"baiklah kita akhiri pelajaran hari ini, kalian bisa kembali ke kelas kalian masing-masing,"Ucap Samuel.
Semua murid serempak berdiri. Lalu berjalan menghambur keluar dari ruang olahraga. Hari ini mereka mempelajari senam lantai, jadi olahraga hari ini dilakukan di dalam ruangan. baguslah, jadi Cecil tidak perlu menghabiskan banyak sunblock untuk kulitnya.
"Ayo cil,"Ajak Crystin.
"lo duluan aja."
"Tumben apa lo, mau ngapel sama pak Samuel?"Lirik Crystin kearah Samuel yang sibuk mencatat nilai senam lantai tadi.
Cecil mengacungkan jari tengahnya"cepet pergi atau gue ga kasih jatah traktiran."
"Iya, iya baginda ratu Cecilia." Crystin menepuk pundak Cecil.
"nanti kasih tau gue ya seberapa gede otongnya pak sam,"Bisik Crystin.
Sebelum Cecil menimpuknya dengan matras, bocah itu sudah lari terbirit-birit meninggalkan ruang olahraga.
Ruang olahraga yang tadi begitu ramai, sekarang begitu hening. Hanya ada Cecil dan Samuel yang mungkin saja tidak tau keberadaan Cecil di belakangnya.
Baru saja Cecil ingin melangkahkan kakinya kearah samuel, namun dia mengurunkan niatnya saat Samuel tiba-tiba saja membuka kaos olahraganya. Mulut refleks menganga lebar, matanya hampir copot dari tempatnya.
Bukan hanya wajahnya saja, ternyata postur tubuh Samuel pun bisa dikatakan mendekati sempurna. Lekukan punggung seperti sebuah pahatan, bahunya begitu lebar, sangat cocok untuk dijadikan tempat bersandar, ceilah. Jangan lupakan pinggang ramping mulusnya itu, semuanya terlihat menganggumkan. Sampai Cecil ingin menghentikan waktu agar dia bisa melihat pemandangan indah ini lebih lama.
"sesuka itu ya melihat tubuh saya, gadis mesum,"Ujar Samuel tanpa membalikan tubuhnya.
Mata Cecil membelalak kaget, dia tertegun, kenapa Samuel bisa mengetahui kalau ada Cecil di belakangnya.
"gue mau ngomong empat mata sama lo, tapi bentar dulu."
Cecil berjalan ke depan pintu, dia celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri sebelum menutup dan mengunci pintu ruang olahraga. Tidak lupa juga Cecil menarik gorden jendela agar siapapun tidak bisa melihat mereka, kalau ada satu saja murid yang melihatnya berduaan dengan Samuel di ruang olahraga, sudah pasti akan menjadi fitnah ujungnya.
"arrghhhh!!"Teriak Cecil saat membalikan badanya kearah Samuel.
Pasalnya, entah dari kapan, sekarang Samuel sudah berdiri beberapa centimeter tepat di depanya dengan keadaan telanjang dada. Membuat Cecil bisa melihat dada bidang dihiasi enam kotak-kotak di perutnya.
Cecil langsung membalikkan badanya membelakangi Samuel, menutup kedua matanya yang sudah tidak suci lagi. Sebenarnya Cecil suka melihatnya, tapi Samuel pasti akan menertawakanya saat melihat pipi Cecil menjadi semerah tomat.
"kenapa sih lo ga pake baju lo dulu, ga sopan banget tau ga."
Samuel melangkah beberapa langkah ke depan, tidak membuat sekat sedikitpun dengan Cecil, dia menundukkan tubuhnya.
"bukanya kamu suka ini, hmm,"Bisik Samuel seduktif tepat di samping telinga Cecil. Tubuh Cecil menegang, keringat dingin turun mambasahi keningnya. Apa ini akhir dari perjalanan keperawananya.
"dasar mesum!"Cecil berbalik, hendak mendorong tubuh Samuel agar menjauh darinya.
Tubuh Cecil jatuh menubruk tubuh Samuel, sama kagetnya, Samuel kehilangan keseimbanganya, membuat kakinya terpeleset dan tubuhnya jatuh diatas matras.
Cecil membuka matanya perlahan, seperti selamat dari lubang buaya tapi terjebak di lubang harimau.
Sekarang posisinya jadi lebih dekat dari yang tadi. Cecil bisa merasakan begitu jelas deru nafas Samuel, wangi parfum cokelatnya membuat Cecil menjadi gila. Ditambah lagi dengan bibir plum yang hanya berjarak beberapa centimeter hampir mencium bibirnya.
"apa tidak terlalu cepat?"Tanya Samuel menaikkan satu alisnya.
"Apanya yang terlalu cepat."
Dughh....
Cecil menendang keras pangkal junior Samuel, pria itu langsung menggerang kesakitan sambil memegangi asetnya yang terasa begitu nyeri karena tendangan tidak berperikemanusiaan dari Cecil.
Cecil buru-buru bangkit berdiri, dia membenarkan roknya yang hampir tersingkap.
"gue bilang pake bajunya dulu atau gue teriak lo kau perkosa gue sekarang!"Ancam Cecil. Matanya masih terpejam.
Samuel tersenyum tipis, dia mengambil kaosnya dan kembali memakainya.
"kamu harus terbiasa, nanti kamu juga akan melihatnya setiap hari,"Kata Samuel mengusak-usak atas rambut Cecil.
"Gue pastiin ga bakal liat lo setiap hari di hidup gue,"dengus Cecil menepis kasar tangan Samuel dari atas rambutnya.
Samuel mendudukan tubuhnya pada kursi di belakangnya, dia juga menyuruh Cecil duduk pada kursi di depanya. Hanya di sekat meja panjang saja.
"nih."Cecil menghempaskan uang seratus ribuan berjumlah lebih dari dua puluh lembar pada Samuel.
Alis Samuel berkerut tidak mengerti.
"apa ini cukup buat lo batalin pernikahan kita?!!"
"gue ga bisa nikah sama om-om kayak lo bentuknya, pasti lo mesum banget kan, arrghh, ngebayanginya aja udah geli Tau!"
"hanya ini saja?"Tanya Samuel memunguti uang ratusan ribu milik Cecil, uang yang kalau dihitung jumlahnya cuma dua jutaan. Semurah itukah harga diri Samuel di mata Cecil? Lonte yang sering mangkal di depan kompleknya saja harganya lebih mahal dari ini.
"lo maunya berapa, sebutin aja, sekarang gue emang ga punya uang, tapi gue bakal usahain ngasih semua yang lo mau, asal lo mau ngebatalin perjodohan ini."
Samuel mengetuk-etuk meja dengan jari telunjuknya, Cecil memang bukan gadis biasa, bukan gadis yang hanya pasrah ketika menerima perjodohan dan berharap kalau hubungan tanpa cinta itu akan selalu bahagia seperti di novel-novel remaja. Ini membuat Samuel lebih jauh ingin memilikinya.
"saya maunya kamu,"Jawab Samuel singkat.
"ya ga bisa gitu dong, guenya ga mau sama lo."
"ya itu masalah kamu."Cecil berdecak, mengusak-usak rambutnya depresi.
"Gini ya sambel terasi."
"nama saya Samuel."
"iya pak Samuel spd.i yang terhormat, udah berapa kali gue bilang kalo gue udah punya pacar, gimana nasib pacar gue, lo sesama cowok harusnya ngerti lah."
"ya itu masalah dia."
"kalo dia ga terima gimana terus main dukun biar wajah gue jadi jelek, lo pasti juga ga bakal mau sama gue kan."
"ya itu masalah kamu."
'OMAYGAT kenapa gue harus ketemu sama orang kayak sambal terasi iblis setan bintitan kurang belaian ini sih!!"Batin Cecil sudah lelah dengan kehidupan.
"lo tuh ganteng loh pak,"Puji Cecil.
Kalau tidak bisa cara kasar, mungkin pujian bisa membuat hati Samuel luluh.
"Saya tau."
"ada ribuan cewek cantik di luar sana yang mau sama lo, yang ngantri biar bisa jadi istri lo, lo tuh idaman pak, lo bisa dapetin yang lebih cantik, lebih seksi, lebih sempurna di bandingkan gue."
"saya maunya cuma sama kamu,"keukeh Samuel.
Pipi Cecil sedikit memerah, respon normal orang ketika di puji, walau pujian itu terlontar dari manusia yang paling dia benci di dunia ini.
Tok....tok...tok....
Seseorang mengetuk pintu ruang olahraga, Cecil langsung panik, kalang kabut. Bisa gawat kalau ada yang tau dia di ruang olahraga berduaan dengan samuel, Bisa-bisa dia jadi bahan gosipan sekolah selama sebulan. Ga, Cecil ga mau dk gosipin sama si sambel terasi mesum ini.
"Duh gimana nih, gue harus ngumpet dimana nih,"Panik Cecil. Di tengah kepanikanya, Samuel menarik tangan Cecil masuk kedalam lubang meja yang cukup besar, muat untuk menyembunyikan tubuh kecil Cecil.
"Masuk."Atas seizin Samuel, orang diluar sana membuka pintu. Seorang wanita dengan wajah kalem dan senyum manis. Siapa lagi guru tercantik di SMA ini kalau bukan bu Amanda.
"Selamat siang pak,"Sapa Manda menunjukkan senyum termanis nya, siapapun akan tergoda dengan manis bibirnya.
"Siang juga bu Manda, silahkan masuk,"Sambut Samuel hangat.
Samuel kembali duduk di kursinya setelah mempersilahkan Manda duduk di depanya.
"Ada apa ya bu Manda?"
Amanda menyelipkan ujung rambutnya kebelakang teling"engga ada apa-apa pak, cuma tadi liat ada berisik-berisik di ruang olahraga, saya penasaran jadi saya kesini."
Duh mampus, gimana kalau bu manda tau ada cecil disini dan dia pura-pura ga tau, bisa selesai masa jaya cecil sebagai primadona sekolah.
"Oh tadi saya lagi taro barang, terus barangnya jatoh."
"Hati-hati dong pak kalo taro barang, oh ya, pak samuel udah makan belum?"
Samuel menggeleng"belum, bu Manda sudah makan?"
"Belum, tapi kebetulan saya bawa bekal lebih."
Cecil memutar bola matanya malas, halah ternyata tadi cuma basa-basi, ternyata niat utamanya emang pengen makan sama Samuel, murahan banget iyuh.
Amanda menaruh 2 kotak bekal berisi nasi dan beberapa lauk ayam, sambal dan omelet keju kesukaan Samuel juga ada.
Memang bekalnya dia buatkan khusus untuk Samuel.
Amanda mulai menikmati makananya, berbalik dengan Samuel yang hanya tersenyum dan memperhatikan Amanda.
"Ayo pak dimakan, nanti makananya dingin ga enak loh rasanya."
"Bu Manda duluan saja, saya tidak lapar."
"Atau bapak mau saya suapin?"tawar Amanda.
'Idih ganjen, gue calon istrinya asal lo tau aja ya nenek lampir,'Cibir Cecil dalam hati.
Samuel melirik sekilas ke bawah, Cecil terlihat begitu imut kalau dilihat dari atas begini, pipinya begitu mekar seperti bakpau, kalau tidak ingat Bu Amanda ada disini, sudah dia lahap Cecil habis-habis. tangan Samuel mulai mengelus-elus lembut rambut Cecil, Cecil mencebikkan bibirnya, mentang-mentang kondisi Cecil sedang kepepet, pria itu malah memanfaatkan keadaan.
Samuel meraih tangan Cecil, alis Cecil berkerut, matanya menyalak marah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Samuel mulai mengarahkan tanganya Cecil ke sebuah gundukkan di bawah perut, tangan Cecil merasakan aneh dengan tekstur yang menggelikkan di tanganya. Gundukan itu terasa semakin besar dan keras ketika jari jemari Cecil menggesek celana Samuel.
"eeummm..."Desah Samuel pelan.
"kenapa pak?"Tanya bu Amanda.
Samuel menggeleng-geleng kecil, mencoba bertahan dengan rasa sesak di dalam celananya.
Pipi cecil merah padam, dia menutup mulutnya saat melihat sesuatu yang besar dan keras menonjol di genggaman tanganya.
"Maaf Bu, saya harus ada urusan lagi setelah ini, kita bisa ngobrol lagi nanti,"Jelas Samuel begitu lembut. Mengerti dengan maksud pria itu, Amanda segera menyelesaikan kunyahanya, lalu kembali merapihkan bekalnya.
"Oh iya Pak, saya juga harus mengajar lagi, nanti kita bisa ngobrol lagi di ruang guru, saya permisi dulu pak,"Pamit Amanda, kemudian pergi keluar dari ruang olahraga.
Setelah dirasa Amanda cukup jauh, Samuel langsung mengalihkan pandanganya pada Cecil, Cecil buru-buru keluar dari dalam kolong, mengusap-usap tanganya ke rok, sekarang dia merasa tanganya sudah tidak suci lagi.
Cecil berjalan mundur saat Samuel mulai mendekatinya.
"Kamu mau kemana?
"Jangan deket-deket!"Sentak Cecil.
Samuel berhasil meraih tangan Cecil"kamu harus tanggung jawab."
"engga!!!"Cecil menepis kasar jeratan tangan Samuel, kakinya buru-buru berlari ngibrit keluar dari ruang olahraga.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana benda sebesar itu masuk kedalam lubangnya yang sempit, bisa-bisa operasi kelamin Cecil kalau begini ujungnya. Cecil semakin yakin harus membatalkan rencana perjodohan yang bisa mengancam hidupnya ini.
****
"ARRGHHH GUE GA MAU NIKAH SAMA SI TUA MESUM ITU!!"Teriak Cecil menggema ke seisi ruang kelas. Untung tidak terlalu banyak orang disana, hanya ada ketiga temenya dan beberapa temen ceweknya yang juga sedang asik ghibah.
"Cil, Cil, lo ga kesambet setan burik di dalem ruang olahraga kan?"Tanya Crystin menempelkan punggung telapak tanganya ke kening Cecil"kening lo ga panas, kayaknya otak lo yang panas. "
"gue ga tau lagi harus berbuat apa, gue mungkin bakal mati berdiri kalo gue bener-bener jadi istri dia,"Misuh Cecil, membuat teman-temannya mengerutkan dahi.
"Lo lagi ngomongin apa, ngomongin siapa?"Tanya Luna bingung sendiri.
Sekarang bagaimana Cecil menjelaskan pada teman-temanya kalau orang yang dijodohkan denvanya adalah si sambal terasi. Mereka pasti akan bilang hoaks. Tapi Cecil tetep akan mengatakanya.
"kalian masih inget ga soal perjodohan gue?"ketiga temanya mengangguk kompak. Sebenarnya Eva lupa. Tapi karena Luna dan Crystin ngangguk-ngangguk jadi dia ikutan juga.
"orang yang mau dijodohin sama gue itu."Cecil menjeda ucapanya"Pak Samuel."
"apa?!!!"teriak mereka kompak lagi. Iya, Eva lagi-lagi cuma meramaikan doang.
"LO GILA APA, KALO HALU YANG NALAR DONG, MASA LO MAU DIJODOHIN SAMA PAK SAM....."Cecil langsung membekap mulut Crystin cepat sebelum mulut rombengnya menghancurkan hidupnyaa.
"gue parut mulut lo crys."
Crystin tertawa terbahak-bahak"ya halu lo ga ngotak sih, Masa iya pak samuel yang gantengnya mirip lee minho bisa di jodohin sama lo, imposisal sekali."
"imposible crys,"Ralat Luna.
Drrttt....drrtttt....
Cecil melirik hpnya, tepat di layar hp terpampang nama Samuel sambel terasi memanggilnya.
"lo liat sendiri."Cecil menunjukkan layar hpnya pada teman-temanya apalagi pada Crystin yang sudah menghinanya begitu hina.
Cecil membesarkan volumenya.
"mamah kamu tadi telfon saya, hari ini kamu pulang sama saya."
"y."
"Saya sedang di kantin, kamu mau saya belikan sesuatu?"
"G."
Setelah mengatakan jawaban singkat tidak berguna itu, Cecil menutup panggilannya.
"wah demi apa demi apa, lo beneran mau di jodohin sama pak Samuel?! wah lo tuh harus banyak-banyak bersyukur, lo tuh jadi manusia paling beruntung di dunia ini tau ga!"
"manusia paling sial malah,"Balas Cecil memutar bola mata malas.
"terus lo terima perjodohan itu?"Tanya Luna penasaran.
"Ya belum lah, kalo gue lagi mabok juga ga bakal mau jadi jodohnya."
"lo ga tau ada ribuan cewek di luar sana yang mau jadi pacar pak samuel dan lo malah nolak dia, sinting, se cantik apa sih emangnya lo cil,"Cerocos Crystin.
"belalainya pasti juga gede banget."
Entah kenapa, refleks pipi Cecil memerah, bayangan kejadian tadi kembali berputar-putar di kepalanya.
"emang pak Samuel punya belalai ya?"Tanya Eva dengan wajah polosnya.
"punya va, belalainya gede banget, berurat lagi, kalo masuk ke goa, beuhhh ah rasanya mantap, lo mau cobain juga?"
"jadi pengen liat belalainya pak Samuel, yuk kita liat yuk Crys."
Luna menepuk lengan Crystin, Crystin hanya menjawabnya dengan tawa renyah, emang molosin Eva adalah hal paling menyenangkan di dunia ini.
BRAKKK.....
"eh pocong, pocong,"Kaget Crystin.
"jadi gue harus apa, gue ga mau dijodohin sama sambel trasi mesum belalai gede itu."
"darimana lo tau belalai dia gede?"Tanya Luna. Crystin menatap Cecil penuh selidik, yang pasti sudah siap menuduh dengan isi otak mesumnya.
"Jangan-jangan lo udah pernah liat ya, wah gede ga, gede ga?"Pikiran Cecil melayang pada kejadian tadi, bayangan benda aneh dan menjijikan itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Arrrghhh, seumur hidup dia tidak ingin memegang benda seperti itu lagi.
"Bisa ga sih sehari lo gausah ngomongin belalai, otong, jhony dan antek-anteknya, mending lo bantu gue cari solusi biar gue ga jadi di jodohin sama si sambel terasi mesum itu."
"lo harus bundir,"Saran Crystin.
"Lo gila ya, sepengen itu lo liat gue meet up sama malaikat maut,"Desis Cecil sebal.
Dari dulu Crystin memang agak sensi sama dia, tapi ya ga nyuruh Cecil bunuh diri juga kali.
Cecil melirik Luna. Cuma dia sahabat yang akan memberikan solusi terbaik yang begitu logis untuk sahabatnya.
"Crystin bener, jalan satu-aatunya bunuh diri."
"Emang gila lo semua!!"
****
"Pak Samuel, pak samuel!!"Teriak Crystin heboh berlari kearah Samuel yang baru saja keluar dari ruang guru.
"tolongin temen kita pak, temen kita si Cecil mau bunuh diri pak,"Ujar Crystin melilitkan tanganya ke lengan tangan Samuel. Badanya terus menempel-nempel ke badan Samuel, Moduss muluzzzzz. Kapan lagi bisa peluk-peluk cogan nyata kayak gini.
"Bunuh diri?!"Mata Samuel terbelalak lebar"kalian jangan bercanda."
"Ngapain kita bercanda soal ginian pak,"Jawab Luna, wajahnya sudah meyakinkan seakan-akan Cecil memang ingin bunuh diri, jago akting juga si Luna ini.
"dimana Cecil sekarang?"
"saya ga tau dimana dia pak, dia tadi telpon dan bilang katanya dia mau mengakhiri hidupnya karna ga mau di jodohin, gimana dong ini pak, kalo beneran dia nekad ngeakhirin hidupnya."
"apa, Cecil bunuh diri beneran?!"Tanya Eva kaget di tengah-tengah kepanikan itu"katanya dia cuma pura-pura mau bunuh diri biar ga jadi di jodohin sama pak Samuel,, kenapa sekarang bunuh dirinya beneran."
Crystin membekap mulut Eva"lo bisa diem ga sih va, lama-lama gue yang bunuh lo."
"mmm..mmm...."