Suasana kantin cukup lenggang hari ini. Iyalah, setiap hari kantin lantai paling atas ini selalu sepi, yang bisa makan disini hanya anak-anak orang kaya. Wajar karena ini kantin elite, semua makanan disini terbilang paling mahal diantara dua kantin di sekolah ini. Dari mulai steak, aneka seafood, sampai jenis sushi juga ada. Belum lagi dengan minumanya. Tidak ada minuman rencengan atau es teh buatan sendiri di plastik. Disini cuma tersedia boba, chatime, dan kopi starbuck. Jadi hampir semua yang masuk ke kantin ini hanya anak orang-orang kaya saja.
Cecil, Cristyn, Luna, dan Eva sedang menikmati steak mereka sambil mendengarkan penuh khitmat cerita Crystin bertemu dengan para cogan-cogan di selama hidupnya.
"eh, eh itu kan pak Samuel sama bu Manda,"Kata seorang cewek yang duduk di samping kursi mereka.
Cecil dan teman-temanya langsung mengalihkan pandanganya pada Samuel dan Amanda yang tengah memesan chatime. Mereka berdua saling mengobrol dan tertawa bahagia, memang terlihat sangat cocok kalau dilihat-lihat.
"katanya mereka lagi pdkt?"
"kalo emang beneran pdkt gue dukung sih, cocok banget gitu. Pak samnya ganteng bu Mandanya cantik."
"dih apaan, gaada cocok-cocoknya gitu, lebih cocokan sama Cecil lah, iya kan Lun."Cristyn menyenggol lengan Luna.
Luna mengangguk-angguk sepakat"lebih cantikan Cecil juga. Iya kan va?"
Cecil, Crystin, dan Luna melirik kearah Eva, menunggu Eva memberikan pembelaan untuk Cecil.
"mereka cocok banget, semoga mereka beneran jadian, terus nikah dan punya anak, amin,"Tambah Eva.
"udah gausah dipikirin, dia emang bukan temen kita."Crystin menyikut lengan Cecil.
Refleks tanpa Cecil sadari kedua tanganya mengepal erat. Rahangnya mengeras. Bukan cemburu, tapi kenapa Samuel harus sama si bu manda itu, guru ganjen, centik dan sok cantik yang paling Cecil benci. Dulu juga Arkan sempat di gosipkan pdkt dengan bu Amanda, katanya Arkan yang deket-deket duluan, padahal bu Mandanya aja yang kayak cacing kepanasan.
***
Tok...tok...tok...
Cecil mengetuk pintu ruangan bu Amanda. Tidak ada ruang guru disini, semua guru memiliki satu ruangan masing-masing yang di berikan fasilitas ac. kata kepala sekolah agar para guru merasa nyaman, kalau sudah nyaman, ngajar juga jadi bakal nyaman.
Ckleek...
Cecil tidak sengaja membuka pintu ruangan bu Amanda karena posisinya memang tidak di kunci. Cecil membuka sedikit pintunya perlahan tanpa berniat menimbulkan suara sedikit pun.
Dia mengurunkan niatnya untuk masuk saat melihat bukan cuma bu Amanda yang ada di dalam sana, tapi ada Samuel juga. Pria itu tengah duduk berlutut di depan Amanda.
"aw...aw..."Ringis Amanda saat Samuel menempelkan pelan kapas di lutut mulus wanita cantik itu.
"Tahan ya,"Kata Samuel dengan suara begitu lembut.
"Eumm, maaf ya pak sam jadi ngerepotin gini, Harusnya saya lebih hati-hati kalo jalan."
"Tidak masa...."
Jduggg!!
"Aduh."
Kening mereka saling berbenturan, Amanda meringis dan langsung memegangi keningnya.
"Saya minta maaf, saya minta maaf," Kata Samuel mengusak-usak lembut kening Amanda dan terus menerus mengucapkan kata maaf.
"Hahaha saya gapapa pak, kening bapak pasti sakit juga kan."Baru saja Amanda ingin menyentuh kening Samuel.
BRAKKK....
Cecil menggebrak meja dengan tumpukan buku di tanganya. Suara gebrakanya membuat Samuel dan Amanda berjengit di tempatnya.
"bu ini tugasnya,"Kata Cecil, dia bicara pada Amanda tapi tatapanya terus tertuju pada Samuel yang kini tengah memasang wajah sama sekali tidak merasa bersalah.
Wah hebat, dia baru aja kepergok romantis-romantisan sama cewek lain di depan calon istrinya, dan dia masang muka santai banget.
"kamu kalo masuk ketok pintunya dulu,"Komplen Amanda.
"maap bu, ruangan ibu ga di kunci, yaudah bu saya ijin balik ke kelas."Cecil melenggangkan kakinya keluar dari ruangan Amanda.
"lain kali kalo mau pacaran jangan disini dong, di hotel sekalian, dasar guru jaman sekarang,"Sindirnya dengan intonasi cukup keras, membuat Amanda dan Samuel bisa mendengar sindiranya.
****
Parkiran khusus guru sudah sepi. Hanya tinggal tersisa empat mobil saja. Salah satunya mobil Samuel, mobil brio hitam tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan mobil-mobil mahal yang tersisa disana. Guru lain pasti akan menganggap Samuel hanya pria biasa dengan hidup Sederhana, kalau mereka tau saja ada empat buah mobil brio, satu lamborghini, dan dua mercedes benz dirumahnya, mereka pasti akan benar-benar menghormati Samuel.
Samuel membukakan pintu untuk Cecil, dia menutup kembal pintunya setelah Cecil masuk kedalam.
"Pak Samuel!"Teriak seseorang sedikit berlari kearah Samuel. Tanpa menebaknya, Samuel sudah tau siapa orang itu.
"Pak Samuel mau langsung pulang?"Tanya Amanda. yang dibalas anggukan kecil oleh Samuel.
Amanda melirik hpnya sekilas"Adik saya ga bisa jemput pak, tadinya saya mau nebeng di pak sam, tapi kalo pak sam ga bisa gapapa kok, saya bisa naik ojek atau nebeng ke guru lain,"Jelas Amanda.
Padahal dia sendiri yang menyuruh adiknya untuk tidak menjemput karena emang dia ingin pulang dengan Samuel.
"woy sambel terasi, kok lama banget sih!"Protes Cecil sambil menurunkan kaca jendelanya. Ekspresi kesal Cecil semakin di tambah kesal saat melihat ternyata yang membuat lama karena Samuel mengobrol dengan Amanda.
'ngapain sih amandel ini, ganjen banget ngikutin samuel mulu, dasar gatel,"Gerutu Cecil menatap sinis pada Amanda.
"Cepet dong, gue mau pulang nih!"
"Bu Manda mau ikut kita, katanya adeknya tidak bisa jemput,"Jelas Samuel dengan suara kecil.
"ya terus apa peduli gue,"Desis Cecil.
"kamu duduk di belakang dulu ya, biar bu Manda...."
"ga, enak aja, masa gue duduk di belakang, dia aja sana yang duduk di belakang, atau pesenin dia ojek kek, susah-susah amat jadi orang,"Dengus Cecil melipat kedua tanganya di depan dada sambil menyebikkan bibirnya, ngambek ceritanya.
"nanti saya kasih boba."
"dih, serendah itu harga diri gue, ga pokoknya gue ga mau pindah apapun yang lo kasih."
"boba plus ice cream strawberi 20 box."
"deal."Kalo urusan strawberi, Cecil tidak bisa menolaknya.
Alhasil Cecil akhirnya duduk di kursi belakang setelah beberapa rayuan dan iming-iming dari Samuel. Tapi harusnya tadi Cecil turun dan naik angkot saja daripada harus melihat Samuel mengobrol mesra dengan Amanda. Kayaknya si sambel terasi ini lupa kalo di belakangnya ada calon istri, awas aja, akan Cecil balas nanti.
"terus pak Jamal ngomong gini, emang pak Samuel sama bu Amanda tuh cocok ya, mukanya aja mirip, saya doain semoga jodoh,"Kata Amanda tertawa kecil sambil menepuk-nepuk lengan Samuel.
'ih jijik banget si jablay megang-megang calon suami orang,'Umpat Cecil dalam hati.
"khmm...khmmm..."Cecil merentetkan batuk palsu, membuat obrolan antara Amanda dan Samuel terpaksa harus berhenti.
"oh iya lupa kalo ada Cecil disini."Amanda terkekeh-kekeh kecil, sok paling imut di depan Samuel.
'Ih itu lipi kili idi cicil, bacot banget jadi orang,'Cibir Cecil dalam hati, berusaha sebisa mungkin untuk tidak menjambak rambut perempuan caper di depanya.
"Cecil itu sodaranya pak samuel ya?"Tanya Amanda.
Cecil sebenarnya tidak mau bilang pada siapa-siapa kalau Samuel adalah calon suaminya, malah dia mau ga ada siapapun yang tau, bahkan sahabat-sahabat dugongnya yang pasti bakalan ember dan seluruh dunia tau kalo Cecil mau jadi istri Samuel.
"sebenernya saya calon ist...."
"iya, dia sepupu saya,"Potong Samuel cepat.
Alis Cecil mengerut, beneran ga bisa di biarin si sambel terasi ini, sudah mesra-mesraan bareng si Amanda, sekarang coba nutup-nutupi hubunganya sama Cecil.
"oh, pantes sedikit mirip."Amanda membulatkan mulutnya. Sebenarnya dia sedikit khawatir karna dia sudah cerita banyak tentang perasaanya pada samuel ke cecil, apa cecil sudah memberitahu samuel tentang perasaan amanda? Kalau samuel tau amanda diam-diam mencintainya, apa dia tidak akan menjauhi amanda? Sekarang amanda di dera rasa khawatir.
"pasti bersyukur banget ya punya sepupu baik banget kayak pak Samuel."
Amanda tersenyum kecut melihat tidak ada respon sama sekali dari Cecil, dia memalingkan wajahnya kembali menatap kedepan.
"pak nanti turun di g**g depan aja ya pak,"Pinta Amanda menunjuk g**g yang tidak jauh dari sana.
"makasih ya tumpanganya pak, maaf ngerepotin, sampai ketemu besok pak, see you."Amanda melambai-lambaikan tanganya.
Samuel hanya membalas dengan senyum manis yang membuat mata sipitnya tenggelam.
Cecil keluar dari mobil, lalu membuka pintu mobil depan.
BRAKK....
Dia membanting pintunya keras hingga tubuh Samuel tersentak kaget. Hening, sepi, tidak ada yang mau memulai obrolan. Dih, sudi banget Cecil ngobrol sama fuckboy berkedok softboy kayak Samuel bentuknya, cuih.
"kamu laper?"Tanya Samuel memecahkan keheningan.
"ga,"Jawab Cecil dingin tanpa menatap lawan bicaranya.
"saya laper, kita makan dulu ya."
"serah"
"kamu mau makan juga?"
"ga."
"kamu kenapa?"
Mata Cecil membola. dia tanya KAMU KENAPA? Samuel tuh polos atau ga ada otak sih, ganteng-ganteng kok bego. Sudah tau jelas salahnya malah nanya. Bikin Cecil nambah dosa aja karna ngomong kasar.
"gausah ngajak ngomong, mulut lo bau naga."Samuel menghela nafas, dia meminggirkan mobilnya ke sebuah minimarket kecil di pinggir jalan.
"saya mau beli minum, kamu mau titip apa?"
"ga."Cecil mengambil hpnya, lalu sibuk memainkan hpnya.
Tidak berselang lama, Samuel kembali dengan plastik putih besar, yang Cecil lihat ada beberapa snack, chiki dan coklat kesukaan Cecil, itu pasti barang buat nyogok Cecil biar ga ngambek lagi. ets, harga diri Cecil sekarang udah naik, ga bisa di sogok pake begituan.
"nih."Samuel menyodorkan botol kiranti pada Cecil.
Alis Cecil berkerut, kok bisa Samuel tau kalau ini haid pertama dia. Ternyata selain ganteng si sambel terasi bisa ngeramal juga ya.
"kok lo tau kalo gue lagi pms."
"kata bu Manda kalo cewek marah-marah ga jelas, berarti dia lagi pms."
"bu Manda, bu Manda terus, kenapa sih lo ga nikahin bu Manda aja, dia kan lebih dewasa, lebih bisa ngertiin lo, lebih cantik, lebih seksi, pokoknya idaman semua cowok lah."
"dia bukan tipe saya."
"terus tipe lo siapa, pak Jamal?"
"kamu."
"Ha. Ha. Ha. Ha."Dengan raut wajah datar, Cecil tertawa terpaksa.
Cecil merebut kiranti dari tangan Samuel "makasih."lalu dia menenggaknya setengah habis.
Samuel hanya bisa tertawa kecil melihat segala kelakuan Cecil yang selalu menggemaskan dimatanya"berarti kamu pms tiap hari ya."
"sok tau lo, kalo pms tuh sebulan sekali. Kalo tiap hari lo kira solat wajib."
"tapikan kamu marah-marah tiap hari."
"uhukkkk....uhukkkk...."Cecil tersedak minumanya.
"terserah gue dong mau marah-marah tiap hari kek, mau marah-marah tiap detik, kok lo yang pusing sih. oh lo ga suka, yaudah makanya cepet batalin pernikahan kita."
"saya suka cewek pemarah, tenang saja."
"oh ya, ada satu hal yang mau gue tanyain, kenapa lo ga mau ngakuin gue ke bu Manda kalo gue itu calon istri lo."
"kan kamu sendiri yang bilang jangan kasih tau semua orang kalo kamu calon istri saya."
"oh iya ya."sekarang rasanya Cecil malu sendiri karena telah uring-uringan menuduh Samuel pria hidung belang. Ternyata dia lupa sama ucapanya sendiri.
"ya kalo sama bu Manda mah boleh-boleh aja, bilang sekalian kalo kita mau menikah bulan depan."
"kamu cemburu?"
"gue."Cecil menunjuk dirinya sendiri.
"cemburu ke lo sama bu manda? ih ga sudi."
"Tapi mata kamu tidak bisa bohong."
Samuel menatap sekilas mata cantik Cecil, sebelum mengalihkan pandangannya kembali melihat jalanan di depanya.
"Emang mata gue kenapa hah, ada beleknya? Jijik banget nyemburuin lo sama si singgat nangka itu."
Samuel mengangguk-angguk mengerti
"berarti kalau saya ajak bu Manda makan malam besok kamu izinkan?"
"Ya ga boleh lah,"Jawab Cecil lugas di detik 0,0001. Samuel mengerling penuh arti pada Cecil.
"Ya maksudnya gini loh, Lo tuh udah punya calon istri, ya masa lo mau jalan sama cewek lain, nanti apa kata orang. Tapi ya kalo lo maksa gapapa sih, jalan aja sana makan malem, makan pagi, makan siang, sama sekali ga peduli gue,"Jelas Cecil panjang lebar.
Tanpa sadar, mobil Samuel sudah sampai saja di depan rumah Cecil. Samuel menghentikan mobilnya, buru-buru Cecil melepaskan saltbell yang melilit tubuhnya, sudah muak sekali melihat wajah Samuel. Dia membuka pintu, baru menurunkan satu kakinya.
"Cecil,"Panggil Samuel, membuat Cecil harus terpaksa membalikkan badanya"apa lag....."
Cup
Tanpa aba-aba Samuel mendaratkan bibirnya kekening Cecil, mencium kening gadis itu sekilas. lalu dia mengusak-usak atas kepala Cecil lembut"selamat malam."
Tubuh Cecil seketika membeku di tempatnya, jantungnya berdetak begitu kencang tidak beraturan, kedua pipinya terasa begitu panas, pasti sekarang pipinya sudah semerah tomat.
Arrghhh, apa yang salah dengan Cecil kenapa di cium pipinya oleh Samuel saja langsung panas dingin. Padahal Arkan sering melakukanya juga. Apa beda orang, beda sentuhan, beda rasa.
Arrghhhh Cecil tidak tau, yang dia tau hanya satu, perasaan ini bukan perasaan cinta, sampe upin ipin jadi anak sd, dia tidak akan pernah mencintai si sambel terasi menyebalkan itu.