BAB II ~Dilema ~

1021 Words
“Sepertinya Raditya menyukai mu Fre?” Ujar Abah Aku mendengar ucapan Abah tersenyum malu. “Hehe masa sih Bah? Enggak kali.” Tutur Freya Meski dalam hati kecil nya, ia berharap apa yang di katakan Abah itu benar. “Kalau di lihat sepertinya memang menyukaimu.” Ujar Abah menyakinkan “Udah Bah nggak usah, hehehe jangan Raditya.” “Kenapa?” tanya Abah “Mau cari yang lain aja.” jawab Freya “Raditya kurang apa lo? dia baik, ganteng, tinggi, dan ramah.” Ungkap Abah “Iya sih Bah, tapi Freya kurang yakin saja.” Jelas Freya Mendengar jawaban Freya, Abah hanya tersenyum. Beberapa menit setelah itu, Freya izin pamit pulang. Dalam perjalanan Freya masih memikirkan apa yang di katakan oleh Abah. “Jika nanti Aku dan Raditya Bersama lagi, Aku takut akan ada masalah lagi dengan Azam. Mereka adalah dua sahabat yang dimana aku tidak ingin merusak persahabatan mereka lagi. Dahulu memang Raditya tidak mempermasalahkan antara dirinya dengan Azam akan tetapi aku yang tidak menyukai itu.” Guman Freya Freya yang merasa hatinya sedang dalam keadaan dilema pun bercerita dengan Ibu nya. “Bu… Freya bingung.” Ujar Freya “Bingung kenapa Fre? Apa ini tentang Raditya?” tanya Ibu “Iya Bu. Dulu Ketika bersama Raditya, aku harus melewati banyak sekali ujian Bu. Pertama aku putus dengan Raditya karena belum bisa melupakan Azam, alasan kedua pun sama. Lalu Freya menjalin hubungan lagi untuk ketiga kalinya dengan Raditya akan tetapi Bapak tidak menyetujuinya. Jadi Freya harus bagaimana Bu? yang di bilang Abah tadi sepertinya benar. Karena Raditya menjauh dari Freya Bu, kata Mas Ihsan. Raditya menjauh mungkin karena ingin melupakan aku Bu.” Jelas Freya “Tapi Fre kamu ada rasa apa enggak sama Raditya?” “Sepertinya ada Bu. Tapi rasa ini sekarang masih besar untuk Azam.” Tutur Freya “Kenapa masih saja mengingat Azam jika laki-laki itu saja sudah meninggalkanmu.” Cetus Ibu “Iya sih Bu padahal Azam juga sudah punya pacar sendiri.” Rengeknya “Yaudah lupakan Azam.” Ujar Ibu “Tapi Bapak bukannya tidak menyukai Raditya Bu?” tanya ku “Itu kan dulu, Fre kebahagiaan anak itu utama untuk orang tua, pasti nanti Bapak mu juga akan setuju.” Jelas Ibu “Tapi Freya takut Bu, kalo Bapak tidak mengizinkan untuk aku menjalin hubungan lagi dengan Raditya.” Ucap Freya “Iya biar nanti Ibu yang bicara.” Ucap Ibu menenangkan anak nya. Sesampainya dirumah Freya mulai memikirkan Raditya entah apa yang membuatnya seperti itu. Ucapan Abah masih terngiang di telinga Freya tentang Raditya. Memang benar Raditya adalah salah satu idaman para wanita terutama untuk Freya akan tetapi ia belum bisa menerima kenyataan bahwa sebenarnya ia juga mencintai Raditya. Dua hari berjalan Freya masih memikirkan hal itu, tiba-tiba saja Freya yang tidak pernah video call Raditya kini sering melakukan video call hingga larut malam, dan di temani oleh sahabat Freya sekaligus tetangga Raditya, Nabila. “Mbak kenapa nggak menjalin hubungan lagi saja sama Mas raditya.” Tanya Nabila “Emm…gimana ya Nab, aku mana berani ngajak njalin hubungan lagi,. Aku yang nyakiti dia masa iya aku yang datang lagi. Aku malu Nab.” Tutur Freya “Lah bukannya Mbak kalau sama laki-laki nggak pernah malu, kenapa sekarang sama Mas Raditya malu?” cetus Nabila Menatap Nabila tajam “oh iya ya! kenapa aku baru sadar.” Jawab Freya “Ya gimana to, Mbak kalau sama Mas Raditya lagi aku setuju.” “Tapi bukannya Raditya membenci Aku ya Nab? Nomor whatshap aja dia nggak kasih apalagi balikan. Hal yang tidak memungkinkan.” Ujar Freya “Hmm..iya juga sih Mbak.” Lirihnya Freya terdiam setelah pembicaraan dengan Nabila berakhir, ia merasa dilema. Freya yang mulai menyadari bahwa dirinya memang mencintai Raditya, kini ia baru menyadarinya. Sudah beberapa bulan ini Raditya menjauh bahkan tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Akan tetapi akhir-akhir ini Raditya masih menerima video call dari Freya tanpa penolakan. Apa semua ini karena Nabila?, pikir Freya. “Yaudah Mbak tenang saja, biar Nabila yang atasi.” Ujar Nabila menenangkan. “Emang bisa?” tanya Freya penuh keraguan. “Bisa. Mbak Tenang saja.” Tuturnya menyakinkan Freya. “Baiklah aku percaya sama kamu Nab.” **~* POV NABILA Ting… Dering ponsel milik Ku berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. Dan benar saja, pesan dari Mas Raditya. Segera ku buka ponselku dan melihat pesan dari Mas Raditya. “Nab kamu ada teman cewek single nggak? Aku kesepian nih!” Seru Raditya “Ada Mas Radit.” Jawab ku “Siapa?” tanya Raditya penasaran. “Mbak Freya.” Jawab ku “Selain itu nggak ada?” tanya Raditya “Enggak. ‘kan sama Mbak Freya juga nggak papa Mas.” Ujar ku menyakinkan “Enggak mau Nab…” lirihnya “Kenapa lo Mas?” tanya ku “Kamu kan tau kalau aku sedang menjauhi Freya kenapa malah di suruh menjalin hubungan lagi!” protes nya Mas Raditya dulu pernah bercerita, jika ia memang menjauhi Mbak Freya karena sudah sangat kecewa dengannya. Akan tetapi Aku tidak berani bilang kepada Mbak Freya tentang ini, karena Aku pun sudah berjanji dengan Mas Raditya untuk merahasiakannya dari Mbak Freya. Jadi aku harus melakukan cara lain agar Mas Raditya pun tidak curiga bahwa aku sedang mendekatkan nya lagi dengan Mbak Freya. Aku menunjukkan pesan ini kepada Mbak Freya, dia membaca nya dengan tersenyum dan tertawa tapi aku yakin di dalam lubuk hatinya pasti sedang merasa kecewa karena mendapat penolakan halus dari Mas Raditya. Sebenarnya aku pun tidak tega jika harus menujukkan pesan itu akan tetapi Mbak Freya Memaksa. “Yaudah biar aja Nab, kalau emang Raditya takdirnya sama Aku nanti dia Kembali sendiri tapi kalau enggak yaudah biarkan saja.” Ucap freya dengan wajah yang sangat riang. Aku hanya mengangguk melihat mata Mbak Freya yang berusaha menutupi kesedihannya, Aku tau sebenarnya Mbak Freya memang menyukai Mas Raditya akan tetapi aku ragu jika perasaannya itu hanya bohongan belaka. Bagaimana tidak sudah berapa kali Mbak Freya menjalin Hubungan dengan Mas Radit, akan tetapi selalu putus. Mbak Freya yang sangat friendly ke semua cowok bisa saja hanya mempermainkan Mas Raditya, aku tidak tega jika harus melihat Mas Radit terluka lagi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD