"Dih, santai aja kali, Mbar mukanya." Seperti biasa, gadis itu selalu tidak pernah berbicara langsung pada intinya. Dia perlu berbasa-basi dengan mencaci maki orang yang diajak ngobrol. Terutama Ambar. "Beliin tiga gelas es teh, satu sosis, satu roti, tiga mie ayam!" Ambar sebenarnya tidak ingin melaksanakan yang diperintahkan Ara. Tapi mau bagaimana lagi. Dia juga tidak ingin Davin sedih melihat Ambar disuruh-suruh seperti ini. Ambar hanya ingin Davin tidak pernah tahu bahwa dia sebenarnya dirundung di sekolah. "Sebentar ya, Dav." Setelah mengucapkan itu dengan pelan, Ambar pergi membeli semua yang diperintahkan oleh Ara. "Cepetan!" sontak Ara yang sudah tidak sabar lagi dengan keleletan Ambar. Sebab yang disuruh masih berat meninggalkan Davin, dia takut saat dia pergi, Ara akan merund

