Undangan Dari Demian

1125 Words

Makan siang sudah terhidang di atas meja. Ada ayam goreng kesukaan Cahaya, sayur asam, goreng tempe, dan sambal ikan nila. Tiga manusia berjenis kelamin perempuan yang sedang duduk di mengelilingi meja, makan dengan lahapnya. Mereka adalah Zara, Puspa, dan Cahaya. Hingga kemudian Cahaya mendorong kecil piring. "Mama! Nenek! Aku sudah kenyang. Boleh aku ke kamar untuk kembali bermain boneka?" Puspa yang juga baru menyudahi makannya, menoleh pada cucunya yang duduk di sebelahnya. "Iya, boleh. Tapi jangan lari-lari. Nanti jatuh lho." "Iya, nenek. Aku tidak akan berlari." Puspa tersenyum. Dia mengusap kepala Cahaya dengan lembut. Melihat cucu perempuannya ini, dia merasa sedih. Hatinya miris mengingat kedua orangtua Cahaya kemungkinan besar akan berpisah. Bukan tanpa sebab Puspa berpikira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD