Nala langsung membeku begitu menyadari kesalahan yang dibuatnya. Sekop kecilnya tidak sengaja terlempar hingga tanahnya berhamburan dan mengenai kemeja pria di depannya, dan ia makin membeku begitu menyadari siapa pria itu. Rasanya dia ingin menghilang saja... Nala buru-buru menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya sebagai tanda maaf. Kepalanya menunduk berkali-kali sebagai bentuk penyesalan darinya. Tapi dari raut wajah pria itu, sepertinya dia sangat kesal. Mata Nala tertuju pada kemeja pria itu yang kini penuh dengan tanah, dan menghasilkan noda kecokelatan karena memang tanah yang digunakan Nala setengah basah. Nala segera menyeka kemeja itu, berharap bisa membuat nodanya sedikit pudar, tapi yang ada nodanya malah semakin melebar. Nala merasa begitu bodoh! “Ck, makasih

