Gugup, sudah pasti. Namun, ia tekan perasaan itu kuat-kuat, mengusir bayangan ciuman yang pernah dilakukan pria itu. Dunia sungguh sempit, tidak menyangka ia justru melamar pekerjaan pada orang yang paling ingin dihindarinya. Sembari menunduk, Alina mendengarkan suaranya yang menyerupai geraman, menyampaikan setiap aturan yang harus dilakukan oleh Alina selama bekerja. Kertas berisi poin-poin kesepakatan kontrak di pangkuan Alina kabur dalam pandangan, fokusnya tidak ke sana. Pikirannya melanglang buana, suara Alarick pun terdengar jauh. Ia tidak dapat fokus menyimak ucapannya. “Tanda tangani,” perintahnya sembari menyodorkan sebuah pena kepadanya. Tergagap, ia segera tersadar dari lamunannya. Apa saja tadi yang disampaikan Alarick? Bak orang linglung, diterimanya pena tersebut, tet

