MENGGAGALKAN

3190 Words
Hari masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah. Tapi seperti biasa, eva, luna dan crystin sengaja berangkat pagi. Kalau luna sudah jelas pasti, dia berangkat pagi karena dia si rangking satu, wajib hukumnya anak pintar masuk pagi. Sedangkan crystin hanya ingin tochup make up agar semua mata para cowok di penjuru sekolah ini melirik kearahnya. "Hiksss... Hiksss...."Crystin menghentikan langkahnya di depan pintu kelas, sebuah suara tangis samar-samar mengusik telinganya. "Apa sih crys?"Tanya Luna gusar. "Lu denger ga ada suara nangis?"Eva dan Luna mengangguk-angguk mengiyakan. "Ya terus?"Tanya Luna balik. "Suaranya dari dalam kelas kita. Mana ada cewek nangis pagi-pagi buta begini di kelas, gabut amat." "Pasti kuntilanak sih," Celetuk Eva"oh atau bi Warni orang jualan bakwan di warung belakang yang baru aja jadi janda?" "Hmmm mungkin juga, oh atau bisa aja bu warni colab sama kuntilanak?"Timpal crystin. Luna memutar bola matanya malas, sudah lelah menghadapi makhluk-makluk ya ga jelas begini wujudnya. Dengan sangat amat yakin, Luna membuka pintu kelas. "Aakkhhh setan!!!"Jerit Crystin. Saat menyadari ada sosok gadis duduk di pojokan kelas dengan memakai seragam putih Abu-Abu, menekkukan kedua lututnya dan membenamkan wajahnya dalam-dalam. Rambut panjangnya di biarkan terurai sampai menutupi seluruh wajahnya. "Bismikawlah humma ahyawabismika amutt." Luna menmengerutkan alisnya"lo mau tidurin setan crys?" "Oh iya lupa hehe. Allahuma bariklana fina rozak tana wanita aza banar." "Lo mau ngajak setannya mukbang topoki hah." "Ya mau gimana lagi, gue cuma hapal dua doa itu sama kulhu, udahlah setannya juga pasti ngerti." BRAKKKK..... "Akkhhh!!" Teriak Crystin menggelegar ke penjuru kelas saat sosok itu tiba-tiba saja melemparkan tas kearah mereka. "Brisik babi, hidup gue lagi hancur banget ini, ga ada yang ngertiin banget sih, huaaaa mamah...." Luna, Eva dan Crystin menatap malas, ternyata sosok yang dikiraba kunti itu adalah Cecil. Lagian kenapa sih bocah ini, pagi-pagi begini udah duduk di pojokan kelas sambi nangis-nangis ga jelas. Ketiga orang itu menghampiri Cecil. "Kenapa lo cil?" "Ga bisa berak lagi?" "Atau ada kuntilanak di rumah lo?"Timpal Eva. "Tiga hari lagi gue sama sambel terasi bakal tunangan, seminggu abis itu kita bakal nikah... Hiksss... Gue ga mau nikah sama iblis kayak sambel terasi modelannya, yang ada gue bisa gila di usia remaja.... Tolong bantu gue plisss...." "Gue udah cobain semua saran kalian. Coba bunuh diri, jadi lonte, sampe bikin image gue hancur di depan dia, tapi gaada satu pun yang berhasil." "Gimana kalo lo pura-pura hamil aja, cowok pasti ga bakal mau kalo ceweknya udah ga perawan, di jamin deh dia pasti bakal gagalin pernikahan kalian,"Saran Crystin. Walaupun mulutnya kadang ga berguna, tapi kadang otak bocah itu pinter juga. Tapi kadang-kadang doang, kebanyakanya ya bego. "Nah iya tuh, Samuel pasti ilfil banget liat kekasihnya ternyata semurahan itu,"Timpal Eva sangat setuju. Cecil diam, sambil mengetuk-etuk dagunya berfikir"boljug tuh, tapi siapa cowok yang mau ngehamilin gue?" "Pak Jamal,"Ceplos Crystin. Takk.... Satu jitakan dari Cecil berhasil membuat crystin mendengus dan mengaduh kesakitan. "Kenapa ga nyuruh Arkan aja sih, kan kalo cowoknya dia, Samuel jadi punya alasan kuat buat ga nikahin lo,"Saran Crystin. " Nah bener tuh, cocok juga kan lo sama arkan."Tambah Luna mendukung. "Ga!"Jawab Cecil di detik berikutnya "bisa-bisa arkan babak belur sama si sambel terasi itu, asal lo tau aja ya, dia punya bodyguard yang kapan aja bisa remukin tubuh siapa aja yang bikin gue nangis." "Terus gimana dong?" "Ah aku tau, aku tau."Eva mengangkat tangan. "Apa?"Refleks Cecil, Luna dan Crystin bersamaan. Walau sudah tau jawaban Eva pasti ngaco, tapi mereka selalu menerima segala masukan. "Gimana kalo kak Deon aja. Kak Deon kan ganteng, tinggi, putih juga, udah sama dia aja,"Saran Eva. Cecil menghela nafas panjang, duh kalo hukum ham tidak berlaku, sudah Cecil gorok nih leher bocah, otak Eva tuh emang cuma sebesar biji zarah. Crystin mengetuk-etuk dagunya mencoba berfikir"hmm sebenernya Gue ada sih rekomendasi cowok yang bisa pura-pura kayak gitu. Dia tetangga gue, ganteng, tinggi, badanya kotak-kotak, ototnya banyak, mungkin cocok kalo dijadiin orang yang ngehamilin lo."air wajah Cecil langsung sumringah. "Yuk nanti kita kesana." "Tapi kayaknya ngajak preman kayak Tagor susah sih, duit aja ga cukup. Lo juga harus ngeluarin effort lebih buat ini semua." "Gue bakal lakuin apapun biar gue ga jadi nikah si kutu kupret sambel terasi itu!!"Kata Cecil bersungut-sungut sambil menghentakkan kepalan tanganya ke meja. **** Sorenya Cecil kerumah Tagor di temani Crystin dan Eva. Luna tidak ikut karna dia mau ikut eskul Inggris, orang pinter emang menghabiskan harinya dengan cara bermanfaat, tidak seperti tiga orang iniini yang menghabiskan waktu secara sia-sia. Cecil menatap rumah Tagor, hanya sebuah gubug kecil yang pilar-pilarnya hampir rubuh karna dimakan rayap. Tokk... Tok... Crystin mengetuk pintu rumah tagor yang sudah hampir doyong. Cukup lama, tidak ada gubrisan dari orang di dalam sana. Tokk.. Tok... Crystin mencoba sekali lagi. "Iya sebentar!!"Teriak suara berat dari dalam sana, Cecil yakin itu suara Tagor. Mata Cecil terbelalak lebar, pun mulutnya yang tak kalah menganga lebar. Kaget, melihat sosok yang membuka pintu rumah Tagor. Seorang pria tinggi, berbahu lebar, kulit sawo matang, alis tebal dan kumis tipis namun terlihat begitu gagah berdiri di ambang pintu. "Cari siapa?"Tanyanya dengan suara bartonde yang tak kalah memulainya seperti bentuk besar tubuhnya. Cecil menyikut lengan Crystin''gila bapaknya Tagor serem juga ya, gimana kalo kita pake bapak tagor aja yang ngehamilin gue,"Bisik Cecil menyarankan. "Lah ini mah bukan bapaknya tagor." "Terus siapa? Tetangganya tagor? Atau oh atau omnya Tagor nih pasti, yakin gue." "Itu Tagor anying,"Sontak gelak tawa menggelitik perut cecil. Masa iya pria bertubuh kekar seperti ini bentuknya masih SMP. Kalo bocah SMP modelnya begini sih Cecil juga mau jadi pedofil hahaha. "Gue butuh bantuan lo gor, Kira-kira lo bisa bantu gue ga?" Tanpa di jelaskan, Tagor sudah tau apa yang tetangga centilnya inginkan. Crystin langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Tagor. Mulai dari Cecil yang sudah punya pacar, lalu dia di jodohkan dengan om-om dan tiga hari lagi mereka akan tunangan. "Jadi tugas lo cuma marah-marah karna lu ga terima di tuduh ngehamilin Cecil, simple kan?" Cecil menyodorkan amplop coklat berisi segepok uang yang kira-kira isinya dua puluh juta lebih, uang dari Samuel yang harusnya Cecil gunakan untuk belanja selama seminggu, katanya kalau uangnya abis Cecil bisa minta kapan saja dan berapa saja nominal yang dia mau. Alis Tagor berkerut menatap amplop di tangan Cecil"apa nih?"Tanyanya menunjuk amplop. "Ini uang bayaran buat lo kalo lo mau jadi pacar gue." "Lo pikir, gue se murahan itu bisa di bayar sama uang."desis Tagor tanpa minat untuk mengambil uang di tangan Cecil. Cecil dan Crystin saling menatap, sudah tau hal ini pasti akan terjadi. Tenang saja, dia masih punya beberapa sogokan lagi, ini baru awal, tetap jangan menyerah. Demi teman, harga diri pun di jual. Crystin mengangkat roknya lebih keatas dari sebelumnya, sampai paha mulus dan putihnya sekarang baru kelihatan. Kemudian tangan Crystin merayap menjamah dada bidang Tagor. Bukanya malah senang, Tagor malah terlihat ttelihat risih dan jijik, seakan-akan Crystin adalah sampah dimatanya. "Kalo lo bantuin kita, nanti kita kasih bonus, gimana hmm?"Rayu Crystin berbisik tepat di telinga Tagor, tanganya mulai menyingkap kaos di Tagor, membuat dia, Cecil dan Eva bisa melihat perut bidang kotak-kotak milik Samuel. "Gue ga minat sama cewek tepos,"Kata Tagor mendorong tubuh Crystin agar menjauh dari tubuhnya. "Pokoknya gue ga mau di bayar pake apapun buat hal-hal ga guna kayak gitu, gue ga mau bohongin orang, bohong tuh dosa, cari aja aktor yang lain gue ga bisa." "Yakin?" "Kalo ditambah ini?"Eva menyodorkan satu kotak bekal penuh dengan semur jengkol kearah Tagor. Mata Tagor langsung berkilat-kilat seperti anak kecil yang disodorkan ice cream oleh ibunya. Tangan tagor sudah ingin mengambil jengkol di tangan Eva, namun Eva menariknya kembali. "Eitss tidak semudah itu samsudin. Lo harus mau pura-pura jadi cowok yang ngehamilin temen gue, baru bisa gue kasih jengkolnya." "Iya, iya gue mau,"Jawab Tagor cepat tanpa berfikir lama. Merebut jengkol dari tangan Eva. "Nih naskah yang harus lo apalin, besok lo harus hafal karna besok temen gue mau melancarkan aksinya,"Jelas Crystin saking niatnya sampai buat naskah biar lebih kelihatan nyata bukan settingan. Sebelum menjawab, Tagor menatap Cecil dari ujung kepala sampai ujung kepala sampai ujung kaki. "Tapi emang ada yang percaya ya, gue ngehamilin tante-tante girang kayak begini bentukanya." "Apa lo bilang!" "Udah cil, udah."Kalau tidak ada Crystin yang menahan, mungkin kepala Tagor sudah bocor karena lemparan meja dari Cecil. *** Terik matahari terasa membakar kulit di luar sana. Tapi di dalam sini tidak terasa apapun. Di dalam mobil lamborghinj mewah milik samuel dengan lagu adelle yang mengalun menambah suasana nyaman. Beberapa kali Samuel melirik-lirik Cecil dari kaca spion, alisnya berkerut heran, pasalnya daritadi gadis itu terus mengembangkan senyumnya, nada bicaranya terdengar lebih halus dari biasanya, bahkan hari ini Cecil sama sekali belum mengeluarkan umpatan kasar. "You oke?"Tanya Samuel. "Hmm?"Alis Cecil berkerut, tidak mengerti dengan pertanyaan mendadak dari Samuel. "Kamu banyak tersenyum hari ini." "Jelek ya?"Samuel langsung menggeleng tegas. Samuel menggeleng cepat. "Jauh lebih cantik." "Makasih,"Balas Cecil dengan senyum lebar seolah-olah dia menyukai pujian dari Samuel. Bener-bener nih anak pasti kesurupan setan, Samuel harus mengajaknya ke psikiater atau dukun kalau perlu, dia merinding lama-lama melihat sifat Cecil yang begini. "Oh iya Sam, sebelum ngedate, boleh ga gue mampir ke rumah temen gue sebentar, ada yang mau gue kasih tau dan jelasin sama lo." Samuel mengangguk-angguk, dia akan menuruti semua kemauan Cecil, bahkan kalau dia menyuruhnya ke planet mars, Samuel akan berangkat detik ini juga. Mobil lamborghini Samuel berhenti di sebuah rumah besar tingkat dua bercat putih dan teras rumah yang begitu cukup luas, luasnya setengah dari luas teras rumah Samuel. Entah rumah siapa itu, Samuel sama sekali tidak tau. Yang pasti itu bukan Tagor, Itu rumah Crystin. yang dengan ikhlas hati di sewakan agar rencana mereka berhasil. "Sebentar ya."Cecil membuka pintu mobil, turun, dan berjalan ke dalam rumah yang entah rumah milik siapa itu. Samuel terus memperhatikan gerak-gerik Cecil. Matanya menyipit saat melihat sosok yang keluar dari rumah itu adalah cowok, dia buru-buru turun dari dalam mobil. Baru saja Samuel ingin melanhkahkan kakinya menghampiri sang kekasih, tapi langkahnua terhenti saat.. PLAKKK Samuel terlihat sedikit kaget, Cecil tiba-tiba saja menampar pipi pria asing di depanya begitu sangat keras. "Kamu harus tanggung jawab,"Kata Cecil menyerahkan tespek gambar garis dua milik kakaknya eva yang kebetulan sedang hamil muda kepada pria di depanya. Matanya melirik-lirik sekilas kearah Samuel di belakangnya, untuk melihat respon yang diberikan pria itu, walau wajah Samuel tertutup masker, tapi Cecil bisa melihat semuanya dari kedua bola Mata Samuel, Mata Samuel sedikit terbelalak, wajahnya terlihat bingung seperti banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam otaknya sekarang. bagus, sedikit lagi misi Cecil akan berhasil. "Tanggung jawab soal apa?" Cecil menurunkan pandangannya ke perut, mengelus lembut perutnya yang sama sekali tidak bertambah besar"gue hamil! Dan lo bapaknya, pokoknya lo harus tanggung jawab." "Hamil?! Ga mungkin, gue cuma ngelakuin itu bareng lo sekali doang" Ujar Topik memulai dramanya"itu pasti bukan anak gue, lo kan murahan, pasti bukan gue doang yang ngelakuin hubungan itu bareng lo." PLAKK Mata Tagor terbelalak lebar, kaget dengan tamparan tiba-tiba dari Cecil, perasaan kemaren perjanjiannya bukan begini, Cecil cuma akan menampar Topik cuma satu kali, itu pun jangan sakit-sakit, kenapa tamparan kedua ini seperti Cecil punya dendam pribadi pada Tagor. "Seenak udel ya lo bilang gitu, gue ngelakuin itu cuma sama lo! Gue ga mau tau lo harus tanggung jawab, ini anak lo, ini darah daging lo, lo bapaknya!!"Suara Cecil menggelegar. Sengaja, agar Samuel menghampirinya, menampar wajah Cecil karena telah hamil di luar nikah dengan cowok lain, dan menggagalkan acara pertunangan mereka yang tiga hari lagi akan di gelar. "Udah ngomongnya? Mending lo pergi dari sini dan cari bapak lain yang mau jadi bapak anak lo." Topik melancarkan rencana kedua, dia menutup kembali pintu rumahnya, namun tangan Cecil menghentikan pergerakan Topik. "Apaan sih lo!"Tukas Tagor menepis kasar tangan Cecil dadi tanganya. Cecil meriah tangan Tagor, air matanya tiba-tiba menetes jatuh membasahi pipi"yang, aku mohon, ini anak kamu yang, kamu bilang kamu mau tanggung jawab kalau sampai aku hamil, sekarang aku mau kamu tepatin janji kamu." "Kamu sayang aku ga?"Tanya tagor serta mengalihkan pembicaraan. Cecil mengangguk-angguk"sayang, sayang banget yang." "Kalo lo sayang gue, gugurin bayi itu, gue ga mau punya anak dari lo." Entah kenapa, walau cuma akting mendengar ucapan Tagor membuat hatinya sedikit nyut-nyutan. PLAAKKKK "Kok lo nampar gue sih."Kaget Tagor bergumam sambil memegangi pipinya terasa panas dan perih akibat tamparan penuh amarah dari Cecil. "Cowok brengsek bajingan!! Maunya enaknya doang!!"Teriak Cecil, mulai memukul keras dada Topik berkali-kali, kedua bahunya sudah bergerak hebat dan dia mulai terisak. "Kamu apakan calon istri saya?"Tanya suara berat dari belakang Cecil, suara siapa lagi kalau bukan suara Samuel. Tangan Cecil berhenti memukuli dada Topik, dia membalikkan badanya kearah Samuel setelah mengusap beberapa air mata yang jatuh, Cecil memang benar-benar drama queen, Topik tidak menyangkan Cecil sampai bisa nangis beneran kayak gitu. "Sam,"Lirih Cecil menatap nanar calon suaminya"kayaknya ini waktu yang tepat buat gue ngomong ke lo, gue ga mau pas tunangan nanti lo kecewa sama gue, Gue mau ngomong jujur sama lo sam, sebenernya... "Cecil menjeda kalimatnya, dia menundukkan kepalanya penuh, kedua bahunya mulai bergetar kembali. "Gue lagi hamil,"Cicit Cecil nyaris tidak terdengar di telinga Samuel. "Hiksss... Hikssss... Gue minta maaf Sam, gue ga bisa ngomong ke lo sebelumnya karna gue takut lo kasih tau nyokap bokap gue tentang ini, tapi gue ga mau ngebohongin lo, lo orang baik, lo ga pantes dapetin cewek murahan kayak gue." "Lo boleh tinggalin gue, lo boleh batalin tunangan dan pernikahan kita sekarang, gapapa, lo berhak dapetin yang jauh lebih baik daripada gue." "Jadi ini rumahmu gor?"Tanya Samuel benar-benar mengalihkan pembicaraan. Dia membuka maskernya, kini giliran mata Tagor yang terbelalak lebar. "Pa... Pak... Samuel..."Tagor langsung menyalami tangan Samuel, suaranya langsung melembut, dan wajah garangnya seketika jadi sangat ramah"saya kira bukan pak Sam, jadi yang mau tunangan sama Cecil tuh pak sam?" Alis Cecil berkerut. Apa mereka saling kenal? Padahal tagor tidak satu sekolah dengan Cecil, terus darimana mereka bisa kenal? "Rumahmu bagus sekali ya,"Puji Samuel berdecak kagum menatap rumah Tagor. Tagor terkekeh kecil"aduh ini bukan rumah saya pak, ini rumah temenya Cecil, rumah saya mah masih dj jalan siliwangi itu,"Jawab Tagor yang membuat Cecil tercengang. "Kamu beneran pacar Cecil?"Tagor langsung menggeleng tegas. Cecil diam-diam mencubit perut Tagor. "Lo harusnya ngaku jadi pacar gue bego,"Bisikinya pada Tagor. "Lo tega banget ya sama gue, abis ngerebut kesucian gue, sekarang lo ga ngaku sama sekali kalo lo pacar gue, bajingan ya lo!"Murka Cecil. "Sumpah Demi Allah pak, saya bukan pacar Cecil dan saya ga pernah ngehamilin Cecil. Ini semua cuma drama pak, saya dikasih jengkol sepuluh pack sama Cecil biar saya pura-pura jadi pacarnya dan ngaku-ngaku udah ngehamilin dia biar pertunanganya sama kekasihnya gagal."Cecil langsung membekap mulut lamis Tagor yang sudah ga bisa diajak kerja sana. "Cecil, bukan ini yang gue mau."Cecil menatap nanar pada Tagor. "Maaf cil, bukanya gue ga mau bantuin lo, tapi gue ga mau bokap gue di pecat cuma karna drama lo." "Lo ngomong apaan sih, gue ga ngerti." "Bapaknya Tagor supir pribadi saya."Samuel yang menjawab. Mata Cecil terbelalak, mulutnya menganga lebar, aakhhhh banget kenapa dunia bisa sesempit ini. Mampus, sekarang rasanya Cecil hanya ingin di sedot bumi di bawahnya. Samuel terus memandangi perut Cecil yang tidak ada perubahan sama sekali, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada Tagor. "Kamu menghamili cecil?" "Engga pak,"Jawab Tagor di detik berikutnya"mana mungkin saya ngehamilin anak orang. Maaf Pak, bukanya mau menyinggung, tapi Cecil bukan tipe saya, tipe saya yang kayak Ariel tatum."Emang ya, si tagor ini omonganya kadang lebih nyakitin daripada sikap mantan. Cecil menarik paksa tangan Samuel, lalu menggeretnya berjalan kearah mobil, tanpa persetujuan dari Samuel, dia langsung membuka pintu mobil dan duduk dengan melipat kedua tangannya di depan dada, bibir mencebik dan muka dilipat-lipat. Samuel berlari kearah seberang, membuka pintu mobil. **** Hening, tidak ada suara apapun di dalam mobil lamborghini hitam milik Samuel. Bahkan Samuel sama sekali tidak menyalakan radio musiknya. tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Tatapan Samuel terus fokus menatap jalanan lenggang di depan sana, sementara Cecil terus memalingkan muka kearah jendela. Sebenarnya dia malu banget tadi, semua kebohonganya terungkap di depan Samuel. Samuel melirik perut Cecil dan jalan di depanya bergantian. Cecil yang risih dengan tatapan Samuel, melemparkan tatapan tajam ke pria itu. "Apa?!"Solot Cecil melotot tajam. "Jadi berapa?"Tanya Samuel, pertanyaan yang membuat Cecil berfikir beberapa detik. "Jadi berapa apanya?" "Usia kandungan kamu." "Hahaha lucu."Tawa Cecil di buat-buat sambil mengacungkan jari tengahnya ke depan Samuel, persetan dengan sopan santun, iblis seperti Cecil tidak memerlukan itu. "Kalo kamu ingin cepat-cepat punya anak, kita bisa mempercepat pernikahan ini." "Ogah!"Jawab Cecil lugas dengan amata menyalak, tidak Terima dengan keputusan sangat buruk dari Samuel"daripada nyepetin nikah, mending batalin aja pernikahannya." "Nanti kita buat anak seratus "Gue mau bakso,"Ujar Cecil menunjuk warung bakso yang baru saja di lewati. "Iya nanti kita beli bakso di restoran biasa..." "Gue maunya disitu!!"Paksa Cecil, namun Samuel sama sekali tidak menggubrisnya. "Puter balik atau gue blok WA lo."sedetik kemudian Samuel menghentikan mobilnya, memutar balikkan mobilnya ke tempat bakso yang Cecil tunjuk. Samuel mengedarkan pandanganya, menatap setiap inci warung bakso sederhana ini. Bahkan sampai ke kompor-kompornya yang terlihat kotor di matanya. Dari raut wajahnya dia terlihat tidak begitu nyaman. "Mau pesen apa mbak?"Tanya mba-mba pelayan. "Bakso dua, yang satunya banyakin baksonya." "Satu untuk kamu saja,"Sela samuel. "Dua mba,"Kekeuh Cecil tidak mendengarkan. "Makan disini atau dibawa pulang." "Disini." "Dibawa pulang." Jawab Samuel dan Cecil bersamaan sampai membuat mba-mbanya bingung. "Makan disini mba." "Tolong sambalnya jangan pedas-pedas ya." Samuel tiba-tiba saja mengelus lembut perut Cecil"soalnya istri saya sedang hamil, harus kurangin makanan pedas." "Apa sih bacot,"Geram Cecil menepis kasar tangan Samuel dari perutnya. Pria itu hanya terkekeh kecil sampai matanya menyipit, sangat menggemaskan. Mereka duduk di meja yang sudah di sediakan. Sebelum duduk, Samuel mengambil beberapa lembar tisu lalu mengelap kursinya, setelah itu dia mulai mengelap mejanya sampai tidak ada noda sekalipun disana. Cecil melirik kearah samuel, daritadi dia terus menatap gerak-gerik Samuel, dari awal pertama masuk ke warung bakso ini sampai dia duduk di meja, wajahnya terlihat seperti orang tidak nyaman. Cecil baru saja ingat saat dia di beri biodata Samuel dari ibu Samuel, disana tertulis kalau Samuel mengalami myshophobia, ketakutan lebih pada bakteri atau kuman. Jadi setiap harus ia harus membawa hand sanitizer dan tisu ke mana-mana, hanya sekali dalam hidupnya dia makan di tempat makan umum kecil di pinggir jalan seperti ini. Samuel mengambil beberapa lembar tisu, lalu mengelap meja di depanya sampai kinclong. Tidak sampai disitu, dia kembali mengambil beberapa lembar tisu lagi, lalu membentangkanya hingga menutupi area meja makannya. Cecil hendak mengambil saos di depanya, namun tanganya di cegat duluan oleh Samuel. Alis cecil berkerut heran, apalagi yang akan pria ini lakukan? "Sebentar." Samuel menarik kedua tangan Cecil, menyemprotkan hand sanitizer ke tangan gadis itu. Kemudian dia menyemprotkan hand sanitizer ke tisu, lalu mengelap botol saus itu sampai mengkilap juga. Cecil berdecak, menggeleng-geleng pelan melihat penyakin mishophobia Samuel kambuh. "Ga sekalian lo bersihin satu warung biar semuanya jadi higienis." "Memang boleh?" "Ya boleh, silahkan aja, kalo perlu lo mengabdi di warung ini, lo gausah pulang dan gausah deket sama gue lagi, abis itu gue nikah sama Arkan, kita punya anak kembar dan akhirnya kita hidup bahagia bersama....mmmm." Sebelum telinganya berdengung karena cerocosan Cecil, Samuel menjejalkan bakso kecil kedalam mulut Cecil. "Makan yang banyak, biar anak di dalam perut kamu sehat,"Ledek Samuel mengusak-usak pucuk rambut Cecil sambil terkikik geli. Cecil melayakan tatapan sinis pada Samuel, tangan kirinya menusuk bakso dengan garpu begitu keras, sedangkan tangan lainya mengacungkan jari tangahnya di depan Samuel.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD