Cecil menarik tangan Arkan agar keluar dari dalam restoran. Dia tidak ingin buat kegaduhan di dalam restoran.
"dia guru olahraga pengganti pak Iham itu kan?"Tanya Arkan.
"kamu harus dengerin aku ngomong dulu by,"Mula Cecil setelah mereka berada di depan restoran.
"Jelasin apa? Jelasin gimana rasanya jalan sama guru di belakang pacar."
"Coba dengerin dulu, abis itu kalo kamu mau putusin aku silahkan, aku ga mau kamu salah paham."
"aku harus kasih tau kamu kalau seminggu yang lalu depkolektor kerumah aku dan nyita semua barang-barang dirumah, perusahaan papah aku bangkrut yang, aku sama keluarga aku ga tau harus gimana lagi, sampai papah bilang harapan terakhirnya cuma nikahin aku sama anak partner bisnisnya,"Jelas Cecil. Sampai sini saja Arkan sudah mengerti apa yang sedang kekasihnya hadapi.
"Kenapa kamu ga kasih tau aku."
Cecil menghela nafas, menundukkan kepalanya dalam-dalam tidak berani menatap mata Arkan"aku ga mau ngerepotin kamu, aku fikir aku bisa nyelesain masalah ini sendirian, ternyata aku ga bisa. Aku juga takut kamu ninggalin aku karna masalah ini."Kedua bahu Cecil mulai bergetar, tidak bisa dihindari, air mata keluar membasahi pipinya.
Arkan menghela nafas, menarik tangan kekasihnya lembut, membawa tubuh Cecil ke pelukanya yang hangat.
"Maafin aku,"Kata Arkan mengelus lembut rambut kekasihnya.
"Khmmm..."dari belakang, Samuel merentetkan batu palsu.
"Iya, saya akan antar Cecil pulang sekarang,"katanya didalam telfon, entah itu akting atau memang benar, yang pasti Cecil benci semua kelakuan iblis itu.
Terpaksa arkan harus melepaskan pelukanya. Samuel memberikan ponselnya pada Cecil"Mamah kamu mau ngomong."
Cecil mengambil HP di tangan samuel. Samuel mengalihkan pandangannya pada Arkan, menatap horor pria itu seakan-akan membunuhnya.
Tanpa perlu di suruh pergi, Arkan sudah berbalik dan melenggangkan kakinya meninggalkan Cecil dan Samuel begitu saja.
***
Mobil lamborghini yang dikemudikan Samuel berhenti tepat di depan gerbang rumah Cecil.
Cecil melepaskan saltbellnya, kemudian membuka pintu mobil, hendak melangkahkan kakinya keluar.
"Cecil,"
"Apa?!"Jawab Cecil ketus.
"Sebentar lagi kamu akan jadi istri saya, seharusnya kamu tidak punya hubungan dengan siapapun."Kedua tangan Cecil mengepal erat. Dia tidak suka penuturan Samuel tadi.
"Terus kalo lo udah jadi suami gue, lo berhak ngantur-ngatur hidup gue gitu? Dengerin gue ya."Cecil menarik nafasnya dalam-dalam.
"SEUMUR HIDUP GUE JANGAN HARAP GUE BAKAL CINTA SAMA LO, SATU HAL YANG HARUS LO TAU, GUE BENCI BANGET SAMA LO DAN GUE HARAP LO HILANG DARI KEHIDUPAN GUE!!"Maki Cecil dengan satu tarikan nafas dan tanpa sopan santun menunjuk-nunjuk wajah Samuel.
"Lo tenang aja, setelah kontrak nikah kita habis, gue bakal minta cerai dan ga bakal muncul lagi di kehidupan lo."
Samuel membuka pintu mobil.
BRAKK...
Dia membanting pintu mobilnya. Membuat Cecil tersentak kaget. Apa Samuel marah? Entah kenapa melihat Samuel menghamlirinya membuat tubuh Cecil meremang ketakutan.
Tangan Samuel mengayun ke depan, Cecil langsung memejamkan matanya erat-erat, takut Samuel akan menampar nya.
Cup
Dugaanya salah, Cecil membuka matanya, pipinya sudah memerah, tidak menyangka Samuel tiba-tiba saja mencium pucuk kepalanya.
"Mandi, cuci kaki, terus tidur, besok kamu harus sekolah kan," Katanya sambil mengusak-usak rambut Cecil.
"Besok malam, saya akan jemput kamu untuk makan malam, istirahat yang cukup, jaga kesehatan, jangan pikirkan hal-hal berat, good night."
***
BRAKK..
BRAKKK...
BRUKK....
Cecil menarik kursinya, membanting tas miliknya keatas meja, mengeluarkan buku dan membanting buku itu juga. Tingkahnya hari ini seperti preman pasar.
"Kenapa lagi sih lo cil?"Tanya Luna lembut.
"Kesurupan ya lo, apa kesurupan jangan disini dong, ngerepotin orang aja."
"Si sambel terasi itu ngajakin gue dinner malem ini, gue ga mau lagi ketemu dia, gue jadi kaya cewek murahan bareng omnya kalo di pandang orang-orang, arrrghh mau di taro dimana muka gue."Cecil mengusak-usak rambutnya depresi"dia juga nyuruh gue putus sama Arkan, emang dia siapa gue sih main nyuruh-nyuruh gue, sumpah gue gedeg banget sama manusia itu, pengen gue bejek-bejek mukanya yang sok ganteng itu."
"Emang dia ganteng,"Sela Crystin.
"Gue ga ngomong sama lo beruk,"Timpal Cecil. Crystin hanya melayangkan jari tengahnya.
"Bukanya ini kesempatan terakhir lo bikin dia jijik sama lo dan buat dia batalin pernikahannya ya."Luna berujar.
"Maksud lo?"
"Ya lo tinggal bikin diri lo sejelek mungkin, bikin dia jijik sama lo di dating nanti malam. Cowok bakal ilfil kalo ceweknya dandan heboh."
"nah iya banget, cowok juga ga suka liat cewek dandan menor."
Cecil, Luna dan Eva langsung melirik kearah Crystin.
"apa?!"
"pantes gaada cowok yang mau sama lo,"Sindir Cecil pedas.
"heh, dengerin ya cicak gurun, bukan ga ada cowok yang mau, banyak kok yang mau sama gue, tapi ya emang tipe gue aja yang tinggi, makanya ga ada yang bisa deket sama gue, ngerti?"
"halah ribet amat, bilang aja lo ga laku."
"iya nih."Eva yang minim otak saja membenarkan fakta ini.
"bajingan kalian semua."Crystin mengacungkan kedua jari tengahnya untuk ketiga temanya yang pantas mendapatkan itu.
Cecil mengetuk-etuk dagunya berfikir. Benar juga ya yang luna sarankan, kalau nanti malam Cecil bikin kesan jelek pada Samuel, pasti Samuel akan berfikir dua kali untuk menikahinya, bahkan bisa saja dia membatalkan pernikahannya karena melihat Cecil tidak sesuai ekspetasinya.
"Oke, nanti malem gue bakal dating sama Samuel, kalian bantuin gue ya, gue bakal bikin dia jijik dan batalin semua pernikahan neraka ini."
*****
Tik...tok...tik...tok...
Jarum jam rolex milik Samuel terus berdetak mengganti detik demi detik, sudah dua kali pelayan menghampirinya untuk menanyakan pesananya, namun Samuel tetap tidak memesan apapun sebelum Cecil datang.
Sekarang sudah hampir jam sepuluh malam. Padahal Cecil sendiri yang buat janji jam delapan harus sudah sampai sana. Jadi karena Samuel orang yang begitu tepat waktu, dia datang jam setengah delapan agar Cecil tidak menunggunya, sampai sekarang gadis itu malah belum menampakkan batang hidungnya.
Mungkin Cecil memang tidak akan datang. sedikit kecewa, Samuel bangkit dari kursi, wajahnya begitu kecewa.
"Om Samuel!"Teriak seseorang memanggil nama Samuel, refleks Samuel melihat ke sumber suara, bukan hanya dia, bahkan beberapa orang sekarang melihat ke orang yang baru saja teriak.
Ternyata orang yang memanggilnya adalah Cecil, dengan sangat amat percaya diri, dia berjalan kearah Samuel.
Beberapa detik Samuel diam menatap Cecil yang kini sudah berdiri dihadapanya. Alisnya berkerut bingung.
Bagamaina dia tidak bingung, malam ini dandanan Cecil begitu sangat berlebihan, wajahnya menjadi seputih tembok, entah berapa lapis bedak yang dia pakai, belum lagi rona pipi yang sudah mirip kayak habis di gebukin satu rt. Di tambah dengan bibir merah mentereng seperti habis makan orok. Di bandingkan dengan cantik dan anggun, Cecil malah lebih mirip ondel-ondel di depan lampu merah, ondel-ondel saja bahkan ogah di bandingkan dengan gadis itu sekarang.
Belum lagi dress emas dengan motif hitam polkadot yang begitu ketat dan pendek membuat dia mirip seperti badut di pasar malam.
"gimana, gue cantik kan?"Tanya Cecil begitu pede menunjukkan pose imutnya.
'mampus lo, pasti jijik kan lo liat penampilan gue, hahahahahaha."Cecil tertawa terbahak-bahak dalam hati.
Sebentar lagi mimpi buruknya buat nikah sama si sambal terasi ini akan musnah begitu saja.
Samuel berdiri dari kursinya, dia menarik kursi di depanya, lalu dengan sopan mempersilahkan cecil duduk. Cecil duduk di kursinya, tinggal satu langkah lagi dia membuat Samuel ilfil.
Samuel mengambil jas miliknya yang dia sampirkan di belakang kursi, dengan lembut dia menutupi paha Cecil yang mengubar kemana-mana.
"kamu cantik malam ini,"Bisik Samuel tiba-tiba tepat di samping telinga Cecil.
GILA, dia udah stres ya, cantik darimananya, tadi pas jalan kesini aja ada tiga cowok yang bilang ada badut mampang kesasar, kok Samuel malah bilang dia cantik. Selain minus akhlak, matanya juga minus parah, Jangan-jangan mata Samuel emang katarak, makanya dari semua gadis cantik yang mengejarnya, dia malah milih cewek begajulan minim akhlak seperti Cecil bentuknya.
"Makasih loh pujianya, pak sam juga ganteng hari ini, muach."Cecil memberikan kecupan dan satu kedipan mata pada Samuel. Anehnya pria itu tidak merasa jijik sama sekali, senyumnya malah semakin mengembang.
"Pak sam udah pesen makananya?"Tanya Cecil.
Samuel menggeleng kecil, dia tidak akan pesan apapun sampai Cecil datang.
Samuel mengangkat tanganya keatas, menjentikkan jarinya, tidak lama seorang pelayanan wanita datang menghampiri meja mereka.
"Selama malam tuan dan nona, selamat datang di golden barbaque,"Kata sang pelayan menyodorkan dengan sopan buku menunya.
"kasih gue bir,"kata Cecil tanpa membaca buku menunya terlebih dahulu.
Si pelayan itu melirik sekilas kearah Samuel, sebelum dia menuliskan pesanan Cecil.
"kamu minum bir?"Cecil mengangguk-
angguk bangga. Padahal dia bohong. Minum minuman bersoda aja bikin dia uring-uringan sakit perut, apalagi bir, bisa mati dia. Tapi demi membatalkan pernikahan jahanam ini, dia rela melakukan apapun.
"satu gelas bir saja,"Kata Samuel pada sang pelayan.
"2 botol,"Timpal Cecil.
Awalnya Samuel sedikit kaget, sebelum akhirnya membiarkan pelayan itu mencatat pesanan Cecil.
"Ada tambahan lagi?"
"Wagyu tenderloin, grilled salmon, Serendipity 3 chocolate and Jus cranberry," Kata Samuel kemudian menutup kembali buku menunya.
"Terimakasih, di tunggu lima menit ya nona dan tuan."Setelah itu si pelayan pergi dari hadapan Cecil dan Samuel.
Tidak lama, pelayan lain datang membawakan pesanan mereka. Cecil langsung menyambar botol bir, mencoba untuk membuka tutupnya, tapi karna dia tidak pernah menyentuh botol itu sebelumnya, jadi dia kesulitan untuk membukanya.
"Biar saya buka kan."
"Ga perlu, gue bisa sendiri, lemah amat jadi orang buka ginian aja ga bisa."
Hampir sepuluh menit Cecil berkutat mencoba untuk membuka botolnya, tapi tutup botolnya sama sekali tidak bergeming.
"Biar saya coba,"Samuel mengambil botol bir dari tangan Cecil, tidak ada semenit dia bisa membuka tutup botolnya. Dari sini saja sudah keliatan mana yang senior dan mana yang sok iya jadi senior.
Samuel menuangkan bir itu kedalam gelas, Cecil menatap gelas berisi bir ditanganya. Senakal-nakalnya dia, dia sama sekali belum pernah meminum-minuman keras seperti ini, karena dasarnya dia tidak kuat minum yang mengandung alkohol.
Tapi demi melihat samuel jijik padanya, dia akan melakukan apapun.
Ragu-ragu Cecil menenggak bir tersebut, beberapa detik dia diam, rasanya sangat-sangat tidak enak, pahit, dan tenggorokanya terasa terbakar. Cecil jadi penasaran, kenapa ya orang-orang pada seneng minum-minuman begini, padahal enakan juga tea jus sama es buah.
"kenapa, rasanya aneh?"
"lo ngeraguin gue? Asal lo tau aja, ini itu minuman favorit gue tau."Cecil mengambil botol birnya, dia menenggak bir itu langsung dari botolnya.
Mata Cecil sudah merah dan sayu, lantai di bawahnya mulai bergejolak tidak karuan, dan kepalanya seperti di tarik-tarik begitu kencang. apa ini efek dari birnya.
"cukup,"Ucap Samuel merampas paksa gelas ditangan Cecil.
"dikit lagi aja, nanggung banget ini."
"saya bilang cukup!"Samuel merampas bir itu. Mata Cecil menyalak, alisnya bertaut kesal.
BRAKKK....
dia menggebrak meja begitu keras, membuat seluruh perhatian mengarah padanya, dengan tubuh gontai dia bangkit berdiri, kedua tanganya mencoba meraih bir yang ada di tangan Samuel.
"kembaliin minuman gu....."
BRUKK.....
Tubuh Cecil ambruk begitu saja ke lantai, kepalanya terasa berputar-putar, pandanganya samar-samar, di detik berikutnya semuanya menghitam.
****
Mata Cecil mengerjap-erjap pelan, dia memegangi kepalanya yang terasa hampir copot, samar-samar dia melihat lampu gantung besar diatas langit-langit sana. Cecil melirik ke samping kanan dan kirinya. Sebuah ruangan besar bercat kuning keemasan menyambut mata cecil. ada sebuah lemari cokelat besar, sofa putih yang di depanya terdapat TV led besar.
Tunggu dulu, bukanya kamar Cecil catnya warna pink ya? Terus kenapa tiba-tiba kamarnya membengkak jadi lebar banget kayak lapangan bola begini. Mata Cecil membelalak lebar saat mengingat sesuatu yang tadi sempat dia lupakan, dia bangkit duduk, menatap tubuhnya yang kini di balut oleh selimut putih tebal. Dia membuka selimut itu, baju totol-totol warna hitam emasnya kini sudah di gantikan dengan piyama putih membalut tubuhnya.
Dia ingat semalam dia minum alkohol hampir dua botol sendiri, dia terus menenggaknya sampai tubuhnya ambruk diatas meja, lalu setelah itu dia tidak ingat apa-apa. Jangan-jangan dia dan Samuel sudah melakukan hubungan yang iya iya.
"kamu sudah bangun?"Tanya suara berat tidak asing di telinga Cecil.
Cecil langsung mengalihkan pandanganya kearah suara tersebut. Samuel baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk putih yang melilit di atas pinggang sampai lutut, membuat Cecil bisa melihat dengan jelas dada bidang dengan abs yang sangat amat menggoda. Ini kedua kalinya Cecil melihat kenikmatan dunia ini dan detak jantungnya masih tidak bisa dia kontrol.
"arrghhhhh!!"Jerit Cecil menutupi wajahnya dengan selimut.
"kenapa?"Samuel berjalan menghampiri Cecil.
"diem, diem lo disitu!"Teriak Cecil hingga menggema keseluruh penjuru kamar kedap suara ini.
Cecil mencoba mencari-cari sesuatu, dia meraih gelas diatas laci disamping tempat tidur, dia menodongkan gelas kosong tersebut kedepan Samuel dengan tangan bergetar.
"lo apain gue semalem hah?!! Lo coba perkosa gue ya?!! Cepet jawab!!"Cecar Cecil, kedua bahunya sudah bergetar hebat ketakutan, dia merasa kotor sekarang.
"perkosa? kamu mau itu?"
"gue ga lagi bercanda ya sambel terasi!"
"siapa yang bercanda?"
"Ya lo tinggal jawab jujur, semalem lo perkosa gue atau ga!" Frontal Cecil, emang ga ada urat malunya tuh anak.
Samuel menyibak selimut yang menutupi bagian kaki Cecil, refleks tubuh Cecil beringsut, menaruh tanganya di depan dada dan memejamkan matanya erat"please jangan perkosa gue please."
Samuel menggeleng-geleng kecil, dia duduk di tepian ranjang, mengangkat kaki Cecil keatas pangkuanya, dan mulai mengoleskan sesuatu di kaki Cecil yang sedikit lecet karena sepatu hak yang terlalu mencekik.
"Lain kali kalau tidak bisa pakai heals tidak usah pakai, kaki mu bisa terluka,"Kata Samuel mengoleskan lembut obat itu ke luka Cecil.
"Kan katanya cewek bakal nambah cantik kalau pake heals."
"Kamu ga pake heals udah cantik," Gombal Samuel.
"Kimi gi piki hils idih cintik ki."Cecil memenyonkan bibirnya ke kanan dan ke kiri dengan wajah meledek, itu malah membuat Samuel tertawa kecil, membuat ketampanya bertambah berkali-kali lipat.
"Adu.. Duh, duh," Ringis Cecil saat tangan Samuel menyentuh lukanya.
"Kamu benar-benar tidak apa-apa? Saya panggilkan dokter ya."
"Gausah lebay deh, gue cuma kesleo."
Setelah selesai mengoleskan obat, Samuel bangkit berdiri"saya sudah siapkan sarapan untuk kamu, turun saja kalau lapar."
"lo belum jawab pertanyaan gue."
"pertanyaan apa?"
"lo perkosa gue,"Ujar Cecil sedkit mencicit karena malu sendiri.
"tanya saja pada otak kotor mu,"Jawab Samuel, sebelum Cecil mencecarinya lagi dengan pertanyaan, Samuel sudah melangkah keluar dari kamar.
"WOY OM MESUM JELEK, LO HARUS TANGGUNG JAWAB KALO GUE HAMIL!!"Teriak Cecil, dia merengkuh tubuhnya sendiri begitu erat, kotor, cewek murahan, menjijikan, hal itu yang sekarang memenuhi kepala Cecil.
Setelah mencoba menyingkirkan semua fikiran negatifnya, Cecil melangkahkan kakinya menuruni anak tangga. Dengan dibalut celemek abu-abu, Samuel tengah sibuk berkutat di dalam dapur, memasak sesuatu yang begitu harum di hidung Cecil.
Dari dalam dapur, Samuel membawa bali berisi sepiring nasi goreng seafood dan jus strawberry.
"kok lo tau sih gue suka sarapan pake nasi goreng sama jus strawberry, oh jangan-jangan selama ini lo nguntitin gue dari belakang kayak stalker ya,"Tuduh Cecil menunjuk-nunjuk wajah Samuel.
"mamah kamu yang beritahu saya."
Mampus, kenapa Cecil jadi ke pedean begini sih, Samuel kan nikah sama dia juga karna terpaksa, bukan berarti Samuel suka dia, bahkan mungkin Samuel benci sama Cecil, tapi karna paksaan orang tuanya jadi dia berlagak seperti tertarik pada cecil.
Cecil mengendus-endus nasi goreng dan omelet di depanya.
"Tenang saja, saya tidak menambahkan apa-apa disana,"Kata samuel telak menebak fikiran negatif Cecil.
"ya siapa tau aja, muka mesum kayak lo kan patut di curigai."
Cecil mencicipi sedikit omelet buatan Samuel, matanya menggerjap-erjap beberapa kali saat omelet itu menyentuh lidahnya. Terkstur lembut dan rasa yang pas dari omeletnya membuat Cecil ingin mencicipinya lagi.
"wih ini mah masakan spek restoran,"Puji Cecil, kembali menyendok omeletnya dan memasukannya kedalam mulut sangat lahap.
"Gimana, enak?"
"En.... "Cecil menghentikan ucapanya, hampir saja dia puji masakan si sambel terasi ini, Bisa-bisa dia kesenangan ini mah.
"Kata gue mah biasa aja sih rasanya," Cecil kembali menyendok nasi gorengnya.
"kek ada yang kurang gitu, kayanya. Lebih enakkan nasi goreng di mamang-mamang nasi goreng ini mah,"
komen Cecil, tapi tanganya tidak berhenti menyendok dan memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya. Ujung bibir Samuel terangkat, menatap Cecil dan nasi goreng bergantian.
"Gue makan nasi goreng lo karna laper ya, bukan berarti nasi goreng lo enak."Samuel mengangguk-angguk percaya, dia menyingkirkan beberapa anak rambut yang menghalangi wajah cantik Cecil.
Setelah menghabiskan satu piring setengah nasi goreng, Cecil menenggak jus strawberinya sampai habis tidak tersisa sedikit pun.
Samuel bangkit berdiri, menumpuk piringnya dengan piring kotor Cecil.
"Cepat mandi, dan saya tunggu di depan,"Suruhnya.
"Idih, siapa lo nyuruh-nyuruh gue, suami gue lo?"Cibir Cecil dengan wajah julidnya.
"Calon suami."
"ih baru calon udah ngatur-ngatur. ga, gue ga mau mandi."
"Hari ini kamu harus sekolah kan."
"Kan ga ada seragamnya, lo mau gue ke sekolah pake baju tidur ini?"benar juga, kalau kerumah Cecil dulu untuk ganti baju sekolahnya, pasti dia akan telat, dan dihukum, mending Cecil gausah berangkat sekalian.
"Saya sudah siapkan seragamnya di kamar. Cepat mandi, atau kamu mau saya mandikan sekarang?"
"Uhukk.. Uhukk...."Samuel langsung menatap Cecil dengan tatapan om-om mesumnya.
"Jadi kamu mau saya mandikan."
"Lo pikir gue mayat apa mau dimandiin, gue bisa mandi sendiri kali."
"Ya sudah makanya cepat mandi sekarang."
Cecil melangkahkan kakinya naik kembali ke kamar atas. Benar saja, di dalam kamar, Samuel sudah menyiapkan satu set seragam lengkap dengan dasi dan bet sekolahnya. Kapan dia beli seragam itu? Sedangkan kalau mau beli seragam di sekolahnya harus menunggu minimal setengah bulan karena di buat, berarti seragam yang Samuel beli ini pasti seragam premium yang harga satu setnya paling murah lima jutaan.
Cecil masuk kedalam kamar mandi. melepaskan semua pakaian entah milik siapa ini. Dia menatap tubuhnya sendiri tanpa sehelai benang pun di depan kaca besar di dalam kamar mandi. Tanganya perlahan menyentuh, kata Crystin kalau setelah bercocok tanam, katanya bagian- bagian intim kita akan terasa sakit, tapi Cecil tidak tau apa yang dia rasakan sekarang. Perasaanya bercampur dengan rasa takut.
Cklekk....
Pintu kamar mandi terbuka. Samuel berdiri diambang pintu kamar mandi, tengah menatap kearahnya.
"arrghhhhh!!!!"Cecil menjerit sejadi-jadinya, Refleks tangannya melempar sikat gigi yang ada di genggamanya.
"m...ma..maaf."Samuel langsung menutup kembali pintu kamar mandi.
"lo tadi ga liat apa-apa kan, iya kan?!"
"sedikit, hanya dada dan kel...."
"c...cukup!"
"lo ga punya sopan santun apa?! Main asal masuk aja!"Cecil mencoba mengalihkan pembicaraan, kedua pipinya sudah merah padam.
"Kamu tidak kunci kamar mandinya, saya fikir tidak ada orang,"Jelas Samuel.
Cecil diam, memang itu salahnya sih, kalau dia tidak lupa kunci pintunya, pasti kejadian memalukan itu tidak akan terjadi.
"Yaudah sana pergi!!"
Cecil mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang. Dia merasa sangat berdosa karena secara tidak langsung membiarkan Samuel melihat seluruh dalaman tubuhnya.
"Tenang cil, tenang, dia pasti ga liat apa-apa, dia pasti boong buat bikin lo malu doang,"Kata Cecil menenangkan dirinya sendiri, kemudian melanjutkan acara mandinya.
Hampir sejam Cecil menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi, kini step terakhir sudah dia selesaikan, saat ingin mengambil handuk dia ingat kalau dia ternyata lupa bawa handuk.
"Duh, ada-ada aja sih, gimana nih, masa gue harus lari-larian bugil keluar dari sini, kalau samuel mergokin lagi, mau ditaro dimana mukanya ini."
"Sambel terasi!!"teriak Cecil. Dia tidak mau kalau dia keluar dari kamar mandi dan Samuel kembali memergokinya tanpa pakaian.
"SAMBEL TERASI! Gue lupa bawa handuk!! Tolong ambilin handuk!!"Suara Cecil sampai menggema ke seisi kamar mandi yang hampir kedap suara.
Tok.. Tok..tok..
Suara ketika pintu dari luar terdengar"mau di taruh dimana handuknya?"
Kalau Cecil minta taro handuknya di depan pintu pasti nanti kotor, tapi masa Cecil harus mengambil handuknya dengan kondisi tidak berpakaian sedikit pun.
"balikin badan lo,"Perintah Cecil.
"hah?"
"balikin badan lo sambel terasi!"
Anehnya, walau Cecil selalu kasar pada Samuel, tapi dia tetap selalu menuruti perintah Cecil.
Cecil membuka pintu kamar mandi lebih lebar, memberanikan diri meraih handuk di tangan Samuel.
"Sekarang saya sudah boleh..."Samuel sudah ingin membalikkan badanya.
"Arrrghh!!"Potong Cecil menjerit heboh, membuat Samuel kembali membalikkan badanya dan menutup matanya.
Baru kali ini pagi Samuel begitu heboh hanya karena bocah banyak tingkah ini. Baru sehari saja dia sudah merepotkan ya minta ampun. Tapi Samuel suka di repotkan Cecil, dan Samuel rasa ini menjadi pagi yang paling indah untuk Samuel.
***
Tringg... Tringgg....
Bell istirahat berbunyi cukup nyaring. Beberapa siswa berbondong-bondong keluar dari kelas, menyisakan beberapa orang-orang rajin dan malas keluar di dalam kelas.
"Eh, eh guys, kalian udah tau belum sih berita terpanas hari ini,"Ucap Crytin heboh menghampiri teman-temanya.
Sudah menjadi hal biasa setiap pagi Crystin selalu membawakan berita terviral dan terpanas yang terjadi di sekolah ini, entah darimana dia selalu mendapatkan kabar itu semua, tapi memang semua kabarnya itu valid dan sangat amat akurat.
"Apa-apa?"Sahut salah satu temanya. Awal dari segala inti pergibahan ini.
"Katanya semalem pak sam jalan sama cewek masuk ke restoran cepat saji di mall!"
"Siapa tuh ceweknya."
"Siapa sih ceweknya, spill namanya, paling juga cantikan gue."
"Eh atau jangan-jangan itu bu Manda, katanya kan mereka di gosipin udah pacaran,"Tebak beberapa cewek lainya.
Crystin melirik Cecil sekilas, belum dikasih tau tapi dja tau kali ini siapa yang jalan dengan Samuel. Cecil memutar bola matanya malas dan melengoskan wajahnya dari Crystin.
"lo kenapa sih cil?"Tanya Luna yang daritadi melihat bestinya diam saja sambil mencoret-coret bukunya. Tidak ada jawaban dari Cecil.
"Woy lo kenapa sih anjir, harusnya lo seneng dong abis dianterin pake mobil lambo sama guru paling ganteng se antero sekolah ini,"Ledek Crystin menyenggol- nyenggol lengan Cecil.
"Lo lupa, kita sahabat lo, ceritain semua masalah lo, sebisa mungkin kita kasih solusi cil."
"Iya nih, dia mah gitu orangnya, sok paling bisa mengatasi semuanya sendiri, kita mah cuma dianggap temen sama dia, ga butuh dia sama kita-kita."
"gue udah ga perawan lagi bego, puas kalian,"Potong Cecil.
"Apa?!"Kaget Luna, Crystin dan Eva hampir bersamaan.
"Siapa yang udah ngeperawanin lo? Kok bisa sih lo mau? Lo diapain aja sama dia? Gila ya lo cil, cepet temuin gue sama orangnya,"Cecar Luna emosi, sakit hati karena kesucian sahabatnya sudah di renggut.
"Si sambel terasi,"Cicit Cecil memelankan suaranya agar tidak di dengar teman-teman lainya dan nanti malah jadi gosip seantero sekolah.
"Tapi lo semua gausah hebo..."
"Oh jadi pak sam yang udah ngeperawanin lo!"Teriak Crystin, menarik semua perhatian orang yang ada di kelas.
"Ssttt... "Cecil membekap mulut rombeng Crystin, memang kesalahan terbesar dia cerita ke golongan kaleng rombeng kayak mereka ini.
"Hehehe maaf,"Kekeh Crystin"emang bajingan mesum ya dia, pedofil, bisa-bisanya dia mau memperkaos anak perawan kayak lo, gila sih untung gue ga jadi suka sama dia."
"lo ciuman juga ga?"Kini Eva yang bertanya.
"kenapa emang?"
"kalo lo sampe ciuman, nanti lo bisa hamil Cil."
"Pokoknya kalo gue ketemu si mesum itu, gue bakal jambak-jambak rambutnya, bisa-bisanya dia berani ngejamah tubuh sabahat gue yang polos ini!"Geram Crystin tidak terima.
"Aakkhhh pak sam ganteng banget."
"Duh senyumnya manis banget."
Suara gaduh dari depan pintu kelas mengalihkan perhatian Cecil, Crystin, Luna dan Sva. Sosok tinggi Samuel yang tampan, masuk kedalam kelas dan menghampiri bangku Cecil.
"Bekal kamu ketinggalan."Samuel menaruh kotak bekal warna merah muda serta botol air senada warnanya.
Alis cecil berkerut, kapan Cecil bawa bekal, istirahat makan aja dia enggan. Sok-sokan bawa bekal, mana bekalnya warna pink lagi. Tapi cecil tidak menolak, lumayankan dapat bekal gratis, jadi dia tidak perlu menghabiskan uang jajan ya.
"makasih,"Balas Cecil.
"Dah sana pergi,"Usirnya kemudian. Tapi anehnya Samuel selalu menurut ucapan Cecil.
"duh pak Samuel tuh emang calon suami idaman banget deh,"Puji Crystin terpesona. Alis Cecil dan Luna berkerut, baru beberapa menit yang lalu dia maki-maki Samuel, sekarang pas di depan orangnya langsung mleyot, emang cewek semua begitu.
"Katanya tadi mau jambak si sambel terasi, orangnya kesini malah muji-muji."
"Ga bisa cil, gue ga bisa jambak orang se ganteng pak sam."Cecil merinding mendengarnya.
Cecil membuka bekal yang katanya titipan dari mamahnya. Ada ayam teriyaki, beberapa sosis seafood dan steak favorit Cecil. Semua makanan yang Samuel bawakan adalah makanan favoritnya, bahkan jus strawberry di dalam botol itu. Seberapa banyak yang mamah kasih tau tentang Cecil pada Samuel, rasanya pria itu benar-benar serius ingin mendapatkan hati Cecil.