Pemilik Hati

1663 Words

Mentari memperhatikan Langit diam-diam. Bibirnya tersenyum lega karena nyatanya, hatinya baru bisa damai setelah melihat Langit. Seolah kebahagiaan meluap-luap dan tidak mampu ditampung hatinya. "Gimana sekolah Lo?" Langit hampir tidak pernah menanyakan itu ke Tari. Selain karena Tari cukup pintar, dia pun malas membahas soal sekolah. Tapi hari ini berbeda. "Tumben Lo tanyain itu?" "Yah, gak tau,ya. Gue ngerasa ada hal baru yang Lo dapati waktu sekolah." Langit bilang gitu sambil menumpuhkan tangan di dagunya. Matanya tak jua berkedip seolah ingin menyelami kejujuran Tari. 'Anjiiir, Langit itu cenayang,ya. Kok, dia bisa tau, sih kalo gue mulai deket sama Pak Damian.' Mentari meruntuki keadaan, dia jadi menghadap ke arah berlawanan. Dan dengan entengnya tangan Langit menekan kepalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD