BAB I ~Aku~
Elvina Freya Maheswari
Freya adalah seorang Mahasiswa Jurusan Manajemen semester 3. Ia wanita yang masih belum mengerti jalan kehidupannya sendiri.
Akibat cerita masa lalunya yang suram dan menyakitkan membuat nya kehilangan jati dirinya.
Sehingga sampai detik ini ia pun belum bisa melupakan orang di masa lalunya.
Ia pernah bertekad untuk melupakannya akan tetapi itu sia-sia yang ada bukan melupakan justru semakin mengingatnya.
Semenjak Freya duduk di bangku SMA ia berusaha membuka lembaran baru kembali tanpa harus mengingat kenangan lama yang menyakitkan.
Ia masih tetap bertekad melupakan orang di masa lalunya dengan berbagai cara, salah satu nya adalah mendekati laki-laki yang mendekatinya, meskipun ia sendiri tau bahwa dirinya masih belum siap untuk membuka hati kembali.
Freya berusaha untuk tetap melupakan semua kenangan buruk nya akan tetapi semua itu sama saja dan hasilnya pun sia-sia, dirinya yang sudah putus asa akhirnya memutuskan untuk tidak mendekati siapapun, meskipun sudah berulang kali mencari pengganti untuk melupakankan orang di masa lalunya.
Namun semua itu sama saja tidak ada perubahan dalam perasaan dan hati Freya. Terkadang Freya selalu memimpikannya, meskipun itu bukan kemauan dari Hatinya.
Freya pun tidak pernah menyerah untuk terus melupakan orang di masa lalunya yang menyakitkan.
Perlahan ia hanya di fokuskan oleh kegiatan-kegiatan sekolah se waktu masih SMA, namun jika tidak memiliki jadwal kegiatan Freya tetap teringat dengannya. Apa ini yang dinamakan gagal move on?
“Ah sudahlah tidak penting juga untukku, Sudah waktunya aku membuka lembaran baru.” Guman Freya.
Akhirnya kehidupan baru Freya di mulai Ketika masuk ke dunia perkuliahan
**~*
Flashback
Satu Tahun yang lalu. Pertama kali Freya masuk ke dunia perkuliahan ia sudah mempermalukan dirinya sendiri.
Saat itu Freya sedang membantu kegiatan perkemahan di Organisasi yang di ikutinya selama dua hari.
Selama perkemahan dua hari ia tidak tidur karena harus menjaga Peserta setiap malamnya, meski sudah ada penanggung jawab yang lain akan tetapi Freya tetap saja tidak bisa tidur.
“Kak besok saya izin pulang boleh?” tanya Freya
“kamu mau kemana Freya?” sahut Ketua Kegiatan
“Besok ada jadwal pkkmb hari terakhir daring Kak, jadi saya harus pulang.” Jawab Freya
“oh iya Freya semangat ya kuliahnya.” Ujar Ketua kegiatan lagi
“iya kak makasih.” Tutur Freya
Pagi telah tiba Freya bersiap untuk pulang ke rumah. Sebelum pulang, ia berpamitan kepada teman nya yang masih mengikuti acara perkemahan tersebut hingga selesai.
Sesampainya di rumah ia mandi dan menyiapkan ponsel miliknya, lalu membuka aplikasi untuk kelas online nya di rumah.
Freya mengikuti pkkmb hari terakhir yang dimana setelah pkkmb berakhir Freya akan berganti status yang dulunya Siswa sekarang akan menjadi Mahasiswa.
Jam menunjukkan pukul 09.00 wib acara pun dimulai.
Freya merasa dirinya sangat mengantuk mungkin akibat dari perkemahan kemarin yang dua hari ia tidak tidur.
Ia mencoba menahan kantuk nya agar tidak tertidur, namun apa daya ternyata Freya sudah terlelap di alam mimpi nya dengan handphone yang masih ia pegang tepat di depan kamera. Akibatnya banyak Mahasiswa yang melihatnya tertidur.
Ada yang menscreenshot lalu di jadikan story whatshap oleh Mahasiswa lain.
Karena keteledoran Freya lah ia memberikan kesan yang buruk sekaligus lucu untuknya, ia mempermalukan dirinya sendiri saat pertama kali masuk ke dunia kampus. Tapi apa boleh buat itu semua sudah terjadi.
**~*
Satu Minggu kemudian,
Freya bersiap untuk berangkat ke kampus, ini adalah pertama kali Freya bertemu dengan teman-teman nya yang dimana ia hanya mengenal nama dan gambarnya lewat kelas online.
Di adakan kelas online karena saat ini dalam pandemi covid-19 yang masih tinggi, banyak sekolah yang di tutup di mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Perkuliahan pun di haruskan memakai system pembelajaran daring (dalam jaringan/online).
Di Kos Freya merapikan rambut miliknya lalu menggulungnya, ia mengambil sebuah hijab berwarna maroon lalu memakainya.
Freya memilih untuk tinggal di kosan daripada di rumah, karena jarak rumah nya menuju kampus membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan.
Setelah selesai bersiap-siap Freya mengambil tas tote bag berwarna Merah Maroon bergambarkan bunga, lalu ia berjalan menuju kampus.
Sesampainya di kampus Freya memakai masker miliknya, karena situasi masih dalam pandemi covid-19 maka di wajibkan oleh pemerintah untuk memakai masker.
Freya berjalan seorang diri menyusuri setiap Lorong kampus dan mencari dimana kelasnya.
Meskipun Freya tidak mengenal siapapun saat itu, ia memiliki keberanian untuk menelusuri kampus seorang diri tanpa memiliki rasa takut dan malu akan tampilannya yang sederhana dan tidak terlalu modis.
Ia memang tidak terlalu menyukai hal-hal seperti itu, baginya berpakaian tidak perlu terlalu modis layaknya model, cukup memakai pakaian yang sederhana dan bisa membuatnya nyaman.
Sesampainya di kelas, Freya merasa detak jantungnya tidak normal seperti biasanya meski ia terlihat biasa saja namun sebenarnya Jantung Freya terasa ingin lepas dari tubuhnya.
Freya memberanikan diri mencari tempat duduk yang dimana ia tidak mengenal siapapun saat itu.
Dosen pun tiba dan mulai menjelaskan tentang kontrak kuliah di setiap mata kuliah nya.
Namun Ketika dosen akan mengabsen kelas, Freya sedikit tegang ia takut jika ketahuan bahwa dirinya lah yang tertidur disaat pkkmb terakhir kemarin. Karena pasti teman-teman yang lain mengetahui Namanya saja bukan orang nya, sepertinya sekarang teman-teman akan melihat secara nyata.
“ Elvina Freya Maheswari? ” ujar Dosen
“hadir bu.” Jawab Freya lantang meski ia tau nanti akan dijadikan bahan omongan oleh beberapa teman satu kelasnya, Akan tetapi Freya sama sekali tidak memperdulikan itu.
Satu seisi ruang kelas melihat ke arah Freya. Freya yang merasa bahwa dirinya sedang di pantau oleh teman satu kelasnya hanya tertawa demi menutupi rasa malu nya.
Flashback selesai.
~*~*~*
Tak terasa sudah satu tahun Freya masuk dunia perkuliahan. Saat daring (dalam jaringan), Freya berniat ke rumah Abah Guru nya yang tidak begitu jauh dari rumahnya, mungkin perjalanan yang harus di lewati hanya satu jam.
Saat dirumah Abah Guru beliau memberitahu sesuatu,
“Sepertinya Raditya menyukai mu Fre?” Ujar Abah
Aku mendengar ucapan Abah tersenyum malu.
Raditya adalah sosok laki-laki yang cuek, dingin dan penuh ketulusan. Ia berbandan tinggi dan kurus, ia pun memiliki sedikit kumis tipis dan sungguh terlihat manis.
Ketika tersenyum pun terlihat tampan dengan di bumbui sifat dingin yang di milikinya.
Sebenarnya aku juga masih menyimpan rasa terhadapnya meskipun aku tau bahwa aku telah melukai hati Raditya.
Raditya pernah menjadi masa lalu ku. Hubungan ku dengan Raditya tidak berjalan lama, Aku memutuskan hubungan dengan Raditya karena Azam. dia adalah masa lalu terindah dan juga tersuram bagi Freya.
“Hehe masa sih Bah? Enggak kali.” Ujar Freya memastikan
Meski ada sedikit harapan di hati Freya semoga yang di katakan Abah adalah benar.