Bab 2

1126 Words
“Malam bi, Sanas. Kok kalian belum pada tidur?” tanya Celine sambil mendudukkan bokongnya di kursi tamu. “Cel, pamanmu daritadi belum pulang. Aku sudah telpon beberapa kali tapi tetap saja tidak diangkat” jawab Angel dengan raut wajah yang khawatir. “Iya Cel. Papa belum pulang biasanya juga pulang, paling lama jam 10 sedangkan ini sudah jam 11 belum juga datang” Jawab Sanas. “Apa kalian sudah coba hubungi teman-temannya paman?”tanya Celine lagi. “Sudah, katanya tadi siang papa pergi ke lokasi proyek” jawab Sanas. “Cel kamu pergi mandi dan istirahat, biar kami saja yang menunggu pamanmu” ucap Angel tidak tega melihat Celine baru pulang kerja. Jadi bibi Celine ini sebenarnya baik, tapi setiap kali pamannya menyiksa Celine bibinya juga ikut-ikutan kalau misalkan tidak ada yang menyiksa Celine, bibinya bersikap seperti biasa bahkan memberikan kasih sayang sama Celine. Celine memang biasanya pulang kerja jam 9 malam tapi karena tadi diajak oleh temannya jadi Celine izin sama Angel untuk pulang telat. Celine berjalan kearah kamarnya yang ada dilantai 1 itulah yang menjadi kamar Celine semenjak tinggal Bersama pamannya. *** “Perempuan yang menjadi alasan aku malas keluar dari rumah, aku sangat membenci perempuan apalagi saat mereka mengagumi dan membicarakan ku” ucap Robert kepada Jack yang sedang fokus menyetir. “Tidak semua perempuan itu sama bos, ada juga yang memiliki hati yang baik dan lembut” Jack mencoba berbicara dan membuka hati bos yang dingin dan keras kepala itu. “Tapi bagiku semua perempuan sama saja” jawab Robert dengan ketus matanya fokus melihat jalanan yang sudah mulai sepi. “Bagaimana dengan Michella?” jawab Jack coba memancing Robert. Saat mendengar nama Michella, Robert langsung mengalihkan pemandangannya kepada Jack, Robert sangat tidak suka kalau Michella dibandingkan dengan perempuan lain. Baginya hanya Michella perempuan yang baik dan lembut. “Oke oke baiklah, aku tidak akan membandingkannya lagi dengan siapapun” ucap Jack sambil tertawa. “Sekali lagi aku dengar kamu berbicara seperti itu, siap-siap kepalamu akan aku penggal dengan tanganku sendiri” ucap Robert dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Jack fokus kepada jalanan saat melihat bosnya yang sedang marah, biasanya dia hanya diam saja tidak banyak bicara agar bosnya itu bisa normal Kembali. ** Robert menjatuhkan badannya ke kasur yang sangat empuk dan nyaman, rasanya sangat nyaman itulah yang dirasakan Robert apalagi saat ini dia sudah mulai mengantuk. Beberapa menit kemudian mata itu mulai terpejam dan menyusuri alam mimpi. Robert yang kejam kalau sedang tidur tetap seperti laki-laki normal hanya ketampanannya yang terlihat. Banyak perempuan yang menyukainya walau mereka tahu kalau Robert memiliki sifat yang kejam dan sadis. Tapi Ketika ada perempuan yang berani mendekatinya berarti perempuan itu menyerahkan diri untuk disiksa atau dibunuh Robert. Robert tidak segan-segan membawa perempuan itu keruang bawah tanah untuk menyiksanya hidup-hidup. Jika perempuan itu bernasib buruk maka kematian lah yang akan datang kepadanya, tapi jika perempuan itu bernasib baik ada dipihaknya maka dia akan dibebaskan setelah melewati penyiksaan dari Robert. Dan sampai sekarang tidak ada satupun perempuan yang bisa mematahkan keras kepala Robert terhadap perempuan. ** Dinginnya di pagi hari membuat orang yang masih bergelut didalam selimut yang masih betah dengan mimpi indahnya, dia adalah Liam Robert Vincent saat ini Robert masih setia didalam selimut karena cuaca diluar sangat mendung membuat dirinya jadi malas untuk keluar. Huaaaaaa… Robert menguap dan sudah duduk diatas kasurnya, dan dilihatnya jam diatas mejanya nya sudah menunjukkan pukul 9 pagi. “Ternyata masih pagi”gumamnya lalu Kembali merebahkan badannya ke kasur yang sangat empuk itu untuk kembali tidur, tapi suara hp yang berbunyi mengganggu niatnya untuk tidur kembali. “Siapa sih pagi-pagi sudah menelfon?” gumamnya lalu mengangkat telfon itu tanpa membuka mata yang sempat terpejam. “Kamu mau dibunuh?berani mengganggu tidurku” bentak Robert kepada orang yang sedang menelfonnya. “Kau kali yang ingin dibunuh”jawabnya dengan bentak,perempuan yang ada ditelfon “Oh ternyata kamu yang nelfon kakak, ada apa pagi-pagi begini sudah menelfon kakak?”tanya Robert dengan pelan dan lembut setelah tau siapa yang menelfonnya. “Kak, aku sekarang sudah dibandara. Jemput aku”suara manja Michella terdengar jelas ditelinga Robert. “Baiklah sayang, kakak akan segera menjemputmu” jawab Robert lalu mematikan sambungan telfon itu. Robert segera bergegas kekamar mandi sebelum pergi menjemput Michella ke bandara, tidak menunggu lama Robert sudah selesai memakai baju santai lalu ke garasi mobil. Didalam garasi ada banyak jenis mobil yang sangat mewah dan berkualitas, Robert memilih mobil berwarna merah keluaran baru yang baru ia beli 3 hari yang lalu. Mobil merah itu mulai menyurusi jalanan kota, Robert menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi, tanpa diduga ada orang yang mau menyebrang jalan, Robert langsung meng-rem mobilnya dengan sangat mendadak. Cit……suara ban mobil itu bersuara saat Robert meng-rem mobil secara mendadak. Si*l, siapa sih mau nyebrang tidak lihat-lihat dulu?. gerutunya dengan sangat kesal lalu keluar dari mobil menemui orang yang ada didepan mobilnya. “Kalau mau menyebrang jalan itu lihat-lihat pakai mata,apa kamu buta?”bentak Robert marah. “Kamu yang mengendarai mobil terlalu kencang, merasa paling benar pula” perempuan itu balik marah kepada Robert. Karena terpancing emosi, Robert langsung mencengkal pergelangan tangan perempuan itu dengan kuat lalu dibawanya masuk kedalam mobil. Brak… perempuan itu dijatuhkan dengan kasar oleh Robert ke kursi mobil, Robert sudah memegang leher perempuan itu. Lalu mencekiknya dengan sekuat tenaganya. Uhuk..Uhuk.. perempuan itu terbatuk-batuk gara Robert mencekiknya dengan sangat kencang. “kalau mau mati, katakan saja biar ku bunuh sekarang juga” ucap Robert menatap perempuan itu seperti menatap mangsanya. “Maafkan saya” ucapnya ketakutan. “Keluar dari mobilku dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku” ucap Robert, lalu melepaskan cekikan itu dan keluar dari mobil menuju kursi kemudi. Robert kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, kini moodnya benar-benar berubah menjadi jelek karena ulah perempuan tadi. Dasar perempuan sialan.gumam Robert. ** Robert sudah sampai dibandara dan segera menemui adik kesayangannya. “Hi, adek kakak yang paling cantik, manis dan menggemaskan, kenapa tidak kamu kabari kakak biar tidak menunggu terlalu lama begini’ ucap Robert lalu meminta koper dari tangan Michella untuk dimasukkan ke bagasi mobil. “Tidak ada, pengen buat kakak marah aja”ucap Michella dengan santai sambil nyengir. “Argh kamu ini, asal kamu tahu kakak tidak akan pernah marah kepadamu. Bagaimana pun kamu memancing emosi kakak” Ucap Robert dengan sangat lembut, sangat berbeda dengan sifatnya yang tadi. “Sayang sekali, padahal aku ingin melihat kakak ku yang ganteng ini marah kepadaku” goda Michella lagi. “Udah udah jangan banyak omong, masuk ke mobil biar kita pulang” ucap Robert lalu berjalan kearah kursi kemudi. Michella masuk kedalam mobil dengan tersenyum, Michella senang saat melihat kakaknya ini tidak pernah memarahinya. Banyak orang menyangka kakak ku ini sangat kejam, tapi sedikit pun aku tidak mempercayainya. Dia sangat baik. batin Michella
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD