Part 13

1305 Words

Bagaimana rasanya makan di bawah instens tatapan monster milik seorang pria? Bistik sapi yang telah bertahun-tahun tak pernah dinikmatinya, seharusnya begitu nikmat. Namun, makanan mewah hasil masakannya itu nyaris tidak ingin disentuhnya, ia merasa tidak sanggup menikmati makanan lezat sementara adik-adiknya di rumah tidak ikut merasakannya. Untuk beberapa saat Alina hanya menatapnya sedih. Andai ia tidak begitu miskin, mungkin sekali saja dalam beberapa bulan bisa memasakkan makanan tersebut untuk adik-adiknya. Sayangnya, jangankan memasak masakan mewah itu, dapat makan kecukupan selama sebulan tanpa harus menahan lapar saja, sudah merupakan nikmat besar yang harus mereka syukuri. “Aku memintamu makan, bukan memperhatikan!” tegur Alarick. Alina mengangkat kepala, dan sebuah kesipan lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD