STUDY TOUR

2878 Words
Cecil duduk di bangku paling depan bersama Luna. Sedangkan Crystin dan Eva duduk tepat di belakang mereka. "lo bawa popok ga va?"Tanya Crystin memulai candaanya. "popok buat apa?"Tanya Eva polos. "popok buat bayinya Crystin tuh,"Sahut Cecil. "lah lo seriusan punya bayi crys, namanya siapa, lo nikah kapan, kok ga ngundang- ngundang kita, ih beneran jahat deh masa ga tau hamilnya langsung punya anak,"Cecar Eva, benar-benar serius. "iya, bayi dugong."Crystin tertawa terbahak-bahak. "namanya dugong? Wah namanya bagus banget ya, cewek apa cowok?" Crystin menghela nafas sambil mengelu-elus dadanya pelan"ya allah beri hamba banyak kesabaran untuk menghadapi makluk seperti ini." "Crys, gue nanya serius cewek apa cowok biar nanti gue kasih kadonya gampang." "serah lo, serah." "malam anak-anak,"Sapa Amanda masuk kedalam bus, dengan rok span hitam dan blazer putih, Amanda terlihat anggun seperti biasanya. "pagi bu!!"Jawab semua murid kompak. "ayo masuk pak." Suara sepatu terdengar dari luar, perasaan Cecil tiba-tiba saja tidak enak. Raut wajah murid-murid cewek langsung cerah ceria saat melihat siapa yang masuk kedalam busnya, berbeda dengan Cecil yang langsung kehilangan moodnya. "karena pak Jamal sedang kurang fit, jadi study tour kelas 2 IPA A ini pak Samuel yang akan membimbing kalian,"Jelas Amanda. "Pak Samuel ada yang ingin disampaikan?"Samuel menggeleng, karena sebentar lagi mobilnya harus jalan. "Mungkin itu saja itu dari ibu, semoga perjalanan kita lancar berangkat sampai pulang, sebelumnya mari kita berdoa, berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, berdoa mulai."beberapa detik hening" Berdoa selesai." Amanda dan Samuel duduk di bangku paling depan, sialnya mereka duduk disamping Cecil, dengan berarti kalau mereka romantisan, Cecil bisa melihatnya dengan jelas. Mobil bus mereka mulai menyusuri jalan pagi yang cukup lenggang. Amanda mengambil air mineral botol di dalam tasnya, mungkin karena tanganya yang licin atau tutupnya yang terlalu kuat, dia terlihat sedikit kesulitan untuk membukanya. "Duh kenapa tutupnya kerasa banget sih," Keluh Amanda menggeleng lemah sambil mencebikkan bibirnya. Terlihat imut dimata semua orang tapi menjijikan dimata Cecil. "Mau saya bantu?"Tawar Samuel, dia memang pria yang peka. "Oh ini pak"Amanda mengambil botol mineralnya pada Samuel. hanya dengan sekali putar, tutupnya langsung lepas. "Makasih ya pak,"Kata Amanda menyunggingkan senyum pada Samuel. Samuel hanya mengangguk-angguk tidak lupa juga menunjukkan senyum manisnya. "apaan sih, tipes ya buka tutup botol aja ga bisa,"Cibir Cecil memalingkan wajahnya keluar jendela. "lo cemburu cil,"Tebak Luna. Sudah di buat kesal dengan cuaca panas, ini lagi temanya yang main asal tuduh aja, bikin rasanya Cecil mau makan manusia hidup-hidup. "jijik banget gue cemburu sama orang kayak gitu, ga ada kerjaan banget." "Tapi emang kalo diliat-liat bu Manda cocok juga ya sama pak Samuel."Cecil langsung menghunuskan tatapan tajam bin tidak ikhlasnya pada Luna, itu saja sudah meyakinkan kalau Cecil memang cemburu. "Tuh kan, ekspresi wajah lo ga bisa boong cil." "Terserah lo lah lun, udah gue mau tidur gausah ganggu."Cecil menutupi seluruh wajahnya dengan cardigan. Mending dia tidur daripada melihat kemesraan Amanda dan Samuel yang menjijikan. Kayaknya ini bakal jadi perjalanan study tour yang paling menyebalkan di dalam hidup Cecil. *** Mobil bis Cecil dan teman-temanya sampai di tempat tujuan jam tujuh malam. Mereka langsung diarahkan ke apartemen dan dibagikan kunci kamar masing-masing. Sebuah kamar berukuran cukup besar dengan dua kasur ukuran sedang, TV, AC, kamar mandi lengkap dengan bathub, di tambah lagi dengan pemandangan yang mengarah langsung ke kota membuat mood Cecil sedikit membaik. Ting...Tong... Suara bell pintu kamar berbunyi, tidak ada satupun yang berinisiatif membukakan pintu. Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. "Crys bukain tuh!"Teriak Cecil yang sibuk memainkan hpnya dikasur. Padahal dia sendiri yang nganggur, tapi rasanya malas saja berjalan sebentar hanya untuk membukakan pintu. Crystin mendengus, karena posisinya yang paling dekat dengan pintu, jadi dia terpaksa harus menuruti perintah nenek lampir itu. Cklekk... Pintu apartemen terbuka. "Nyari siap...."Crystin menggantungkan ucapanya saat tau siapa yang berkunjung malam-malam ke apartemenya. "Siapa crys?" "Malam Crystin,"Sapa Samuel dengan suara beratnya dan tidak meninggalkan senyum manis yang membuat siapa saja akan terpikat olehnya. Crystin tidak menjawab sapaan hangat dari Samuel, matanya terus menatap wajah samuel yang malam ini delapan puluh kali membuat lebih terpesona. Gaya Samuel yang tidak seperti biasanya hanya memakai setelan baju olahraga, kini Samuel jauh terlihat lebih kalem dengan celana pendek selutut dan kaos hitam polos yang memperlihatkan pahanya yang begitu bersih. "masya allah, ganteng sekali ciptaan mu,"Decak Crystin kagum. "siapa sih crys?"Tanya Cecil, Mendengar tidak ada jawaban dari Crystin, Cecil berjalan menghampiri bocah tersebut. Raut wajah Cecil langsung berubah jadi malas saat mengetahui siapa tamu di luar. Cecil menepuk bahu Crystin agar sadar. "apaan sih ganggu aja,"Dengus Crystin sebal. Dia kemudian kembali mengalihkan pandanganya pada Samuel. "Pak sam kesini pasti kangen aku ya, yaudah yuk masuk pak."Crystin meraih tangan Samuel, namun ditepis kasar oleh Cecil. "Ngapain kesini?"Tanya Cecil dingin. "Saya mau ngomong sama kamu." Cecil melirik kearah temanya"gue mau ngobrol sama pak Samuel." Crystin mengangguk-angguk tanpa mengalihkan pandanganya dari Samuel. "Crys, gue, mau, ngobrol berduaan aja sama pak samuel,"ulang cecil dengan penekanan "Ya udah ngobrol aja, biarin gue menganggumi ketampanan makluk bumi yang satu ini,"Kata Crystin tak lekang menatap lekat Samuel sambil senyam senyum sendiri. Cecil meraup wajah Crystin"gue kasih tau Jeje lo selingkuh dari dia." "Ih cepu banget sih jadi orang, ga besti lo cil. Pak sam, aku masuk dulu ya, pak sam jangan kangen ya. Bay bay."Crystin melambaikan tanganya, lalu memberikan ciuman jauh sebelum masuk kedalam. Cecil celingak-celinguk, siapa tau ada yang melihat mereka mengobrol, nanti di jadiin gosip lagi, nanti dikasih gosip kalau Cecil merebut Samuel dari Amanda. Padahal mereka ga tau aja kalau Cecil yang sebenarnya calon istri sahnya. "mo ngapain kesini? Udah romantis- romantisan sama bu Mandanya?"Tanya Cecil ketus. "kamu masih marah saya duduk dengan bu Amanda?" "ngapain gue marah, kayak ga ada kerjaan banget."Samuel menyodorkan sebungkus kantong kresek putih besar entah apa isinya pada Cecil. Cecil tidak langsung menerimanya begitu saja, alisnya berkerut bingung. "apaan tuh." "titipan dari mamih." Karena tidak mau terlibat komunikasi apapun, Cecil langsung mengambil kantong kresek ditangan Samuel. "yaudah makasih,"Balas Cecil, dia menunggu Samuel pergi dari hadapanya sebelum dia menutup pintunya. Namun bukanya pergi, Samuel malah tetap bergeming di tempatnya. "ngapain masih disini, titipanya udah kan, pergi sana,"Usir Cecil. "saya masih ingin melihat wajah kamu." "apaan sih, gue tuh sekarang lagi jadi murid lo, jadi jangan berani godain murid, nanti gue lapor ke kepala sekolah kalo lo guru mesum, mampus lo." "mesum dengan calon istri salah?"Cecil memutar bola matanya malas. "kalau kamu rindu saya, saya ada di kamar 11, kesana saja."Samuel tersenyum tipis sambil mengusak-usak atas kepala cecil. "ga minat, terima kasih."Cecil menutup pintu apartemenya cukup sangat keras. "wih keknya ada yang baru dikasih jatah sama ayang nih,"Goda Crystin. Bughhhh.... Sebuah bantal melayang menimpuk ke wajah Crystin yang sudah di baluri sepuluh step skincare. "Cecil, lo tau ga sih night cream gue berapa harganya!!"Murka Cecil melemparkan balik bantalnya, namun sayangnya Cecil bisa menghindar cukup cepat. Eva tanpa sopan santun menggeledah, mengeluarkan semua isi di dalam kantung kresek itu. Ada banyak sekali snack kesukaan Cecil. Mulai dari chitos, lay, sampai pocky-pocky rasa strawberi. Bukan hanya itu, ada beberapa cokelat silver queen dan dairy milk, belum lagi ice cream strawberi yang jumlahnya lebih dari lima. Mamihnya memang orang paling tau semua apa yang disukai cecil. Cecil meraih HPnya diatas nakas. Mencoba menelfon mamahnya untuk mengucapkan terimakasih dan salam cinta. Tut.. Tutt... "halo mah,"Kata Cecil setelah panggilanya terjawab. "iya cil." "harusnya mamah gausah repot-repot beliin jajanan sebanyak ini, nanti juga yang ngabisin si Crystin ga ikhlas aku mah."Si tersangka hanya cengar cengir tidak bersalah sambil terus memasukkan snack kedalam mulutnya. "MAKASIH SNACKNYA MAMAH, MAMAH BAIK BANGET DEH GA KAYAK ANAKNYA YANG KEK IBLIS,"Teriak Crystin tepat di depan hp cecil. "snack? Perasaan Mamah ga pernah beliin snack apa-apa buat kamu." Alis Cecil berkerut bingung"lah terus ini." jangan-jangan semua snack ini adalah pemberian dari Samuel? Tapi kenapa dia harus bilang kalau ssmua ini titipan dari mamah Cecil. Dia mau sok-sokan jadi cowok romantis kaya di w*****d gitu hah, hueekk. **** Bus yang dinaiki Cecil dan gengnya tiba di tempat tujuan pertama yaitu candi borobudur. Dengan arahan dari Samuel dan Amanda, mereka turun dari bus secara bergiliran. "Perhatian, untuk selurug anak-anak kelas 10 IPA 1 tolong buat barisan sebelum kita masuk kedalam bus,"Ujar Samuel dengan pengeras suara. Tidak lama, mobil nomor tiga yang ditumpangi Arkan tiba di parkiran. Cecil langsung berlari kearah pacarnya saat melihat Arkan turun dari bus. Tidak peduli Samuel sudah menyuruh mereka baris. "duh keringetnya, pasti panas banget ya di mobil."Cecil berjinjit, mencoba mengelap keringat yang mengucur di kening Arkan. "nih."Dia menyodorkan botol air mineral pada Arkan, air mineral yang di berikan Samuel semalam. "Kamu udah minum?"Cecil mengangguk-angguk. Tanpa permisi, Samuel merampas botol di tangan Cecil sebelum di berikan pada Arkan. Samuel menenggak air dalam botol tersebut sampai habis, lalu dia memberikan botol yang sudah kosongnya lagi pada Cecil. "makasih." "woy itu kan minuman buat Arkan, kenapa lo abisin!" "lo?"Samuel menaikkan satu alisnya. "iya, iya maksud saya pak Samuel spdi, kenapa bapak ngambil minuman buat arkan." "saya haus, jadi minum, salah saya dimana?" Mendengar jawaban dari Samuel membuat darah Cecil mendidih'salah bapak diotak, kenapa bapak ga pake otak!' "ya, tapikan itu minum buat pacar saya pak." "ya apa peduli saya." Sumpah demi apapun, Cecil ingin menjedotkan kepala Samuel ke tembok seribu kali saking keselnya. "terus siapa bilang kamu bisa baris sesuka mu, kembali ke barisanmu sekarang!"Perintah Samuel. Mata Cecil memicing, tanganya sudah mengepal erat hendak menonjok muka menyebalkan si sambal terasi itu, tapi dia harus ingat situasi. Sekarang Samuel gurunya bukan tunanganya. Semua murid satu persatu mulai masuk kedalam candy. Chrystin dan eva sudah berlari melesat mencari pemandang indah, sepersekian detik menjepretkan kameranya berfoto dan selfi. Sedangkan Luna tengah asik mengobrol menikmati pemandangan di sekitarnya, menyisakan Cecil yang daritadi terus mencari-cari keberadaan kekasihnya. Perasaan Cecil sedikit kurang nyaman, seperti ada sesuatu yang mengganjal, dia merasakan ada seseorang di belakangnya yang tengah mengikut. Tapi apa ini cuma perasaanya saja? Cecil sengaja menghentikkan langkahnya, benar saja, saat dia melirik ke belakang Samuel juga ikut menghentikan langkahnya hanya beberapa meter di belakangnya. "bapak kenapa ngikutin saya terus sih!" "siapa yang ikutin kamu, orang saya mau ke candi." "jangan boong ya pak, bapak kira saya ga merhatiin bapak daritadi, jelas-jelas bapak ngikuti saya daritadi." "terserah kamu saja."Sebelum Samuel berjalan meninggalkan Cecil, dia mengambil paksa topi yang di pakai gadis itu, topi couple Cecil dengan pacarnya. "pak kenapa topi saya diambil?!"Teriak Cecil. "saya pinjam sebentar,"Jawab Samuel berjalan santai mendahului Cecil. "Woy pak, balikin topi saya!"Teriak Cecil. Bukan apa-apa, topi itu pemberian dari Arkan, nanti kalo arkan tau topi pemberiannya dipake Samuel, bisa gawat. Cecil berlari mengejar Samuel yang sudah mulai. EMntah apa yang terjadi dengan kakinya yang letoy, tubuhnya jatuh ke tanah karna kesandung kakinya sendiri. "aw..."Ringis Cecil. "Cecil."Samuel berbalik, berlari kearah Cecil. Dia langsung meneliti setiap inci kaki Cecil" Kamu gapapa, mana yang sakit, ada yang berdarah, mau saya bawa kerumah sakit?"Cecar Samuel khawatir. "Apaan sih alay banget, gue jatuh tuh gara-gara lo tau ga, kalo lo ga ambil topi gue, gue ga bakal jatoh, minggir." Cecil menepis tangan Samuel dari kakinya. Dia bangkit berdiri, mencoba untuk berjalan, namun baru selangkah. "Aakkh.."Tubuhnya jatuh ke tanah, kakinya memang terkilir. Tanpa meminta persetujuan, Samuel menggendong Cecil ala bridal style. "E... Eh... Apa-apaan ini, lepasin gue, lepasin..." "Turunin gue, cepet turunin gue, woy sambel terasi!!" Teriak Cecil berontak memukul-mukul dada Samuel. Beberapa perhatian siswa lainya langsung tertuju pada Cecil dan Samuel, Cecil buru-buru menutup wajahnya dengan kedua tangan. Mampus, dia tidak sadar kalau sekarang dia ada di tour sekolah, duh pasti kejadian ini bakal jadi gosip seantero sekolah. Samuel menurunkan tubuh Cecil di salah satu bangku taman yang cukup jauh dari keramaian. Cecil yang minta sendiri, takut banyak yang melihat mereka dan di tuduh yang tidak-tidak, lebih dari itu, dia takut di serang para fans Samuel yang gila-gila itu. Samuel menaruh kaki Cecil atas pangkuanya, begitu lembut dia melepaskan sepatu dan kaos kaki yang melekat di kaki tunanganya. Bola mata kaki Cecil terlihat membiru. Samuel mulai menempelkan lembut kapas yang sudah di beri obat merah ke bagian yang membiru. "Aw... Aww.. Pelan-pelan dong." Padahal ga sakit, Cecil nya aja yang agak lebay. "Tumben sih lo ga sama bu Manda, biasanya kan lo sama dia aja kemana-mana, udah kayak upin-upin." "Kamu cemburu?" "Gue colok mata lo kalo ngomong gitu sekali lagi." "Kamu cemburu." "Sini mata lo."Cecil menyerang, sudah siap menusuk mata Samuel dengan jari tengah dan telunjuknya. Samuel tertawa renyah, tawa yang tidak pernah dia lihat kalau Samuel bersama dengan Amanda. "Kamu sendiri, kamu tidak sama pacarmu?" "Gimana gue mau sama pacar gue, kalo lo daritadi ngikutin gue terus dari belakang, setan aja ga berani deket-deket gue sekarang." "Berarti tidak sia-sia." "Maksud lo?" "Saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan cowok itu." "Lo beneran suka sama gue?"Pertanyaan bodoh macam apa yang Cecil ucapkan. Ya Cecil fikir Samuel juga terpaksa di jodohkan, jadi pasti Samuel juga tidak ada rasa padanya. Dia mendekati Cecil saja pasti suruhan dari orang tuanya, Cecil yakin itu. "Bagaimana saya menunjukkan kalo saya serius padamu?" "Lo ga ganggu hidup gue sehari aja, kalo lo ngelakuin itu, berarti gue percaya lo beneran suka sama gue." *** Sudah dua destinasi yang sudah sekolah Cecil sambangi. Candi dan museum, kini tinggal tersisa pantai dan malioboro. Kini semua kelas tercampur rata, ini saat yang Cecil tunggu, setelah tercekik karena Samuel terus mengikutinya dari belakang, kini Cecil bisa bebas pergi dengan siapa saja karena sekarang para guru sedang sibuk dengan urusan mereka. Dan Samuel benar-benar menepati janjinya, dia sama sekali tidak menganggu Cecil, mendekatinya semeter saja tidak. Berarti Samuel benar-benar suka sama Cecil. Cecil sama sekali tidak perduli tentang itu, Samuel tidak menganggunya saja sudah membuatnya sujud syukur. Gandengan tangan cecil tidak lepas dari tangan arkan. Deburan ombak, langit senja yang indah, angin yang menerpa wajah dan memainkan wajah Cecil, sudah seperti surga. "Aduh, aduh gue study tour buat healing bukan liat orang pacaran mesra-mesraan, apa salah baim ya Allah,"Celetuk Jeje dengan mimik wajah memelas. Cecil tertawa renyah"makanya je punya ayang dong, biar bisa manas-manasin jomblo." "Gue nunggu lo jomblo aja cil." Mata Arkan mendelik, sudah maju selanhkah untuk menghajar Jeje. "Canda kan, canda, pacar lu kayak perawan ya cil, sensitif." "Eh, eh guys gimana kalo kita buat liburan ini semakin seru,"Ujar Ares, pria tinggi dengan kulit sawo matang dan lesung pipi yang menambah kemanisannya. "Gimana caranya?"Tanya Crystin sudah tidak sabaran. "Gimana kalo kita berpencar masuk kedalam hutan?" "mau ngapain masuk hutan?" "lo kayak ga tau anak muda jaman sekarang aja."Tanpa di jelaskan, Crystin sudah mengangguk-angguk paham sambil menatap mesum kearah Jeje. Crytin langsung melilitkan tanganya ke lengan Jeje"boleh tuh, asik juga, gue pergi sama Jeje." Belum mengatakan apa-apa, Arkan sudah menyelipkan jari jemarinya ke sela jari jemar "kita have fun baby!!!"Teriak gani mengangkat tanganya keatas. "guys, sorry gue ga bisa ikut,"Ucap Luna. "kenapa?"Tanya Arkan seperkian detik setelah Luna bicara. "gue punya trauma pergi ke hutan, jadi kalian aja, gue tunggu disini, have fun ya guys." "yah, ga asik banget sih lo lu." Senggol Gani. "Aku sama siapa?" "Lo sama cecil,"Jawab Crystin secepat kilat. Akhirnya mereka nekad masuk kedalam hutan. Crystin, Gani dan Jeje pergi ke sebelah kiri. Sedangkan Cecil, arkan dan Eva pergi ke sebelah kanan. mereka akan kembali lagi sebelum acara pentas dimulai. Hari sudah mulai gelap saat Cecil, Arkan dan Eva melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan, burung-burung berterbangan diatas sana, menambah kengerian hutan ini. "Kita pulang aja yuk, perasaan aku ga enak."Eva menarik-narik lengan baju Cecil. Namun Cecil tidak peduli, dia malah senang karena bisa dekat-dekat dengan Arkan. "Dingin ya sayang,"kata Cecil. Padahal mah ga dingin, cuma kode saja, dia mau lihat seberapa peka pacarnya. Tanpa banyak bicara, arkan melepaskan jaketnya, lalu memakaikan jakjaketnya pada Cecil. Benar kan, arkan memang benar-benar pacar yang sempurna tanpa cacat. "Kalo aku pake jaket kamu, nanti kamu kedinginan, nanti kamu sakit, aku ga mau liat kamu sakit." "aku lebih ga mau liat kamu yang sakit," Balas arkan mengusak-usak rambut Cecil. Kemudian mereka lanjut menyusuri hutan yang sudah mulai gelap. Entah sudah berapa jauh mereka menyusuri hutan, yang pasti langit dia "Yang, aku mau pipis,"Kata Cecil, merapatkan kedua pahanya, air kencingnya sudah di ujung tanduk. "Aku juga mau pipis nih, yuk." "Va jagain pacar gue, awas lo kalo bikin dia lecet sedikit aja,"Ancam Arkan. "Ih ngapain juga bikin Cecil lecet, emang Cecil motor." "Aku tunggu disini ya." Saling berpegangan tangan Cecil dan Eva berjalan ke semak-semak belukar tidak jauh dari Arkan. tanpa ada rasa takut Cecil langsung berjalan melesat ke belakang semak-semak. "udah belum?"Tanya Eva. Baru juga Cecil melepaskan kancing celana, belum juga ada semenit. "sejam lagi!" "ayo dong cil, aku takut nih." "Iya ah bentar-bentar, bawel banget ah." Udara dingin semakin menyeruak masuk kedalam tulang-tulang punggung Cecil, hening, Tidak ada suara apapun kecuali suara daun yang terhembus angin. Dan suara-suara tidak jelas hewan melata. Cecil menaikkan kembali celananya, bangkit berdiri. "udah va, yuk."Cecil celingak-celinguk. Eva yang tadi disuruh menunggu entah kemana perginya sekarang. "Va lo dimana?" Seluruh tubuh Cecil meremang, saat melihat kesekitar dia hanya melihat pohon-pohon yang seakan-akan ingin melahapnya hidup-hidup. "va lo dimana!!"Teriak Cecil, namun tidak ada sahutan sama sekali. Hanya ada suara keheningan hutan yang mencekam. "sayang, Eva, kalian dimana!!"Hening, tidak ada sahutan sama sekali. Kepanikan semakin mendera tubuh Cecil. Cecil merogoh-rogoh saku celananya, mengambil hp, naasnya baterai hpnya tingga satu persen, di detik berikutnya iphone 13 promaxnya mati. Sebuah suara aneh membekukan tubuh Cecil, refleks kaki Cecil melangkah mundur. Mengambil ancang-ancang untuk menghadapi sesuatu di depan sana. "duh kenapa sih hpnya harus mati sekarang."Cecil terus mencoba menyalakan hpnya, tapi ya hasilnya nihil. "arrrgh hp ga guna!!"Dia melemparkan hpnya ke depan. "aaahhh, mamah Cecil takut!!!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD