sofa ruang tamu
"Mulai besok loe harus berani ngeliat wajah dia dan harus bisa dekati dia bagaimana pun caranya."Dennis mengegas semangat sohibnya itu biar terpacu untuk beranikan diri
Dennis sedangkan dirinya sendiri juga sama dengan sohibnya itu tidak mau mengakui kalau dirinya memang mencintai gadis itu,namun sayangnya sekarang gadis cantik itu sudah memiliki kekasih hati
lagi sedang asyik ngobrol tiba-tiba saja ada seorang perempuan berlensun pipi berumur sekitar enam belas tahun menghampirinya mereka berdua pun terdiam
"Hayoo ngaku lagi ngobrolin apa nih?, pasti ngomong tentang cewek ya?,kok aku datang pada langsung diam.?"Devana duduk di kursi yang sama dengan Dennis
"Ih kepo deh ini bocah mau tau aja urusan orang gede,mending sekarang belajar kan sebentar lagi ujian."Dennis sambil mencubit pipi adiknya itu
"Aaa kakak Dennis sakit tau hmmm.aku bilangin sama Mama nanti.''Devana sambil mengelus-elus yang sakit itu
"Bilangin aja sana paling juga nanti kamu juga yang di marahin sama Mama,Mamakan sayang kakak wek."Dennis meletkan lidahnya pada adiknya itu
"Aaaaa.... Mama kakak Dennis nakal"Devana berlari ke dalam rumah untuk mengadu Ibunda mereka
Apakah perasaannya sama seperti lagu yang Ia nyanyikan Ia tadi entahlah hanya Dennis yang tau tentang apa yang di rasakannya sekarang