c h a p t e r [25]

1087 Words

Keenan's POV "Lo tu, terlalu mudah percaya sama orang. Itu yang buat lo jatuh, Kee." "Gue sayang lo. Dan gue gamau liat lo jatuh retak cuma karna pengecut Gibran!" *** Saat pulang, aku masih memikirkan perkataan Giffary. Benarkah aku terlalu mudah mempercayai seseorang? Tapi bukankah Gibran memang benar sayang padaku? Aku memeluk pinggang Giffary erat. Merasakan angin sore dengan cuaca sedikit mendung. Aku tidak peduli jika memang akan hujan. Biarlah hujan turun, biarlah airnya membawa kesedihanku menjauh. Aku turun dari motor Giffary dengan hati-hati. Kuperhatikan wajah Giffary yang sedang tersenyum lucu. "Lo lucu!" Ucapku spontan, ternyata membuat Giffary tertawa. Kurasakan pipiku memanas. Kenapa aku bisa berkata seperti itu?! "Masuk gih, jangan lupa mandi, abis itu istirahat aja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD