LAMARAN

2175 Words
Suasana rumah Cecil sudah begitu bising dan ramai sejak subuh tadi. Beberapa orang mondar-mandir kesana kemari mengurusi pekerjaanya masing-masing. Para tetangga dan beberapa ibu-ibu yang mamah bayar untuk memasak, membuat kegaduhan yang begitu keras sampai Cecil tidak bisa menikmati harinya. Ya, hari ini tepat hari lamaran Cecil dengan Samuel. Jam delapan malam nanti Samuel akan datang kerumahnya untuk melamar dengan keluarga besarnya, awalnya papah menyarankan untuk membuat pesta lamaranya kecil-kecilan saja, namun mamah memaksa untuk membuatnya meriah karena kalau di fikir-fikir Samuel adalah keluarga kaya, pasti acara pertunangan biasa-biasa saja membuat keluarganya malu bukan kepalang. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, dua orang perias dari salon ternama yang di pesan khusus oleh Samuel sudah selesai memoles wajah Cecil. Memang benar ya ada harga ada rupa, kata mamah make up salon pesanan Samuel ini di bandrol cukup mahal, bisa sampai dua puluh juta hanya untuk satu orang, itu juga belum masuk ke paket komplit. Saat melihat pantulanya dirinya sendiri di dalam kaca, dia merasa begitu sangat amat cantik. Dandananya tidak terlalu menor atau pucat, ini pas, make up yang diinginkan Cecil. "Duh emang kalo udah cantik dari sananya, mau di dandanin seberapa pun bakal tetep cantik ya,"puji si perias menatap kagum hasil polesanya. "Makasih doanya kak." 'Semoga doa buruknya tidak akan di kabulkan, amin,"Gumam Cecil dalam hati. "Semoga acaranya lancar ya dek Cecil, semoga bisa langgeng sama mas Samuel sampai maut memisahkan,"Kata perias itu menyalami tangan Cecil sebelum pamit. Tidak lama setelah para perias itu pergi. BRAKKK.... Pintu kembali terbuka, tiga orang tanpa sopan santun, emang mereka tidak punya sopan santun. Masuk kedalam kamar. Siapa lagi kalau bukan si tikus Crystin, Luna dan Eva. "duh anak ciapa ini anak ciapa, cantik banget kayak bidadari loh,"Ujar Crystin mencubit kedua pipi chuby Cecil gemas. "anak dajal,"Jawab Cecil singkat. Kemudian Cecil kembali duduk didepan meja rias, melihat pantulan dirinya yang begitu cantik namun terlihat begitu menyedihkan. "gimana caranya bunuh orang tapi ga di penjara?" "sewa orang buat bunuh dia." "jangan ngebunuh, nanti kan ga usah dipenjara,"Saran Eva. Luna yang sama sekali tidak memberi saran hanya tertawa melihat obrolan ketiga teman-teman gobloknya itu. "Lama-lama lo yang gue bunuh va,"Geram Cecil. Crystin menepuk pundak Cecil"tenang aja cil, lo gausah khawatir, nanti abis lo nikah, gue juga bakal nyusul nikah, besti kan harus kompak iye kan." "nikah sama siapa?"Tanya Luna. "sama pak Samuel lah, jadi istri keduanya."Crystin tertawa terbahak-bahak. "aku, aku juga mau jadi istri ketiganya." Eva mengangkat tangan seolah-olah dia anak SD yang pengen jawab pertanyaan dari gurunya. "Semua aja mau jadi istri Samuel, lo ga mau juga jadi istri Samuel lun?"Cecil malah menawarkan. Sudah kepalang gila, gila saja sekalian. "lo udah kasih tau Arkan cil?"Tanya Luna, membuat Cecil yang tadi sempat melupakan masalahnya kembali muram. "Arkan juga mau jadi istrinya pak Samuel ya?"Tanya Eva dengan polosnya. "va lo mending diem deh kalo ga mau gue tenggelemin di sungai yamuna,"Ancam Crystin menatap sengit Eva. Cecil terdiam, sorot kedua matanya begitu kosong. "cil."Cecil menggeleng lemah. "gue ga tau gimana ngasih taunya, gue ga bisa bayangin gimana kecewanya dia nanti." "tapi kalo lo ga bilang, urusanya malah jadi tambah ribet." "beri gue waktu sebentar, gue bakal mastiin kalo hubungan gue sama Samuel cuma sampe tunangan, gue bakal batalin pernikahanya."Suara Cecil terdengar sedikit bergetar, hatinya kembali bergejolak menyuarakan tidak ingin menjadi istri Samuel. "kita dukung apapun yang lo lakuin asal lo bahagia cil."Luna memeluk tubuh sahabatnya. "ahh lucu banget sih."Crystin ikut memeluk kedua sahabatnya itu. Eva jadi paket lengkapnya. **** Acara sudah di mulai, baru saja Samuel menjawab beberapa pertanyaan kenapa dia ingin melamar anak pratama. Jawaban yang cukup menyentuh dan romantis, tapi tetap saja terkesan alay dan menjijikan di telinga Cecil. "Baiklah, kepada saudara Cecilia, sudah di tunggu oleh saudara Samuel, saudara Samuel sudah tidak sabar menunggu kehadiran mu,"Ujar si MC. Dengan di tuntun oleh Luna. Crystin dan Eva di belakangnya, Cecil menuruni satu persatu anak tangga. Semua mata tertuju pada Cecil saat ini, Gaunya yang menjuntai panjang hingga menyentuh lantai menambah keanggunan gadis itu. Samuel saja bahkan sama setidak bisa mengalihkan pandangannya berdecak kagum pada kecantikan calon istrinya. Setelah sampai di bawah. Cecil berdiri samping berhadapan dengan Samuel. Tidak di pungkiri, hari ini Samuel terlihat begitu gagah dengan jas yang membalut tubuh seksinya. "kamu cantik hari ini,"Bisik Samuel tepat di telinga Cecil. Pipi Cecil langsung merah padam, entah kenapa dia malah mengingat saat bibir Samuel mengecup lembut bibirnya. Dan sialnya kenapa pikiran itu datang pas momen-momen seperti ini. Cecil dan Samuel mulai menjalani proses demi proses pertunangan. Mulai dari mengungkapkan rasa satu sama lain, tentu saja di selimuti kata-kata kebohongan. Sampai pemasangan cincin berlian mahal di jari manis mereka. Kebahagiaan terasa menyelimuti semua orang yang ada di ruangan itu, tidak termasuk dengan Cecil, baginya ini semua itu neraka. **** Pesta pertunanganya sudah selesai, Cecil mengajak Samuel keatas rooftof rumahnya, memang ada tempat lain yang lebih aman selain rooftof, masa dia harus mengajak Samuel ke dalam kamarnya, bisa-bisa dia habis dimakan om-om mesum sok tenang itu. Dari ruang bawah sampai diatas rooftof, Samuel sama sekali tidak mau mengalihkan pandanganya dari Cecil, senyumnya terus merekah seolah-olah Cecil adalah sesuatu yang membuatnya begitu sangat amat bahagia. "kenapa? Aneh ya liat gue pake gaun kayak gini? Sebenernya gue juga ga mau pake beginian kalo ga di paksa,"Dumal Cecil menendang-nendang dresnya. "bagus kok, terlihat lebih cantik,"Puji Samuel, manik cokelat matanya tidak lekang menatap Cecil, seakan-akan hanya Cecil yang paling menarik saat ini dan yang lainya ngeblur. "kemana aja lo, gue mah emang cantik dari lahir ya."Pede Cecil. Lagi-lagi Samuel hanya tertawa kecil, sama sekali tidak ingin mengalihkan pandangannya dari wajah Cecil. Seolah-olah cuma Cecil yang menarik dimatanya sekarang. "apa sih lo liat-liat terus, risih tau ga." "Saya mau anak kota secantik ibunya." "Ya harus, soalnya kalo mirip bapaknya jelek." "oh iya bentar."Cecil membalikkan badanya, merogoh-rogoh diantara kedua buah dadanya dan mengeluarkan sebuah kertas yang di tekuk-tekuk kecil, karena tidak ada saku di gaunya, jadi dia menaruh kertasnya di tengah-tengah dada. Cecil kembali membalikkan badanya dan menyodorkanya pada Samuel"baca." Tanpa bertanya lagi Samuel langsung mengambilnya, membuka isi kertasnya yang ternyata cukup panjang dan mengular, disana tertulis 'aturan untuk pak Samuel spd.i yang terhormat.'Alis Samuel berkerut. "itu semua peraturan yang harus lo patuhi selama kita jadi tunangan. Lo baca dah semuanya." "253 peraturan?" Cecil mengangguk-angguk"selama tunangan ini, lo ga boleh kasih tau ke siapapun kalo itu udah tunangan." "Termasuk pak Jamal?" "Bahkan kucing di sekolah kita pun ga boleh tau kalo kita tunangan, ngerti ga? "Samuel hanya mengangguk-angguk paham. "Tapi yang paling penting sih lo ga boleh ngelarang gue buat jalan sama Arkan." "kuburan baru itu?" Cecil menatap malas guru yang sekarang sudah menjadi kekasihnya itu"namanya Arkan, bukan kuburan baru, lo jangan seenaknya manggil nama pacar gue ya." "secinta itu ya kamu sama kuburan baru itu." "namanya Arkan A.R.K.A.N bukan kuburan baru. Ya jelas lah, cinta gue ke dia tuh udah ga bisa di deskripsiin pake kata-kata, sampe mati juga gue bakal tetep cinta sama Arkan." Senyum di bibir Samuel menghilang"saya cemburu,"Kata Samuel to the point. Samuel memang si simple itu dalam mengungkapkan perasaanya. "Jadi, kalo kamu boleh pacaran dengan Arkan, saya boleh dekat dengan bu Manda." "Ya ga boleh lah,"Jawab Cecil lugas di detik berikutnya. Entah ya, walau Cecil benci banget sama Samuel, tapi kalau melihat ada mendengar Samuel sedang dekat dengan Manda, rasanya ada sesuatu menusuk dadanya. Benci saja melihat Samuel akrab dengan Manda. "Kamu boleh dekat dengan pacarmu, tapi saya tidak boleh dekat dengan bu Manda, curang." "Bukanya curang, gue ga suka aja lo deket sama guru sok kecantikkan itu, jijik liatnya." "Bu Manda emang cantik kok."Refleks Cecil mencubit keras perut Samuel. Moodnya yang sudah berantakan karna Samuel muji-muji cewek sok kecantikan itu. "Yaudah kalo bu Manda cantik kenapa ga nikahin bu Manda aja sana, pinter dandan, pinter masak lagi, jauh banget kalo di bandingin sama gue." Samuel terkekeh kecil, mengerling penuh arti pada Cecil"kamu cemburu?" "Idih siapa juga yang cembu....."Cecil menghentikkan ucapanya saat Samuel tanpa aba-aba tiba-tiba maju beberapa kearahnya, membuat jarak mereka begitu dekat. Cecil menengguk ludahnya kasar, bayangan tetang malam itu masih terus terngiang-ngiang di kepalanya, ciuman sepihak tanpa persetujaun yang membuat Cecil tidak bisa tidur seharian, apalagi mengingat kalau Crystin bilang ciuman juga bisa bikin hamil. Aahhhh, Cecil tidak mau hamil muda. Samuel sedikit menundukan tubuhnya mensejajarkan tinggi Cecil, sekarang Cecil bisa melihat dengan jelas wajah Samuel. "gue ga mau dicium lagi!!"Teriak Cecil keceplosan. "di cium?" "iya waktu itu lo nyiu......"Cecil menghentikan ucapanya. 'duh lo kenapa sih cil, mabok baygon ya! Mampus sekarang harus ngeles apalagi,' Maki cecil pada dirinya sendiri dalam hati. "kamu mau ngomong apa tadi?" "ta...tadi lo mau nyium gue kan?! Ngaku aja lo." "kamu mau saya ngelakuin hal itu." Samuel sudah memajukan tubuhnya, entah sejak kapan sudah mengunci pergerakan Cecil. Fikiran Cecil kembali melayang pada kejadian malam itu, ciuman manis yang membuatnya seharian uring-uring tidak bisa tidur. Cecil mendorong kasar tubuh Samuel jauh dari hadapanya"dasar mesum, belum nikah udah main nyosor-nyosor aja, gimana nanti kalo udah nikah,"Ketus Cecil mencoba menghilangkan deg-degan di dadanya. Samuel mengambil sesuatu yang menyangkut diatas rambut Cecil, memang niatnya tadi mau ambil itu, keburu Cecil salah paham. "Saya cuma mau ambil ini." Duh, bisa-bisanya Cecil malah mikir Samuel akan menciumnya. Dasar mesum, otak kotor. Ini gara-gara dia sering bergumul dengan golongan Crystin. "jadi kita mau punya anak berapa?"Tanya Samuel benar-benar keluar jauh dari topik. "aneh lo ya, baru juga tunangan udah mikirin punya anak berapa aja." "semua kan harus di rencanakan." Memang pintar saja Samuel menjawab pertanyaan, pantas dia jadi guru. "ya kalo gitu ga sekalian nyari nama buat anak-anak kita nanti." "boleh." Cecil menepuk jidatnya keras, ini baru tunangan loh, belum nikah, coba kalau nikah, bisa gila Cecil meladeni si sambel terasi ini. "kamu mau punya anak cowok atau cewek, ayaknya kita butuh anak kembar." "Gue mandul, gausah berharap apa-apa," Balas Cecil geram membalas sekenanya. Drrttt....drrtttt..... Hp Cecil bergetar, Cecil langsung membukanya. Disana tertulis panggilan dari Jeje, Jeje adalah salah satu teman Arkan, tumben sekali dia nelfon malam-malam begini. "halo je, kenapa?" "cil....Arkan cil."Dari seberang sana nafas Jeje terdengar ngos-ngosan. "Arkan kenapa je?" "Arkan kecelakaan."Tubuh Cecil hampir kehilangan pijakanya kalau Samuel tidak buru-buru menopangnya dari belakang. "gimana bisa kecelakaan? Sekarang lo dimana? Di rumah sakit mana? Gue bakal kesana sekarang,"Cecar Cecil panik. "lo ada dirumahkan, nanti gue jemput lo." "gue tunggu."Setelah panggilanya berakhir, Cecil langsung bergegas turun ke bawah. "ada apa?"Tanya Samuel yang ikut panik mengejar Cecil. Namun Cecil tidak membalas pertanyaan Samuel. "Cecil." "Arkan kecelakaan, puas lo!"Tukas Cecil. Tidak berselang lama setelah Cecil keluar dari teras rumahnya, sebuah motor cbr berwarna merah berhenti tepat di depan gerbang rumahnya. "Cecil."Tangan besar Samuel menghentikkan langkah Cecil. "saya tidak mengizinkan kamu pergi,"Katanya sangat begitu serius, mata elangnya sempat membuat Cecil bergidig ngeri. "jangan kira gue mau nerima lo dan lo berfikir gue suka sama lo, lo ga berhak ngatur-atur hidup gue, lo ga bisa ngekang-ngekang gue."Cecil melepaskan cengkeraman tangan Samuel dari lenganya. "ayo je."Dia naik keatas motor Jeje. Sedikit ragu karena tatapan Samuel, tapi Jeje tetap menjalankan motor besarnya membelah jalanan yang cukup lenggang malam ini. **** Kaki Cecil berlari kecil melewati lorong-lorong rumah sakit, Jeje yang memandu Cecil di depan menunjukkan ruangan dimana Arkan di rawat, tadinya Arkan dibawa di ugd, tapi dia sudah di pindahkan ke ruangan pasien biasa. "ini ruanganya." Tanpa menunggu, Cecil langsung saja membuka pintu ruangan Arkan. Tubuhnya langsung lemas saat melihat selang-selang impusan melilit di tubuh Arkan, kepala, tangan kanan, dan kaki kirinya terlihat di bebat. "sayang."Cecil berlari kearah Arkan, langsung memeluk tubuh pria yang sekarang terbaring begitu lemah"kamu kok jadi begini sih, aku kan udah bilang gausah balap-balapan motor lagi, aku ga suka." Arkan sama sekali tidak menjawab cecaran dari Cecil, tatapan matanya saja terlihat begitu kosong, entah apa yang dia fikirkan. "dia mabok cil,"Tutur Jeje. Cecil melepaskan pelukanya, menatap Jeje sedikit marah. "kenapa lo ngizinin dia mabok, kan gue udah bilang jangan pernah ngajak pacar gue mabok-mabokan!"Murka Cecil kepalang emosi. "dia yang ngajakin kita mabok." Arkan tertawa getir mendengar penuturan Jeje dan sikap panik Cecil. Dia mencoba untuk bangkit duduk. "kenapa kalo aku mabok, kamu masih peduli sama aku?" "kok kamu ngomongnya gitu sih, ya aku pasti peduli lah sama kamu." "terus gimana sama pak Samuel." Cecil langsung melihat kearah Jeje, Ares dan Guna. Merasa mengerti, mereka bertiga langsung keluar dari ruangan. Membiarkan Arkan dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. "kenapa, kamu malu?" "aku udah ngomong ini berapa kali sama kamu, aku ga ada perasaan apa-apa sama pak Samuel, aku terpaksa menerima perjodohan ini, aku masih sayang banget sama kamu Arkan, aku ga pernah berniat menghianati kamu by." "kata siapa, lama-lama kamu juga pasti suka."Arkan melirik cincin cantik yang beberapa jam di pasang di jari jemari cantik Cecil. Cecil langsung melepaskan cicin tersebut. Tanpa ragu dia melepaskan cicin itu, lalu berjalan kearah jendela dan melemparkan cincin seharga puluhan milyar itu. "liat, segampang itu aku buang barang pemberian Samuel, kalo kamu minta aku buat jauhin Samuel, aku bakal nurutin semua kemauan kamu, asal pleas kamu juga dengarin aku dan jangan pernah ada niatan buat tinggalin aku."Setitik air mata mulai jatuh di pipi chubby Cecil. Arkan menarik tangan Cecil, memeluk tubuh kekasihnya erat, beberapa kali dia mencium pucuk kepala Cecil saat gadis tersebut mulai terisak di dalam dekapanya"maafkan aku."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD